Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Gejolak Ibukota Berakhir (S1)


__ADS_3

"AWASSSS!!” Fei Jinghan berteriak kaget saat Zhou Shiyue kembali meleset menyerang dua rekannya.


“TIDAAKKK!!!” Ia kembali berteriak saat Gu Xima dan Li Muchen berbalik kedepan untuk kembali memahami situasi.


DWAARRRRR…


“ARGGGHHHHHH!!!” Gu Xima dan Li Muchen lagi-lagi dibuat terpental puluhan meter akibat serangan mendadak yang dikerahkan oleh Zhou Shiyue.


Kali ini Gu Xima dan Li Muchen tidak mampu berbuat apa-apa lagi, mereka terluka parah dan tidak bisa memberikan serangan balasan apapun. Apalagi serangan mendadak yang dikerahkan oleh Zhou Shiyue, itu membuat mereka hampir kehilangan nyawa.


Tiba-tiba…


Tiga orang pria misterius muncul, ketiga orang itu meraih Gu Xima dan dua rekannya bersamaan lalu menghilang begitu saja. Siapa mereka?


Para prajurit yang berada didekat peperangan, mereka bertanya-tanya dengan kejadian singkat tadi. Namun beberapa dari mereka menatap takut kearah pemuda bertopeng yang kini tampak seperti malaikat maut yang siap merenggut siapapun yang ia inginkan.


Disisi lain,


Lima Ksatria Bayang sudah menyiapkan mental mereka untuk menghadapi Zhou Shiyue, mereka merasa waspada setelah melihat pedang naga yang kini berada dipihak musuk. Setelah membuat Mye Jing Chen terluka dan Bing Qiuran terpojok, kelima pria itu langsung menuju tempat Zhou Shiyue berada.


Kstaria Pertama menggunakan jurus tingkat terbaiknya yang ia namakan jurus Kotomatsukami, jurus yang mampuu memanipulasi pikiran lawan. Ia berharap jurus itu mampu mengendalikan Zhou Shiyue.


Lalu Ksatria Kedua menggunakan jurus Kirin, jurus yang mampu mengubah energi apapun menjadi suatu benda.


Sedangkankan Ksatria Ketiga menggunakan jurus Kamui, jurus itu mampu memanipulasi ruang dan teleportasi. Itu akan mempersulit lawan mendeteksi atau mencapat penggunanya.


Dan Ksatria Keempat menggunakan jurus Chibaku Tensei, jurus yang dapat menarik suatu benda atau bisa disebut Magent.


Terakhir Ksatria Kelima adalah salah satu Ksatria yang paling sulit dihadapi karena ia akan menggunakan jurus Tengai Shinsei, jurus pemanggil meteor. Jurus itu akan membuat lawannya kalah telak, namun akan cukup sulit jika melawan seorang pengguna Kamui.


“Lima Ksatria Bayang!” ujar Zhou Shiyue saat kelima pria bertopeng itu sampai didepannya.


Lima orang yang seperti orang bisu itu tidak menyahutinya dan mulai mengerahkan jurus-jurus mereka.


“Kirin no jutsu!” seru Ksatria kedua, ia mulai melakukan gerakan tangan dan memfokuskan energinya untuk menciptakan raksasa tanah.


Lantas raksasa itu langsung menyerang Zhou Shiyue yang sudah ditargetkan penggunanya.


“Raksasamu itu hanya besar badan, tapi kekuatanku lebih besar.” Sinis Zhou Shiyue meski tak mendapat sahutan dari sang musuh.


“Jurus pedan naga pembelah samudra!!!” Ia kembali menggunakan jurus pedang naga, dengan kecepatan yang tak bisa terdeteksi ia mulai menciptakan sayatan-sayatan disekujur tubuh raksasa itu yang tampak kebingungan.


Wushhh… Wushhh. Wushhhh… Wushhhh..


Krakkkkkkkkkk…

__ADS_1


BOOMMMMMM!!!!


Raksasa itu hancur menjadi debu, tapi disisi lain.


Ksatria Keempat mengambil posisi dan mulai merapalkan jursnya dengan gerakan-gerakan aneh.


“Chibaku tensei no jutsu!!” ujarnya.


Wusshhhh!!!


Benda-benda sekitar mulai berterbangan dan menjadi satu gumpalan besar dihadapannya, ia menyipitkan mata lalu melemparkan gumpalan benda itu kearah Zhou Shiyue.


“Itu tidak akan berhasil.” Sinis Zhou Shiyue, ia tersenyum dingin.


Benda-benda itu kembali berjatuhan saat energi petir menyerangnya.


Lima Ksatria Bayang it uterus menyerang Zhou Shiyue tanpa henti membuat pria itu kewalahan karena harus membagi kefokusannya saat serangan mendadak dari setiap sisi.


Beberapa saat setelah pertarungan, Zhou Shiyue mulai menyadari sesuatu. Ia tersenyum kecil dibalik keseriusannya.


“Bodohnya aku, kenapa aku menyerang serangan mereka? Bukannya menyerang pengguna jurus itu akan menghentikan serangan?”gumamnya merasa kesal sendiri.


“Baiklah, waktunya mengakhir semuanya.” Gumamnya lagi.


Ia melayang keudara sambil memfokuskan energinya kepada pedang naga dalam genggamannya, kali ini pristiwa yang sama kembali terjadi. Langit gelap dengan angin kencang seperti badai.


Lantas pertarungan dari kedua belah pihak terhenti begitu saja, mereka kembali fokus pada seorang pria bertopeng yang kini melayang diudara. Mereka yang berasal dari Kekaisaran Han langsung menyingkir sejauh mungkin dari lokasi, sedangkan dari pihak musuh mereka menatap ketakutan.


Para pasukkan musuh yang ingin pergi dari lokasi tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuh mereka seolah terkunci oleh suatu tekanan yang besar.


Itu adalah aura naga langit. Aura yang mampu menekan siapapun yang ditargetkan, bahkan aura ini juga mampu mengunci seorang pendekar yang kultivasinya lebih tinggi dari pemilik aura.


“Apa semua akan berakhir?” setelah berdiam diri selama waktu pertarungan, akhirnya para Ksatria Bayang itu mulai bersuara.


Perlahan Zhou Shiyue membuat gerakan-gerakan asing, ia sangat fokus pada gerakannya bahkan mata birunya kini bersinar cerah seolah dirinya sedang dirasuki. Namun tentu saja tidak karena saat ini Zhou Shiyue memiliki kendali penuh pada tubuhnya.


Mendadak dunia bersinar terang, itu sangat menyilaukan mata membuat siapapun menutup mata mereka serapat mungkin.


“Jurus pedang naga kemurkaan dewa petir” Zhou Shiyue bergumam pelan.


DAN…


DWARRRR…


DWARRRRR..

__ADS_1


BOMMMMMMM…


Ledakkan besar beruntunpun menggema, para pasukkan Kekaisaran Han menutup telinga mereka karena ledakkan yang memekakkan telinga itu.


Perlahan mereka membuka mata dan melihat apa yang terjadi.


“ITU???”


“HANCUR!!!”


“MEREKA MATI”


“KITA MENANG?”


“SEMUA SUDAH?”


“BERAKHIR!!!”


Seru para prajurit dengan mata melotot melihat kacaunya pemandangan didepan mereka. Serpihan kain, pedang dan daging berterbangan diudara. Itu mengerikan dan menjijikan.


Ribuan manusia mati dalam satu kali serangan, dan itu dilakukan oleh seorang pemuda.


“Kemana pemuda itu?” mereka bergumam dengan tatapan bingung melihat tak ada pemuda bertopeng yang melakukan serangan.


‘semoga dia baik-baik saja’ batin Kaisar, ia berharap Zhou Shiyue dalam keadaan baik. Mungkin saat ini hanya dia sendiri yang tau identitas pria bertopeng itu.


Akhirnya perang berakhir dan tak ada lagi yang melakukan pertarungan. Meski mereka menang namun tetap saja tak ada rasa senang atau bahagia dihati mereka yang hadir dilokasi.


Gugurnya rekan seperjuangan dan kacaunya kondisi ibukota saat ini adalah duka besar yang mereka alami, untuk apa kemenangan? Jika pada akhirnya mereka harus kehilangan sahabat dan keluarga mereka?


Malam itu pusat Kekaisaran hancur berantakkan, tak ada lagi bangunan-bangunan megah disana selain Istana Kekaisaran yang masih kokoh menunjukkan kemegahan dirinya.


Dihutan dekat ibukota,


“Uhukkk, uhukkkk!!!” Zhou Shiyue memegangi dadanya sambil memuntahkan darah segar. Ia merasakan sakit yang luar biasa, mungkin itu karena ia menggunakan energi yang berlebihan.


Perlahan matanya mulai menutup namun selagi dirinya masih dalam keadaan sadar, ia memasukkan pedang naga dalam cincin penyimpanan. Dan menghancurkan batu jiwa.


(Batu jiwa yang diberikan Ling Xifeng, fungsinya untuk memanggil pemilik batu jiwa itu.)


Setelah batu jiwa hancur, matanyapun tertutup rapat ia benar-benar tak sadarkan diri. Meski begitu, sayup-sayup ia mendengar gumamman seorang wanita.


“Anak ini? Apa yang baru ia lakukan?” gumam wanita itu.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🙏🙏 !!!

__ADS_1


Maaf telat up🙏🙏


__ADS_2