
Salam hormat dari author untuk pembaca novel saya. Dengan kesalahan saya sebelumnya meminta maaf yang sebesar-besarnya, apalagi novel Pendekar Legenda season 1 yang ending ceritanya diluar dugaan.
Dengan adanya Pendekar Legenda season 2 ini saya berharap pembaca bisa puas dengan cerita yang disuguhkan. Saya juga menjamin bahwa ending cerita ini akan sesuai dengan ekspektasi kalian dan tidak seperti season 1 lalu.
Selamat membaca!!!
Rasanya tempat ini begitu gelap dan tidak ada tanda-tanda kehidupan sama sekali. Zhou Shiyue yang kini berada dialam bawah sadar, ia mendengar sebuah suara berucap;
“Kembalilah, belum waktunya kau mati. Tanggung jawabmu masih besar didunia.” Ujar suara itu.
Zhou Shiyue tersebut termenung meresapi kalimat yang ia dengar, apakah sekarang ini dia mati? Mungkin begitulah pikirannya bergulat.
Perlahan sinar cerah keemasan terlihat dikejauhan. Zhou Shiyue itu menghela nafasnya dengan kasar, tampaknya ia sadar maksud dari suara yang ia dengar tadi.
Zhou Shiyue itu berjalan kearah sumber cahaya, tampak sangat lama dia berjalan bahkan keringat basah membanjiri wajahnya dan seluruh tubuhnya meski ia tidak yakin saat ini ia memiliki wujud ataupun tidak.
Nampak pintu besar yang tertutup didepan sana, sambil memejamkan mata Zhou Shiyue membuka pintu tersebut dengan perasaan gugup.
Ngingggggggg….
Suara decitan itu membuat kepalanya pusing, ia menutup kedua telinganya.
“Heii anak langit cepat bangunn!!!” suara yang begitu familiar terdengar nyaring ditelinganya.
Perlahan ia membuka mata.
Tiga ekor naga berukuran kecil yang berwarna putih, merah, dan hijau menatapnya dengan cemas.
Zhou Shiyue yang penuh dengan luka itu segera mengambil posisi duduk dengan memegangi kepalanya yang terasa pusing.
“Apa yang terjadi padaku?” tanyanya pada tiga naga dihadapannya.
“Apa kau lupa? Bukankah hanya kau sendiri yang mengetahui alasannya?” sahut naga hijau dengan nada kesal, merasa pemuda itu sedang bergurau
“Aku ingat, kalau aku terisap oleh pusaran asap hitam.” Sahutnya karena mengingat kejadian yang menimpanya.
“Huh, kalau sudah ingat jangan bertanya.” Sewot naga hijau yang memang memiliki karakter angkuh.
“Ehh kenapa kalian bisa masuk ke dalam hutan ini? Dan terlebih lagi bagaimana kalian bisa keluar dari cincin penyimpananku?” tanya Zhou Shiyue.
__ADS_1
“Kami terpaksa menghancurkan cincinmu karena tau kau dalam bahaya, dan ya kami bahkan mengorbankan diri kami untuk menyelamatkanmu. Mungkin dalam beberapa detik lagi kami akan menghilang dari bumi.” Cerocos naga hijau yang membuat naga putih dan naga merah hendak memukulnya karena tidak bisa menjaga rahasia.
“APA??? JADI KALIAN AKAN MATI DEMI MENYELAMATKANKU!!!” Zhou Shiyue melonjak kaget, dia bahkan menatap tajam ketiganya.
“Kami terpaksa melakukannya, ini semua demi kebaikkan dunia.” Ujar naga putih yang memiliki tempramen tenang dan sabar itu.
“Kaliannn??” Zhou Shiyue memiliki perasaan sedih dan terkejut sekaligus karena ketiga naga itu berkorban demi dirinya.
“Sepertinya sudah waktunya kami pergi membayar hutang kami, selamat tinggal Shiyue’er.” Ujar naga merah.
Ketiga naga itu semakin memudar dan menghilang dari pandangan.
Zhou Shiyue terduduk lemas, dia tidak bisa menangis saat ini karena tangisan belum cukup untuk meluapkan kesedihannya.
Zhou Shiyue hanya bisa meratapi nasib ketiga naga itu dan ia berjanji akan membalas jasa ketiga naga tersebut dengan mewujudkan keinginan mereka.
Zhou Shiyue memungut sebuah cincin penyimpanan berpermata biru dihadapannya, hanya benda itulah satu-satunya peninggalan ketiga naga itu sebelum pergi meninggalkanya seorang diri di hutan keramat ini. Ia juga mengambil pedang naga miliknya yang tertancap di tanah lapang lalu menyimpannya ke dalam cincin penyimpanan miliknya.
Dengan energi yang sudah habis, dia memutuskan untuk berkultivasi dan menyerap energi spiritual sebanyak mungkin untuk mengisi kembali energinya.
Zhou Shiyue melihat pertarungan sengit dibawah sana, dua ekor singa berkelahi dengan ganas. Ia yang berada diatas pohon hanya menyaksikannya dengan seksama.
Cukup lama ia menunggu hingga salah satu dari kedua hewan itu mati. Melihat seekor singa yang masih hidup menjauh dari sana, Zhou Shiyue melompat kebawah dan menghampiri singa yang mati.
Zhou Shiyue merasa tidak ada yang berguna dari hewan biasa itu, jadi ia tak memungutnya. Ia kembali berjalan menelusuri hutan mencari jejak keberadaan ayahnya yang mungkin saja masih hidup.
Sudah berhari-hari ia menelusuri hutan gunung keramat yang sangat luas itu, sampai akhir ia berada di depan jurang lahar api yang sangat dalam dibawah sana.
Samar-samar ia melihat bayangan seorang pria dibawah sana sedang duduk bermeditasi. Zhou Shiyue cukup penasaran dengan sosok pria bersurai putih yang amat panjang itu.
“Apa benar dia itu manusia? Atau hanya sosok hantu yang gentayangan dihutan ini seperti wanita hantu dihutan rinjan dulu?” ia bergumam sendiri sambil mengernyitkan kening.
Zhou Shiyue memutuskan untuk memastikannya saja daripada ia penasaran, ia menggunakan teknik meringankan tubuhnya dan terbang mendekati sosok itu.
Namun sebelum ia berhasil mencapai sosok tersebut, dia terpental dari sana dan kembali mendarat diatas jurang.
Ia memuntahkan seteguk darah segar, ia cukup terkejut namun ia menemukan jawabbannya. Ia yakin bahwa sosok pria bersurai putih yang panjang itu memanglah manusia seperti perkiraannya.
__ADS_1
“Tapi bagaimana bisa ia bertahan hidup dihutan keramat ini?” gumamnya yang kembali penasaran.
Sewaktu ia berpikir, mendadak ada serangan mendadak yang begitu kuat kearahnya. Sontak Zhou Shiyue langsung menghindar dan mendarat disisi lain.
“Serangan itu kuat sekali.” Ucapnya saat melihat cekungan tanah yang dalam akibat dari serangan tadi.
Belum sempat Zhou Shiyue menerka keadaan, angin rebut yang disertai petir putih bersahutan mulai bertiup disekitarnya.
Hingga nampak sosok pria yang bersemedi dibawah jurang lahar api tadi terbang pelan kearah Zhou Shiyue. Wajahnya tertutup oleh asap putih dan hanya menampakkan pakaiannya yang putih bersih.
“Siapa kau anak muda? Kenapa kau menggangguku?” tanya pria itu tidak sopan juga tidak terlalu kasar, datar.
“Maaf tuan, aku tidak bermaksud mengganggumu. Hanya saja kau ingin memastikan kau itu manusia atau hantu, karena setahuku tidak ada manusia yang bisa bertahan lama di gunung ini.” Ujar Zhou Shiyue cukup ramah, ia tau pria didepannya itu bukanlah orang yang dapat ia singgung.
“Apa tujuanmu kemari dan kenapa bisa kau mencapai tempat tertinggi gunung ini?” tanya pria itu dengan suara serak
“Aku ingin mencari seseorang dan alasan aku sampai disini aku tidak tau, aku hanya berjalan selama berhari-hari saja hingga sampai disini” ujar Zhou Shiyue dengan jujur.
Mendengar jawabban Zhou Shiyue, entah mengapa sosok itu terdiam dan keadaan menjadi hening.
Perlahan asap putih yang menutupi wajah sosok itu mulai menghilang dan menampakkan wajah tampan yang terukir sangat sempurna. Sosok itu tersenyum membuat Zhou Shiyue merasakan sedikit getaran dihatinya, entahlah ia merasa ada yang janggal.
‘Kenapa wajah itu mirip sekali denganku?’ batinnya penuh tanda tanya.
Seolah bisa membaca pikiran Zhou Shiyue, sosok itu tersenyum dan mengangguk.
“Aku adalah ayahmu, Hu Xiao Long.” Ujar pria itu sontak membuat Zhou Shiyue menutup mulutnya yang menganga karena terkejut.
“Ayah??? ” ia hanya bisa brgumam
“Aku tau itu kau anakku, dalam dirimu mengalir darahku. Aku mengenal dengan betul keturunanku.” Ujar Hu Xiao Long.
Zhou Shiyue bingung bagaiamana dia bereaksi. Ia hanya berlutut untuk memberikan penghormatan.
“Jangan melakukan itu putraku.” Hu Xiao Long membantu anaknya bangun dan memeluknya erat dengan penuh kerinduan.
Setelah saling melepas rindu, ayah dan anak itupun akhirnya duduk santai mengobrol di pondok milik Hu Xiao Long yang berada tak jauh dari jurang.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!