Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Tujuh pendekar wudang (S1)


__ADS_3

Zhou Shiyue terpaksa mengurungkan niatnya untuk menemui sang kakak karena Jendral muda itu sedang pergi keluar istana untuk melakukan beberapa tugas.


Tanpa berpamitan pada Kaisar, Zhou Shiyue pergi dari istana. Setelah memberitahukan masalah rencana aliran putih itu pada Kaisar, Zhou Shiyue sedikit merasa lega tetapi ia tak bisa tenang sepenuhnya jika para aliran putih itu tidak membatalkan rencananya.


Ditengah-tengah perjalanan saat berada di dalam hutan ia mengeluarkan tiga naga pengikutnya.


"Huahh hmm.. Kenapa?" Naga merah bertanya setelah menguap lebar, tampak naga itu tak senang.


"Mengganggu saja!" Ketus naga hijau.


"Sstt, jangan mengeluh saja dengarkan dulu apa keinginannya mengeluarkan kita" Ujar naga putih sebelum Zhou Shiyue menyahuti.


"Aku hanya ingin meminta saran kalian saja, sebenarnya ada satu hal yang belum aku katakan pada kalian. jadi!!!" Sebelum Zhou Shiyue melanjutkan kata-katanya terdengar jejak sekelompok orang sedang mengarah ketempat mereka dan membuat tiga naga langsung masuk ke dalam ruang penyimpanan.


"Hiyaa! Hiyaa!" Seruan orang sedang memandu kuda melaju dengan cepat.


"Awassss!!!" Teriak seorang pria saat hampir menabrak Yuko yang ditunggangi Zhou Shiyue.


"Berhenti!" Pria tadi menyuruh kawanannya untuk berhenti sambil menatap marah Zhou Shiyue.


"Kau? Kau telah menghalangi jalanku, sekarang tinggalkan harta dan juga kudamu baru kau boleh pergi." Ujarnya lagi dengan tatapan bengis.


"Cuihh, sudah salah malah merampokku? Yang benar saja bajingan ini" Zhou Shiyue menyahut dengan kasar sambil menatap sinis orang tersebut.


"Apa kau bilang? Berani-beraninya mengataiku!" Orang itu semakin marah dan dengan segera menyuruh dua orang lainnya untuk menyerang Zhou Shiyue.


Namun karena perubahan yang dialami Zhou Shiyue, ia dapat mengalahkan musuhnya dengan mudah.


Zhou Shiyue hanya menggunakan kipasnya yang selalu terselip dipinggangnya, dalam beberapa kali gerakan dua orang yang menyerngnya terpental kebelakang dengan kondisi buruk.


"Dia bukan orang sembarangan, kita salah memilih musuh." Ujar kawan orang tadi


"Tidak, dia tidak sekuat yang kau bayangkan." Ujar orang yang memerintah dua orang tadi.


"Kakak An, biar aku saja yang melawannya!" Ujar pemuda 20 tahunan.


"Baik" Ujar pria yang dipanggil An tersebut.


"Jika diperhatikan mungkin kita seumuran tapi kekuatan jelas aku mengunggulimu." Ujar pemuda 20 tahunan itu sambil menatap ejek Zhou Shiyue.

__ADS_1


"Bermimpilah!" Ujar Zhou Shiyue memabalas dengan tatapan dinginnya, ia mengerahkan kipasnya yang sudah berpadu dengan energinya tentu saja pemuda 20 tahunan itu terpaksa mundur kebelakang.


Keduanya bertukar pukulan selama beberapa kali sampai akhirnya pemuda 20 tahunan itu dibuat tak berdaya oleh Zhou Shiyue. Ia memuntahkan darah segar saat tubuhnya berbenturan dengan pohon besar.


"Adik Yang!" Seru rekan-rekannya menatap cemas pemuda 20 tahunan itu.


"Kauuu!! Berani melukai adikku?" Pria 24 tahunan meleset dengan pedang ditangannya lalu mengerahkan jurusnya kearah Zhou Shiyue.


"Jurus Sapuan Bumi!!!" Seru pria itu smabik mengerahkan jurusnya


Sringggg....


Tak disangka Zhou Shiyue dapat menangkis pedang itu hanya dengan kipasnya yang tampak biasa saja.


"Bagaimana bisa?" Seru mereka bersamaan karena terkejut.


"Cuihh, bukan berarti itu tidak berhasil." Ujar pria 24 tahun itu dengan sinis.


"Lingkaran matahari merah!!!"


BOOOMMMM!!!


Serangan cukup ganas itu hampir mengenai Zhou Shiyue namun pemuda tampan itu tentu saja bisa menghindarinya dengan mudah.


"Pedang awan membelah samudra!!!" Merasa kesal, pemuda 24 tahun itu kembali mengerahkan serangan tingkat tingginya.


Kraaakkkkk... Booommmmm!!!!


Pohon besar yang terkena serngan itu terbelah menjadi dua dan meledak.


"Mustahil!!!" Lagi-lagi sekawan penjahat itu berseru keheranan.


"Kenpa hanya menonton? Ayo bantu aku!" Seru pria 24 tahun itu merasa kesal melihat rekannya hanya menonton.


Pria yang di panggil An juga merasa kaget, kali ini ia tak berpikir hal lain selain membunuh pemuda tampan yang mungkin saja menjadi malaikat maut mereka semua.


"Kombinasi benteng wudang!!" Seru mereka semua sambil melakukan teknik kombinasi.


'Rupanya murid sakte wudang.' batin Zhou Shiyue, senyum miring tersungging dibibirnya.

__ADS_1


"Apa Yun Yilan tidak pernah mengajari muridnya bersikap sebagai orang aliran putih?" Ucap Zhou Shiyue dengan senyum mengejek.


Mereka semua awalnya terkejut karena Zhou Shiyue mengenali guru mereka bahkan hanya dengan melihat jurus yang mereka lakukan.


Zhou Shiyue terkepung oleh tujuh pria dari sakte wudang tersebut. Mereka memutari Zhou Shiyue namun ekspresi yang ditunjukkan oleh Zhou Shiyue jauh dari harapan mereka.


Zhou Shiyue tetap tenang bahkan tak ada raut ketakutan diwajahnya meski ia sedang di kepung oleh 5 pendekar langit dan 2 pendekar kaisar.


"Serangg!!!" Setu mereka bersamaan.


Mereka semua menodongkan pedang kearah Zhou Shiyue. Ada yang dari atas juga sekelilingnya. Zhou Shiyue benar-benar terkunci di dalam sana, ia tak bisa menemukan celah keluar. namun


Dwarrrrr.......


"Arrghhhh...." Mereka menjerit bersamaan saat terpukul mundur puluhan meter.


Mereka semua membulatkan mata tak percaya melihat Zhou Shiyue masih berdiri kokoh di tempatnya semula, bahkan pemuda itu dengan santai mengipas dirinya sendiri.


"Sekarang giliranku!" Ujar Zhou Shiyue dengan senyum jahat.


Ia melakukan beberapa gerakan diudara laku..


Jdwarrrrr...


Petid menyambar ketujuh pria itu menbuat mereka harus memuntahkan darah segar. Tampak mereka sudak tak berdaya namun kemarahan yang bercampur ketakutan tampak jelas diwajah mereka semua.


"Siapapun yang berani memiliki niat jahat pada kekaisaran dan penduduknya maka akan menerima balasannya. Ingat baik-baik, aku pendekar selatan tidak akan membiarkannya!!!" Ujar Zhou Shiyue memberi peringatan sebelum pergi meninggalkan sekelompok orang itu.


"Pendekar selatan? Apa dia berasal dari selatan?" Ujar An dalam hati.


Sekawan pendekar itu pergi dengan sisa tenaga mereka menuju sakte mereka yang ada di wilayah barat.


Sedangkan Zhou Shiyue saat ini merasa bingung dan bertanya-tanya tentang sakte mana saja yang ikut dalam rencana jahat mereka.


"Tapi aku harap sakte gunung bunga persik tidak ikut serta dalam rencana busuk itu." Gumam Zhou Shiyue.


Dengan ketetapan hati Zhou Shiyue pergi menuju sakte gunung bunga persik untuk memastikan instingnya apakah benar atau salah. Tetapi tentu saja tujuan utamanya adalah mencari tahu lebih banyak informasi.


Rencananya kali ini ia akan mengumpulkan lebih banyak bukti agar bisa menghapus sakte besar aliran putih yang turut serta berencana untuk menjatuhkan Kaisar Song Ji Lian.

__ADS_1


Karena tanpa adanya bukti ia tak akan bis menangkap para penjahat itu, malah ia akan dituduh sebagai pemberontak dan penjahat kejam karena berani mengacaukan sakte aliran putih.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan 😊🙏!!!


__ADS_2