
2 Minggu perjalanan, akhirnya Zhou Shiyue menginjakkan kaki di wilayah barat Kekaisaran Tang.
“Kota Jyong Nam” ucapnya dalam hati sambil membaca tulisan besar yang ada di sebuah batu pembatas.
Ia melangkah pelan memasuki wilayah Kota. Tampak orang-orang sedang melakukan aktivitasnya masing-masing, dan beberapa orang yang berlalu lalang melewati ramainya jalan kota.
Zhou Shiyue berjalan ditengah keramaian, tak ada yang memerhatikannya sama sekali dan hal itu membuat Zhou Shiyue lagi-lagi bersyukur. Dengan tidak adanya orang yang menyadari keberadaan dirinya, ia bisa bergerak dengan bebas.
Sudah dua minggu ia hanya meminum air disungai dan sesekali memakan daging buruan yang tawar. Perutnya tiba-tiba bergejolak saat melihat beberapa orang tengah menyantap sup dan sate ayam dengan lahap.
Ia menelan salivanya dalam diam, namun ia menepis pikiran tersebut. Ia tidak boleh merasa iri dengan kepunyaan orang lain.
Zhou Shiyue singgah disebuah kedai dan memakan sup ikan dan beberapa hidangan lainnya, tak lupa sedikit arak yang ia nikmati.
Usai makan, ia kembali melanjutkan perjalanan. Pada akhirnya iapun sampai ditempat tujuannya, yaitu desa Touhuan.
“Tinggal melewati gunung itu maka aku bisa sampai ke Kekaisaran Han.” Ujarnya sambil menatap gunung yang sangat-sangat besar dan luas, ia tidak bisa menebak waktu yang ia butuhkan untuk melewati gunung tersebut. Hanya saja ia berharap tidak banyak rintangan yang akan ia lewati disana.
Ia kembali berjelan untuk melewati desa Touhuan itu, karena tidak mungkin ia menggunakan ilmu meringankan tubuh ditempat ramai.
Cukup lama ia berjalan, akhirnya ia melewati desa Touhuan dan sampai ditepi gunung.
Saat ingin memasuki kawasan gunung, ia dihentikan oleh seorang pria tua berjannggut putih.
“Jangan memasuki wilayah itu anak muda” tegurnya
“Kenapa aku tidak boleh memasukinya?” tanya Zhou Shiyue sambil mengernyit
“Banyak binatang buas disana dan tentu saja bahaya lainnya. Siapapun yang memasuki gunung itu maka tidak pernah kembali.” Ujar pria itu menjelaskan.
“Hm, tidak apa kek. Aku tidak akan pergi terlalu dalam, aku hanya ingin melatih teknik bertarungku saja, kakek jangan khawatir.” Ujar Zhou Shiyue sedikit tersenyum agar pria itu merasa yakin dengan jawabbannya.
Namun tiba-tiba ada serangan energi yang sangat besar merambas keluar dari tubuh kakek itu.
Zhou Shiyue sedikit terkejut, ia mundur puluhan langkah sadar bahwa kakek itu bukanlah kawan.
“Aku tau kau bukan rakyat Kekaisaran Tang.” Ujarnya dengan suara datar, tatapannya setajam elang.
‘Auranya sangat besar, siapa kakek ini?’ dalam hati Zhou Shiyue penasaran sekaligus waspada takut ada serangan mendadak.
“Katakan siapa yang mengutusmu kemari dan apa tujuanmu?” ujarnya dengan nada mengintimidasi.
“Jika aku jawab jujurpun dia tidak akan percaya” gumam Zhou Shiyue, ia berpikir jawabban apa yang tepat.
__ADS_1
“Jawab aku anak muda, jika tidak maka jangan salahkan aku memaksamu dan membawamu ke pengadilan istana.” Ujar kakek itu dengan nada mengancam.
“Aku mencari ayahku di gunung keramat” jawab Zhou Shiyue, namun sepertinya jawabban itu tidak meyakinkan kakek itu dan alhasil kakek itu menyerangnya dengan serangan yang cukup dahsyat,
BOOMMMM!!!
Serangan itu tentu saja bisa dihindarinya, namun ia tidak yakin bisa menghindarinya terus menerus.
“Sebaiknya kakek membiarkan saya pergi saja, saya tidak ingin membuat masalah dengan orang-orang Kekaisaran Tang apalagi sampai melukai orang disini.” Ujar Zhou Shiyue yang masih berniat bernegosiasi.
“Tidak ada kesempatan untuk orang dari negeri lain!” jawab sinis kakek itu membuat Zhou Shiyue hanya bisa menghebuskan nafas beratnya karena dengan terpaksa ia harus melawan karena tidak mungkin jika ia hanya menghindar saja.
Mereka pun beradu serangan, sisi hutan tepi gunung juka hancur dibuat mereka. Ada ekspresi kejut dari wajah kakek itu, raut wajahnya menunjukkan rasa cemas.
“Dia bukan anak muda bisa, ini gawat.” Ujar kakek itu sambil kembali menyerang Zhou Shiyue yang sesekali menangkis serangannya.
“Jurus tembakkan petir abadi!!!” seru Zhou Shiyue sambil mengerahkan jurus tersebut.
BOMMMMM!!!
Kakek itu dengan mata melotot ia berhasil menghindari jurus yang sangat dahsyat itu. Dalam hati ia terkejut dan menmatap cemas kearah Zhou Shiyue.
Zhou Shiyue sendiri ia juga terkejut dengan jurusnya karena memang sudah lama ia tidak menggunakan jurus tersebut.
“Sekali lagi aku katakan biarkan aku lewat saja karena jika tidak maka wilayah sekitar sini akan hancur akibat pertarungan dan tentu desa Touhuan juga akan terkena dampaknya.” Ujar Zhou Shiyue dengan nada datar dan serius.
“Pergilah, tapi jangan pernah kembali lagi ke Kekaisaran ini jika tidak maka akibatnya adalah perang antar Kekaisaran, tentu kau tidak ingin itu terjadi kan?” ujar kakek itu.
“Baiklah.” Ujar Zhou Shiyue sambil melangkah masuk ke wilayah hutan gunung.
“Aku yakin anak muda itu tidak mengeluarkan seluruh energinya, jika bertarung sampai mati mungkin ini adalah hari terakhirku. Syukurlah aku mengambil keputusan yang tepat.” Gumam kakek itu, ada perasaan lega dihatinya.
“Entah kekaisaran mana yang beruntung memiliki pemuda hebat sepertinya, aku yakin dia pasti pendekar nomor satu di wilayah mereka dalam kategori muda.” Ujarnya lagi sambil menatap kepergian Zhou Shiyue yang menggunakan ilmu meringankan tubuh.
Kakek itu lagi-lagi mengelus dadanya dan tersenyum sedikit simpul dibibirnya.
Sedangkan Zhou Shiyue yang tidak ingin ada masalah lain lagi ia bergerak dengan kecepatan maksimal.
Seharian penuh ia menggunakan ilmu meringankan tubuh, ia berhenti disebuah pohon besar karena hujan turun sangat deras. Cuaca gelap juga membuat penglihatannya sedikit buram, ia memutuskan untuk berhenti daripada terjadi sesuatu yang tak diinginkan.
“AAAAHHHHHHH!!!” Jeritan seorang wanita yang begitu nyaring membuatnya terkejut dan segera mencari sumber suara.
“Sepertinya disanaa!” ujarnya saat melihat sekelabat bayangan yang berlari.
__ADS_1
Rupanya wanita itu dikejar oleh 5 ekor srigala buas.
“Berlindung disana!” teriaknya menunjuk sebuah pohon besar tempat ia berteduh tadi.
Wanita itu meliriknya dan mengangguk sambil berlari kencang. Sedangkan Zhou Shiyue mendarat tepat dihadapan kelima srigala ganas yang saat ini menatap lapar kearahnya
“Hewan roh setingkat pendekar raja, cihhh” sinisnya
“Tembakkan petir abadi!” serunya sambil mengerahkan serangannya kearah srigala-srigala itu.
BOOMMMM…
Mereka langsung hancur berkeping-keping.
Usai membunuh para srigala itu, Zhou Shiyue berjalan kearah pohon besar tempat wanita tadi berlindung.
“Kau tidak apa-apa?” wanita itu menatap khawatir kearah Zhou Shiyue yang dibalas anggukkan singkat.
“Kenapa kau berkeliaran di gunung ini?” tanya Zhou Shiyue sedikit heran dengan wanita didepannya yang begitu bodohnya memasuki kawasan berbahaya.
“Aku tersesat, awalnya aku hanya masuk dipinggiran saja.” Ujar wanita itu
“Kalau tidak tau tempat tidak perlu masuk ke wilayah berbahaya” ujar Zhou Shiyue datar, ia mengambil posisi duduk disamping wanita itu. Pakaiannya basah kuyup karena menyelamatkan wanita itu.
“Diamana tempat tinggalmu?aku akan mengantarmu pulang besok pagi” ujar Zhou Shiyue, ia tidak mungkin meninggalkan wanita itu begitu saja didalam wilayah berbahaya
“Aku tidak punya tempat tinggal” ujar wanita itu dengan menunduk.
“Hah?” Zhou Shiyue sedikit bingung
“Aku berasal dari Kekaisaran Han dan aku tidak tau ini wilayah mana yang aku tau disini bukan wilayah Kekaisaran Han lagi.” Jelas wanita itu
Zhou Shiyue cukup terkejut saat tau wanita itu berasal dari Kekaisaran Han.
“Baiklah, kalau begitu kau ikut aku saja ke tempat tinggalku dan guruku di Kekasiaran Han.” Ujar Zhou Shiyue
“Kau juga rakyat Kekaisaran Han?” tanya wanita itu yang tampak terkejut.
Zhou Shiyue hanya mengangguk, sejenak suasana kembali hening dan hanya tetesan air hujan yang terdengar.
Wanita itu tertidur sambil bersandar dipohon, sedangkan Zhou Shiyue hanya duduk melamun berkalut dalam pikirannya.
Namun saat teringat hutan gunung Xuanjun, ia terkejut dan beralih menatap wajah wanita disampingnya.
__ADS_1
“Ya aku ingat, dia adalah wanita yang aku temui di gua gunung Xuanjun waktu itu.” Ujarnya dengan terkejut.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!