Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Ingin Pulang (S2)


__ADS_3

“Selamat datang tuan muda, apa ada yang dibutuhkan?” tanya salah seorang wanita.


Zhou Shiyue teringat akan plakat yang diberikan nyonya cantik di restoran surga di Kekaisaran Han waktu ia bernajak pergi dari restoran itu dulu.


Zhou Shiyue mengeluarkannya dari cincin penyimpanan karena memang semua barang-barangnya yang ada didalam cincin penyimpanannya dulu memang sudah dimasukkan kembali ke dalam cincin penyimpanannya sekarang yang merupakan peninggalan dari tiga naga.


Zhou Shiyue menunjukkan plakat tersebut pada pelayan wanita yang menyapanya. Pelayan itu mengambilnya dengan hormat dan pergi berlari memasuki restoran sedangkan Zhou Shiyue disuruh menunggu sebentar.


“Silahkan masuk tuan, mari saya antar.” Ujar pelayan yang tadi kembali, wajahnya terlihat gugup dan ada sedikit guratan ketakutan dimatanya.


Zhou Shiyue mengikuti pelayan yang berjalan menuju sebuah ruangan khusus. Ruangan yang sangat luas dan bersih, ada berbagai benda mewah yang menghiasi ruangan tersebut.


Pelayan wanita tadi keluar setelah Zhou Shiyue dipersilahkan duduk disebuah kursi empuk.


Tak lama kemudian, seorang wanita bercadar memasuki ruangan itu sambil menutup pintu dengan rapat.


“Apa yang tuan besar perlukan? Semoga pelayan ini dapat membantu.” Ujar wanita berjadar itu


Zhou Shiyue mengernyit,


“Kenapa memanggilku tuan besar?” tanyanya heran


Wanita itu menunjukkan reaksi kaget namun tak lama kemudian ia kembali merubah reaksinya,


“Plakat milik anda adalah plakat khusus yang dibuat untuk tamu khusus restoran surga. Dan plakat tersebut hanya dibuat 3 buah saja dari semua restoran pusat restoran surga yang ada di tiga kekaisaran. Dan juga bagi siapapun yang memiliki plakat tersebut maka ia memiliki hak untuk mengetahui informasi apapun yang diinginkan dan tentunya juga mendapat pelayanan khusus dengan gratis.” Jelas wanita bercadar.


‘Kenapa nyonya itu tidak memberitahuku?’ batinnya mengingat nyonya yang ada di Kekaisaran Han.


“Ehm, jadi apa yang anda butuhkan tuan besar?” tanya wanita itu melihat Zhou Shiyue melamun.


“Aku hanya ingin makan, itu saja.” Karena bingung, Zhou Shiyue menjawab sekenannya.


“Baiklah, kalau begitu tuan besar bisa menunggu sebentar. Aku akan mengantarkan makanan untuk tuan besar.” Ujar wanita bercadar itu sebelum pergi meninggalkan Zhou Shiyue.


Selang beberapa waktu, beberapa orang pelayan masuk ke dalam ruangan sambil membawa nampan penuh berbagai macam jenis makanan.

__ADS_1


Zhou Shiyue membelalakan matanya, berpikir bagaimana ia bisa menghabiskan makanan sebanyak itu?


Setelah semua makanan ditaruh diatas meja, semua pelayan pamit undur diri kecuali wanita bercadar tadi yang kini duduk tak jauh dari Zhou Shiyue.


“Kenapa kau menyajikan banyak sekali makanan, mana bisa aku menghabiskannya” gerutu Zhou Shiyue.


“Tidak apa, jika tidak habis maka akan kami kembalikan ke tempatnya jika tidak tersentuh.” Ujar wanita itu membuat Zhou Shiyue menghela nafas lega.


Zhou Shiyue dengan perut laparpun akhirnya melahap makanan tersebut dan sesekali menawarkan makanannya pada wanita bercadar yang kini hanya diam memperhatikan dia makan.


Setelah selesai makan Zhou Shiyue pun meneguk tandas air minum. Ia bersendawa pelan.


“Kau bilang aku memiliki hak untuk mengetahui informasi apapun kan?” tanyanya pada wanita bercadar.


“Tentu tuan besar, apa yang ingin anda ketahui?” tanyanya.


“Dimana jalan pintas untuk menuju Kekaisaran Han?” tanyanya


Wanita bercadar itu mengernyit heran,


“Aku ingin pergi kesana.” Jawab Zhou Shiyue.


“Apa yang ingin anda lakukan disana?” tanyanya dengan nada sedikit kesal


Zhou Shiyue merasa ada yang aneh dengan reaksi wanita bercadar itu, dia berpikir mungkin itu karena konflik pribadi.


“Hanya berpetualang saja, bisakah kau membertitahuku jalannya? Kenapa kau malah banyak tanya” ujar Zhou Shiyue yang tidak memberitahu tujuannya dengan jujur bahwa dia ingin pulang ke negerinya tersebut.


Wanita bercadar itu kembali menunjukkan ekspresi biasanya,


“Ternyata begitu. Jalan pintas menuju Kekaisaran Han ada di bagian barat Kekaisaran Tang, perbatasannya adalah sebuah gunung tidak jauh dari desa Touhuan. Tapi hutan itu penuh dengan hewan roh yang kekuatannya setara pendekar kaisar” ujar wanita tersebut


Zhou Shiyue mengangguk, dia bangun dan menaruh sekantung keping emas diatas meja.


“Jangan tolak bayaranku, terima kasih atas informasinya.” Ujar Zhou Shiyue sebelum ia pergi darisana.

__ADS_1


Wanita bercadar itu sudah tidak bisa melakukan apapun lagi karena Tuan Besarnya sudah berlalu.


………


“Aku harus segera meninggalkan kekaisaran Tang seblum terjadinya konflik, dan sepertinya aku harus melewati hutan ini untuk sampai di bagian barat.” Gumamnya sambil melihat hutan lebat duhadapannya.


Tanpa menunggu lama, Zhou Shiyue dengan menggunakan ilmu meringankan tubuh ia meleset menelusuri hutan tersebut.


Tak ada halangan yang ia temukan selama perjalanan. Meskipun Zhou Shiyue sadar banyak hewan roh kultivasi tinggi yang melihatnya dari bawah sana. Tapi entah mengapa hewan-hewan itu tak pernah mencoba menghentikannya dan hanya membiarkannya lewat begitu saja.


Entah itu karena aura naga langit miliknya ataupun bukan yang jelas Zhou Shiyue hanya mengucapkan rasa syukur dalam hati, dengan tidak adanya gangguan ia bisa sampai dengan cepat.


Setelah semua kebenaran ia ketahui, yang Zhou Shiyue inginkan saat ini adalah menemui Ling Xifeng, gurunya yang cantik itu.


Sedangkan dikejauhan Ling Xifeng duduk termenung di gazebo halaman depan miliknya, ia beberapa kali menguap karena ngantuk. Meski hari masih siang dia tampak tidak bersemangat dengan lingar hitam di area matanya.


“Shiuyue’er.. kemapa perginya kau? Aku sangat mencemaskan kau,” ucapnya sambil sesekali melempar kerikil ke dalam kolam tempat latihan pertama Zhou Shiyue.


“Heiii ratu kegelapan, kenapa kau selalu melamun hah?” seruan seorang pria dari arah belakang berhasil membuat wajah Ling Xifeng mengkerut dan melempar senyum sinis.”


“Rain berhentilah memanggilku ratu kegelapan, aku bukan lagi ratu sekarang.” Teriaknya sambil melontarkan serangan kecil, namun berhasil ditangkis dengan mudah oleh pria vampire itu.


“Hehehe aku hanya bercanda Xixi, dan kenapa matamu terlihat seperti orang yang tidur larut? Apa kau masih memikirkan muridmu itu?” tanya Rain.


“Ya, aku mencemaskannya. Sudah lama kita disini tapi dia belum juga kembali, entah kemana perginya anak itu” gerutu Ling Xifeng


Semenjak Rain tau jejak perempuan yang ia cari ada gua hutan Xuanjun waktu itu. Rain mengajak Ling Xifeng untuk tinggal di kediaman wanita itu sementara menunggu kemungkinan jika wanita yang ia cari akan munul kembali disekitaran sana.


Namun sudah cukup lama mereka berada disana belum juga ada tanda-tanda kemunculan wanita itu. Bahan sekarang Ling Xifeng juga kalut saat tidak mengetahui keberadaan muridnya.


Nasibnya dengan Ling Xifeng juga tidak jauh beda, mereka sama-sama mencari seseorang yang kemungkinan bisa mengakhiri takdir mereka sebagai makhluk yang hidup abadi.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


Hanya sekedar informasi mengenai alur cerita season 2 ini tidak terlalu banyak konflik pertarungan. Hanya memecahkan beberapa misteri yang belum terungkap saja.

__ADS_1


__ADS_2