
Kelompok tiga partai sesat itu membuka dedaunan yang rimbun tersebut hingga membuat celah yang tampak seperti lorong terlihat dengan jelas. Mereka menelusuri lorong itu.
‘Bau apa ini? Sangat menyengat!’ batin pria yang digendong Dewa Racun merasa terganggu dengan bau yang tak sedap.
BRUKKK…
Pria itu dijatuhkan keatas tanah, hampir membuatnya menjerit. Tapi tidak jadi mengingat ia masih harus berakting.
‘Sialan’ umpatnya dalam hati.
“Ikat dia di kayu itu dengan rantai panas.” Perintah Dewa Racun pada anak buahnya.
Beberapa orang langsung mengikat pria itu dibatang kayu besar yang berdiri kokoh dengan sebuah rantai panjang.
‘rantai ini ternyata mengandung energi panas yang kuat, bersyukur aku sudah memiliki energi dingin abadi.’ Ujar pria yang diikat dalam hati.
Diluar gua,
“Sudah siap?” tanya Mye Jing Chen sambil menatap rekan-rekannya.
“Sudah pasti.” Ujar mereka dengan mantap.
“Jangan sekerang!” ujar Bing Qiuran dengan raut serius.
“Kenapa?”
“Apa kalian lupa? Anak itu mengatakan kita akan menyerang saat ia memberi aba-aba.” Ujar Bing Qiuran membuat semua orang akhirnya mengangguk tanda sudah mengingatnya.
“Hampir saja kita membuat kesalahan” ujar Mye Jing Chen
“Kau sih.” Sewot Yi Heng pada rekannya itu.
“Diam!!” Mye Ai menegur kedua pria dewasa itu sebelum terjadi pertengkaran yang tak berarti.
Di dalam gua,
“Siram wajahnya.” Pedang Patah memerintah anak buahnya dan langsung dituruti oleh mereka.
“Uhukk uhukk..” Pria berwajah Kaisar itu terbatuk dengan pelan.
Pria yang diikat itu ternyata bukanlah Kaisar, melainkan pemuda tampan yang sedang menyamar menjadi Kaisar dengan bentuk wajah serupa. Siapa lagi kalau bukan Zhou Shiyue?
Zhou Shiyue menunjukkan raut wajah kagetnya seolah-olah dia benar-benar terkejut. Ia lalu menatap tajam orang-orang disekelilingnya dan berkata
“Siapa kalian? apa yang kalian lakukan padaku?” teriaknya dengan ekspresi marah.
“Hahaha, maaf Kaisar tapi sepertinya kami tidak perlu sopan lagi pada anda karena sekarang anda sudah jadi tawanan kami.” Ujar Petir Neraka dengan senyum mengejek.
“Apa maksud kalian?” Zhou Shiyue berteriak dengan marah.
“Cihh, masih berani garang didepan kami? Padahal diri sendiri sedang dalam ambang kematian” sinis Pedang Patah.
“Kalian pikir aku takut?” Zhou Shiyue manatap mereka dengan sinis.
“Aku curiga, sepertinya dia bukan orang yang sama.” Bisik Dewa Racun pada Pedang Patah.
“Mengapa bisa? Bukankah kau sendiri yang membawanya?” Pedang Patah bertanya dengan keheranan
__ADS_1
“Aku lupa kalau Kaisar memiliki mata coklat, bukan biru sepertinya.” Tunjuknya pada mata Zhou Shiyue.
“Yahh sayang sekali, sepertinya rahasiaku sudah terbongkar.”
Zhou Shiyue menunjukkan senyuman sedih seolah ia sedang kecewa. Tapi senyuman itu seperti pertanda buruk bagi tiga partai itu, apalagi Zhou Shiyue dapat membebaskan rantai panas dengan mudah.
“KAUUU??” ketiga pria itu menatap dengan wajah terkejut.
“Bukankah kau pria yang bertarung bersama Kaisar waktu festival itu?” ujar mereka bersamaan saat Zhou Shiyue melepas topeng yang menempel diwajahnya.
“Benar sekali.” Ujarnya dengan senyum kecil.
“Semuanya, bunuh dia!!!” perintah Pedang Patah pada seluruh anggotanya.
Pertarunganpun dimulai, Zhou Shiyue dikeroyok habis-habisan oleh mereka. Tetapi sepertinya Zhou Shiyue tidak merasa keberatan ataupun tertekan. Ia dengan santai menggunakan pedang api membunuh satu persatu musuhnya yang paling lemah.
Meski bibirnya tersenyum kecil, tapi jelas dimatanya tampak kekejaman yang tersirat. Mata biru yang haus akan pembunuhan.
“Pedang petaka kegelapan!” Pedang patah melayang ditengah-tengah ruangan dengan asap gelap yang menyelimutinya.
Dewa Racun dan Petir Neraka menjauh dari keberadaan Pedang Patah seolah tau bagaiman dampak dari serangan rekan mereka itu.
“Semuanya menyinhgkir.” Teriak Pedang Patah menggema.
Diluar gua,
“Sepertinya telah terjadi sesuatu, ayo masuk.” Mye Jing Chen memiliki perasaan cemas, ia tak ingin menunda waktu lebih lama.
“Tunggu dulu sebentar.” Entah mengapa, meski Bing Qiuran juga mendengar keributan di dalam sana ia masih merasa yakin akan keputusan Zhou Shiyue yang belum juga memberi aba-aba agar mereka masuk.
“Bersabarlah sebentar.” Ujar Bing Qiuran, ia masih duduk dengan santai dibawah pohon besar.
Mye Jing Chen ingin protes lagi tetapi Mye Ai menahannya dan mengatakan untuk menuruti orang tua itu. Pada akhirnya pria ber anak satu itu hanya bisa menghembuskan nafas kasar.
Di dalam gua,
Zhou Shiyue melawan musuhnya dengan serius, ia tak meremehkan kekuatan para pemimpin partai itu. Tapi ia cukup menatap sinis pada orang-orang yang sudah tergeletak tak bernyawa diatas tanah.
‘Sayang sekali mereka telah mati sia-sia’ batinnya menatap prihatin orang mati itu.
“Sekarang giliran kalian bertiga.” Zhou Shiyue menatap ketiga sekawan itu dengan tatapan tajam.
“Seingatku waktu itu dia tak sekuat ini, bagaimana bisa kekuatannya bisa melonjak naik?” Dewa Racun hampir kehabisan akal untuk menggunakan teknik racunnya pada Zhou Shiyue karena tak satupun racun mematikan mampu membuat pemuda itu mati.
“Entahlah, mungkin dia menggunakan teknik terlarang” sahut Petir Neraka.
“Kalau begitu kita harus menggunakan teknik terbaik kita karena aku yakin kekuatannya berada di tingkat yang sama dengan kita.” Ujar Pedang Patah yang sudah memperhatikan dengan detail pemuda yang masih berdiri tegak menatap mereka.
“Sudah diskusinya?” ejek Zhou Shiyue.
“Beraninya.” Petir Neraka berteriak marah merasa terprovokasi.
“Ledakkan petir murni….”
Boommmm..
Energi besar itu cukup mampu menghancurkan rumah, sayang sekali energi itu hanya angin lewat bagi Zhou Shiyue.
__ADS_1
“Jangan lengah saat bertarung, karena masih ada kami berudua” seru Pedang Patah dan Dewa Racun yang sama-sama melancarkan serangan mematikan.
“Kombinasi pedang pembunuh dewa!!!” seru mereka bersamaan saat hampir mencapai Zhou Shiyue.
“Hiyyaaaaaaaaa……….”
DWARRRR….
Kedua orang itu menatap tak percaya kearah Zhou Shiyue yang sedang melayang diudara sambil menyilangkan tangannya.
“Pembunuh dewa apanya? Bahkan tak layak disebut pembunuh cacing” ejek Zhou Shiyue dengan sengaja memprovokasi.
“Kauuuuuu!!!!” kedua orang itu menatapnya dengan hidung mekar.
Kemarahan mereka semakin meningkat,energi yang sudah tidak terkendali mendadak menjadi besar dan semakin meningkat.
“Persatuan partai iblissss!!!” mereka menggunakan teknik kombinasi yang sudah lama tidak mereka gunakan.
“Hiyaaaaaaaa….”
Ketiga pria itu melayang diudara dengan energi kuat yang menyelimuti mereka masing-masing. Sampai akhirnya mereka menembakan energi mereka bersamaan kearah Zhou Shiyue.
Dan.
DWARRRR… BOOMMM BOOMMM BOOMMM…
Ledakan besar terjadi,
Itu bukan hanya satu serangan, tapi itu adalah benturan antara dua serangan.
“ARGHHHHHHH!!!” Ketiga orang itu menjerit keras saat tubuh mereka perlahan membesar seperti balon, dan meledak berkeping-keping.
Itu hancur, tubuh mereka benar-benar hancur.
Dia luar gua,
“Semuanya ayo masuk, sepertinya anak itu dalam bahaya besar.” Bing Qiuran memimpin mereka semua berlari masuk melewati lorong gua.
Mereka semua berlari dengan cepat sampai tiba didalam ruangan yang besar penuh asap. Itu adalah debu yang dihasilkan oleh ledakan tadi.
Ada bayang-bayang seseorang yang sedang duduk santai disebuah kursi. Siapa itu?
“Huaaah hmm.” Orang itu menguap malas saat semua orang menatapnya dengan takjub.
“Ayo pulang.” Ujar Zhou Shiyue dengan gaya cool melangkah melewati mereka.
“Diaaa… luar biasa.” Ujar Yi Heng masih menatap takjub sekelilingnya.
“Taga partai sesat itu sudah tidak ada lagi, itu musnah oleh seorang pemuda. Kabar ini akan menjadi berita terpopuler” ujar Mye Jing Chen dengan tatapan kagumnya.
“Apa yang kukatakan, kalian sudah lihat hasilnya.” Ujar Bing Qiuran dengan senyum kecil dibibirnya.
“Ayo pulang.” Mye Ai meninggalkan para pria itu dan berjalan menyusul Zhou Shiyue.
Dan pada akhirnya perjalanan aliansi terataipun akan sia-sia. Sebaliknya seorang pemuda berhasil memusnahkan tiga partai sesat itu hanya dengan waktu kurang lebih satu jam. Itu adalah momen langka.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🤗🤗 !!!
__ADS_1