Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
2 minggu setelah akhir perang (S1)


__ADS_3

Dua minggu setelah perang berakhir.


Di kediaman Ling Xifeng,


Zhou Shiyue telah pulih dari lukanya, meski tubuhnya masih agak lemah tapi energinya sudah cukup jika hanya sekedar mengurus dirinya sendiri.


Meski penasaran, Ling Xifeng tidak banyak bertanya tentang kejadian dua minggu lalu. Tapi pastinya ia sudah bisa menebak apa yang terjadi di malam itu, apalagi berita tentang Ibukota sudah sampai ditelinganya. Ia tidak bodoh jika hanya mengetahui dan mencerna apa yang terjadi.


“Beruntung kamu masih ingat dengan keberadaan batu jiwa itu”


Ujar Ling Xifeng disela makan siangnya.


“Hm, bagaimana aku bisa melupakannya? Tentu aku tidak akan bisa” sahut Zhou Shiyue sekenanya.


Ling Xifeng tidak menyahut, ia fokus memakan makanannya namun matanya tertuju pada wajah Zhou Shiyue yang tampak familiar. Mirip seseorang namun dia lupa siapa.


“Kenapa sesepuh menatapku terus?” Zhou Shiyue menegur sambil mengangkat alisnya.


“Uhukkk,,,” Ling Xifeng lantas tersedak karena kaget.


“Pelan-pelan” ujar Zhou Shiyue sambil menyodorkan secangkir air.


“Kau membuatku kaget” ujar Ling Xifeng setelah meminum airnya.


“Lagian kenapa kamu melihatku seperti itu?” tanyanya lagi.


“Aku hanya merasa familiar dengan wajahmu, apalagi setelah kau memiliki mata biru itu” jawab Ling Xifeng berterus terang.


“Merasa familiar? Yang kamu maksud itu siapa?” tanya Zhou Shiyue penasaran.


“Entahlah, mungkin dulu aku memiliki teman yang mirip denganmu.” Ujar Ling Xifeng.


Wanita itu mempercepat makannya, lalu pergi dari meja makan. Mungkin dia tak ingin membahas lebih lanjut percakapannya dengan sang murid.


Sedangkan di Ibukota,


Kondisi Ibukota mulai diperbaiki dan ditata ulang, dana yang diberikan Kaisar tidaklah sedikit. Setidaknya itu mampu untuk membangun ulang rumah-rumah penduduk yang sebelumnya hancur di peperangan.


Meski masih ada jejak kesedihan dihati mereka, namun perlahan semua orang mulai kembali menjalani aktivitas. Semua warga yang dipindahkan ke wilayah timur dan selatan kini sudah kembali ke wilayah mereka masing-masing.

__ADS_1


Awalnya para penduduk Ibukota sangat terkejut melihat perubahan yang terjadi, namun mereka mencoba mengikhlaskan yang sudah lewat dan menjalani kehidupan baru lagi.


Di Istana,


“Andai saja aku tau siapa orang itu, aku sangat berterima kasih.” Ujar Song Jixi pada Kaisar.


Benar saja, perempuan itu menceritakan dirinya yang sekarat dan diselamatkan oleh pemuda bertopeng.


Kaisar yang mendengar tuturan sang putri, ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja padahal pikirannya tengah berada diluar Istana.


“Kita memang harus berterima kasih.” Ujar Kaisar seolah sudah mengetahui siapa pemuda bertopeng itu.


Akhir-akhir ini berita musnahnya Sakte Emei dan Sakte Wudang menjadi berita besar dikalangan masyarakat, namun ada satu kabar terpopuler yang lebih banyak tersebar.


Itu tentang seorang pemuda bertopeng yang mereka sebut Pendekar Legenda. Bukan tanpa alasan mereka menyebutnya Pendekar Legenda, itu karena pahlawan Ibukota itu adalah seorang misterius yang tidak diketahui identitas atau bahkan keberadaannya. Makanya mereka menyebutnya Pendekar Legenda.


Tidak hanya di Kekaisaran Han, di negeri-negeri tetanggapun juga mendengar berita tentang perang itu dan pemuda misterius itu.


Di wilayah asing,


Gu Xima dan dua rekannya kini masih terbaring lemah diatas ranjang. Luka mereka benar-benar fatal dan sangat sulit disembuhkan.


Pendekar Mahayana seperti mereka merupakan salah satu dari beberapa pendekar terkuat yang ada di negeri mereka.


Tapi sebelum itu mereka harus mempersiapkan diri mereka lebih dulu apalagi kekuatan pemilik pedang naga tidaklah kecil, bahkan tiga orang pendekar Mahayana saja dibuat tak berdaya olehnya.


Mengenai kapan pastinya mereka menjalankan rencana, mereka akan menunggu satu atau dua tahun lagi. Setidaknya waktu itu akan dihabiskan untuk memperdalam ilmu bela diri dan meningkatkan kekuatan.


Kembali ke Kekasiaran Han.


Keluarga besar Zhou saat ini terlihat sangat sibuk, banyak mata yang mengira keluarga besar itu akan mengadakan pesta dalam beberapa hari kedepan. Kabarnya sih itu berkaitan dengan pesta pelantikkan kepala keluarga, Zhou Lan yang baru saja diangat sebagai Walikota Yiheng wilayah selatan.


Benar saja,


Satu hari kemudian keluarga Zhou itu kini menyebarkan undangan kesetiap daerah tentang perayaan pelantikkan walikota yang akan diadakan tiga hari lagi.


Kaisar sendiri akan jadi tamu istimewa dalam acara tersebut. Zhou Lan mempersiapkan semuanya dengan sebaik mungkin untuk menarik perhatian Kaisar, ia hanya mengharapkan kedudukan yang lebih tinggi lagi suatu saat nanti.


Setelah pulih sepenuhnya, Zhou Shiyue pergi ke Istana untuk melihat kondisi kakaknya, sejak perang berakhir ia belum tau bagaimana kondisi kakaknya itu.

__ADS_1


Tak butuh lama bagi dirinya untuk sampai ditempat tujuan, dengan bantuan naga tentunya.


“Bagaimana kondisimu?” tanya Zhou Shiyue pada sang kakak yang masih bersandar ditempat tidur.


“Lebih baik, kenapa baru menjengukku sekarang? Dan selama ini kau kemana saja, aku tidak melihatmu dalam beberapa minggu terakhir.” Zhou Shen Shi yang overprotektif itu mulai melontarkan pertanyaannya dengan kening mengerut.


“Hmhh, aku pergi berlatih disuatu tempat.” Jawabnya asal.


“Tidak perlu membohongiku, wajahmu itu sangat jelas.” Kesal sang kakak.


“Lagian kemana perginya diriku tidakkan yang terpenting aku masih hidup? Lebih baik tidak perlu bahas yang sudah lalu.” Ujar Zhou Shiyue mengalihkan pembahasan.


Jendral Keempat menatapnya sejenak lalu memutar bola mata jengah sambil menghembuskan nafas kasar. Setelah merasa cukup tenang ia kembali memulai percakapan.


“Apa kau sudah mendengar kabar pelantikkan Zhou Lan?” tanya Zhou Shen Shi.


“Apakah di sudah menjadi Walikota?” tanyanya.


“Ya, itu terjadi satu minggu lalu. Dan tadi aku baru saja menerima undangan pesta perayaannya.” Zhou Shen Shi menjelaskan dengan nada malas dan tak suka.


“Bisakah kita menghentikan jabatannya itu?” Zhou Shiyue bertanya dengan serius.


“Tentu saja, tapi itu tidak mudah. Setidaknya kita harus memiliki bukti kuat yang mampu membuatnya jatuh, masalahnya selama ini publik mengenalnya sebagai pria dermawan dan bijaksana. Bagaimana kita menjatuhkannya?”


“Itu mudah.” Ujar Zhou Shiyue sambil menunjukkan senyum penuh misteri.


“Bagaimana caranya?” ia bertanya pada adiknya itu.


“Serahkan urusan ini padaku, kakak cukup nikmati saja pertunjukkannya.” Ujar Zhou Shiyue dengan senyum kecil.


“Apa itu berhasil?” Zhou Shen Shi mengangkat alis kirinya.


“Percayakan padaku” ujar Zhou Shiyue dengan mantap.


“Lalu kapan pesta itu dimulai?” tanyanya lagi.


“Tiga hari lagi.” Jawab Zhou Shen Shi.


“Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Oh ya konsumsi pil ini, itu akan mempercepat pemulihanmu.” Ia menyerahkah sebuah pil pada kakaknya itu sebelum pergi meninggalkan Zhou Shen Shi.

__ADS_1


“Anak itu! Andai ayah dan ibu melihatnya” ujar Zhou Shen Shi sambil melihat pintu yang sudah tertutup rapat.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🤗🙏🙏 !!!


__ADS_2