Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Teknik pedang naga (S1)


__ADS_3

Haii guys🤗🤗 !!!


Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!


Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!


Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…


 


Happy Reading!!!


 


Hal pertama yangZhou Shiyue lakukan saat keluar dari istana adalah kembali ke puncak gunung xuanjun. Ia ingin berlatih dan mencari cara agar bisa menerobos ke tahap suci. Ia ingin cepat kuat agar bisa menyelesaiakan misinya memberantas kejahatan di Kekaisaran Han, barulah mencari Xixi dan ayahnya.


 


Beberapa hari kemudian Zhou Shyue sampai di kediaman sang guru itu. Tampak tak ada kehidupan yang terlihat, itu berarti Ling Xifeng belum kembali.


 


“Sebenarnya sesepuh kemana saja, kenapa dia pergi lama sekali?” gerutunya.


 


Ia pergi membersihkan kediaman yang sudah banyak dedaunan berhamburan diteras kediaman. Tak lupa ia juga membersihkan sarang laba-laba yang mulai banyak.


 


“Lama tak ditinggalkan, rumah ini seperti rumah angker saja.” Gumamnya.


 


Lalu setelah membersihkan rumah barulah ia pergi ke perpustakaan pribadi milik gurunya itu. Disana ia benar-benar memilih dengan teliti buku yang ia anggap paling berguna untuk ia baca.


 


Sampai matanya tak sengaja tertuju pada buku yang berjudul 10 teknik pedang naga.


 


“Pedang naga? Apakah ini berhubungan dengan pedang yang diberikan Kaisar?” gumamnya, tanpa ragu ia langsung mengambil buku itu dan menaruhnya dimeja.


 


Ia kembali ke rak buku yang isinya buku semua. Kali ini ia mencari buku yang berhubungan dengan kultivasi karena ia benar-benar membutuhkan informasi tentang hambatan yang saat ini ia alami.


 


“Ketemu!” serunya saat melihat buku lusuh berjudul kultivasi.


 


Ia membawa buku itu ke meja dan tanpa basa-basi langsung melihat isinya.


 


ISI BUKU:


 


Bap 1 (Urutan tingkat kekuatan)


Bab 2 (Penjelasan tentang Qi, Energi Yin & Yang, Perubahan Eenergi, Kombinasi Energi)


Bab 3 (Cara penyelesaian kultivasi yang tidak bisa dilanjutkan)


 


Zhou Shiyue langsung membuka halaman bab 3 karena ia sudah tidak sabar untuk melihatnya.


 


__ADS_1


Bagi para pendekar yang tidak bisa menorobos ke tingkat langit…bla..bla..



 



Bagi para pendekar yang tidak bisa menerbos ke tingkat raja… bla… bla…



 



Bagi para pendekar yang tidak bisa menerbos ke tingkat kaisar… bla… bla..



 



Bagi para pendekar yang tidak bisa menerbos ke tingkat suci… bla… bla…



 



Bagi para pendekar yang tidak bisa menerbos ke tingkat mahayana… bla… bla..



 


“Jadi aku harus menahan energi dingin dan energi panas yang tingkatannya paling tinggi. Dalam catatan aku harus berendam di kolam es abadi yang berada di wilayah utara kekaisaran. Dan yang kedua aku harus bertapa di dasar gunung api abadi yang ada di wilayah timur. Tak hanya itu aku juga harus menyerap 10 inti Kristal binatang roh suci.” Zhou Shiyue tercengang saat melihat syarat agar bisa menerobos ke tingkat suci.


 


 


“Tapi aku tidak akan menyerah begitu saja biar aku bisa menerobos ke tingkat suci baru ke tingkat Mahayana.” Ucapnya dengan tekat yang bulat.


 


Zhou Shiyu menyimpan buku kultivasi dan teknik pedang naga ke dalam jubahnya. Baru setelahnya ia keluar menuju kamarnya.


 


Diatas meja ia melihat kotak kecil dan sebuah kertas. Ia mengambilnya dan membaca tulisan dikertas tersebut.


 


“Shiyue, untuk waktu lama aku akan kembali berkelana. Sebuah pil kebal racun aku berikan padamu sebagai tanda maafku karena tidak bisa menjadi guru yang baik. Oh ya, ada sebuah kitab yang bagus untukmu, kau bisa cari di atas meja di dalam kamar guru.” Zhou Shiyue membaca surat itu dengan datar.


 


“Dia terlalu sibuk dengan urusannya bahkan saat aku hampir mati saja di tidak muncul.” Gumamnya menatap malas surat itu.


 


Ia beralih mengambil kotak kecil yang berisi pil kebal racun yang diberikan gurunya. Dia meneguk pil itu tanpa ragu lalu setelahnya ia merasa lebih segar dan fit.


 


“Aku sangat lelah, sebaiknya tidur dulu.” Ujarnya sambil berbaring di tempat tidur.


 


Saat tidur ia kembali memimpikan hal yang membuatnya semakin bingung.


 

__ADS_1


Dalam mimpi ia melihat tiga orang remaja sedang dilatih oleh seorang pria perambut putih.


 


“Xixi, gerakanmu salah!” tegur sang guru pada seorang gadis remaja yang cantik.


 


Zhou Shiyue merasa tidak asing dengan nama itu, bahkan wajah gadis itu terlihat familir.


 


‘Kenapa wajah gadis itu mirip sekali dengan sesepuh?’ batinnya.


 


“Chan Xie, jangan menggunakan energimu terlalu berlebihan itu akan membuat tubuhmu tidak stabil.” Ujar pria tua berambut putih itu.


 


“Makanya kalau berlatih itu yang benar” ejek remaja pria pada dua saudara seperguruannya.


 


“Ho Xiao Lang!!!” teriak dua gadis itu dengan kesal tapi malah mendapat pukulan kecil dari sang guru membuat Ho Xiao Lang tertawa renyah.


 


“Jangan tertawa saat aku melatih kalian!” pria berambut putih itu memarahi Ho Xiao Lang sambil memberikan pukulan rotan kepantat remaja itu.


 


Ketiga remaja itu melakukan gerakan-gerakan yang disebut jurus Pembentang langit.


 


‘Jadi mereka adalah kedua orang tuaku dan wanita abadi itu?’ gumamnya saat mengerti atas mimpi yang ia lihat.


 


Zhou Shiyue kembali tersadar dari alam mimpinya. Saat ia bangun ia masih teringat dengan tiga orang remaja itu.


 


“Jadi Xixi dan orang tuaku adalah saudara seperguruan.” Gumamnya.


 


Di tempat yang jauh.


 


Seorang pria tua tengah mengucapkan kata-kata puitis yang penuh misteri. Dia adalah pria yang sama dengan pria berusia senja di (Ep.16)


 


“Malam memang gelap dan terang penuh cahaya, tapi kegelapan belum tentu jahat dan terang belum tentu baik. Seseorang mengira siapapun yang berwarna hitam akan dikira jahat padahal dibalik hitam ada kebaikan yang tersembunyi. Tak ada yang tau pemilik dunia, siapa yang mengacau dari awal akan disudutkan dan selalu dipandang salah meski berbuat baik sekalipun.” Ujarnya.


 


“Semuanya akan terbalik saat takdir langit memimpin mereka yang hitam untuk membongkar niat jahat yang putih ke seluruh dunia. Semua tidak akan mudah bagi takdir langit, dia akan menjadi penengah diantara hitam dan putih. Saat dia berhasil maka dia sendiri akan musnah.” Ucap pria itu sambil memandang langit penuh bintang.


 


“Kenapa dunia ini tidak berjalan dengan baik dan berdamai saja? Bukankankah semuanya tidak akan memiliki akhir yang baik jika seorang munafik harus mengambil alih hal yang dipercayakan orang-orang. Manusia bermuka dua memang lebih berbahaya dari iblis yang paling jahat sekalipun.”


 


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


 


Siapakah pria senja berpuitis itu? Siapa takdir langit yang dimaksud? Apakah puisi yang ia ucapkan ada kaitannya dengan perjalanan Zhou Shiyue?


 

__ADS_1


Siap, jangan lupa saksikan episode berikutnya.


__ADS_2