Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah? (S1)


__ADS_3

Dihuan menatap Zhou Shiyue sengit, darah segar jatuh dari sudut bibirnya. Ia memegang dadanya yang sakit akibat tendangan Zhou Shiyue.


“Sial!!” ia mengumpat pemuda itu dengan kasar.


“Kau sudah tidak layak” sinis Zhou Shiyue dengan wajah kecewa


“Berhentilah selagi kamu bisa, jangan biarkan pria tua itu menjadikanmu anjing kalau pada akhirnya kamu harus mati demi dia. Dia bahkan tidak peduli pada hidupmu.” Ujar Zhou Shiyue menasehati pria paruh baya itu.


“Kau harus diberi pelajaran, mulutmu bahkan tidak bisa dikendalikan lagi.” Ujar Dihuan mengelak, ia kembali bangkit.


“Kalau begitu terima seranganku terakhirku.” Ujar Dihuan, ia meraih kembali pedangnya dan memegangnya dengan erat.


Tatapannya penuh permusuhan namun entah mengapa ia merasa ada yang mengganjal dihatinya, seolah meminta dia untuk berhenti dan bertobat. Tapi bagaimanapun dia sudah terlanjur jatuh ke jurang yang dalam, meski ia kembalipun pria tua itu tidak akan mengampuninya jika tau dia gagal.


“HIYYAAAAA!!!” Dihuan berteriak keras, berlari kencang sambil menodongkan pedangnya.


Glekk!!!


BRUKKKK!!


Sebilah pedang menancap didadanya, ia memelototkan matanya sambil melihat Zhou Shiyue yang berada tepat didepannya.


Darah segar keluar deras dimulutnya, itu sangat menjijikan. Perlahan lututnya kaku dan ia jatuh berlutut sampai benar-benar ambruk ke lantai.


Zhou Shiyue hanya meliriknya sesaat, lalu ia berjalan mendekati sebuah meja dan menaruk sekantong uang disana. Setelahnya ia pergi tanpa berpamitan pada pemilik kedai.


Pemilik kedai melihat kekacauan itu hanya bisa menangisi kedainya, saat ia melihat Zhou Shiyue pergi meninggalkan kedai ia bergegeas keluar dan tak sengaja melihat sekantong uang diatas meja.


Bibi kedai itu mengambilnya dan memeriksa jumlahnya, ia cukup terkejut melihat puluhan keeping emas. Dalam hati ia sangat berterima kasih pada pemuda yang baru saja pergi itu.


“Dengan uang ini aku bahkan bisa membuka restoran.” Ujar bibi itu sambil memeluk kantong uang itu.


Namun saat matanya tertuju pada mayat Dihuan yang tergeletak begitu saja, ia menunjukkan ekspresi jijik diwajahnya. Tapi mau bagaimana lagi, ia terpaksa menarik mayat itu dan membawanya ke halaman belakang. Dengan kemampuan seadanya ia menggali kuburan untuk mayat pria itu, dan menguburkannya disana.


“Semoga dewa mengampuni dosamu.” Ujar bibi itu menatap kuburan Dihuan, setelahnya ia pergi kembali ke kedai.


Besok paginya di rumah keluarga Zhou.

__ADS_1


BRAAKKKK!!!


Zhou Lan menggebrak mejanya dengan keras, ia terlihat sangat marah setelah mendengar perkataan seorang pengawal yang mengatakan bahwa Dihuan sudah mati disebuah kedai.


Awalnya Zhou Lan tidak percaya, namun dirinya akhirnya percaya saat dia mendatangi langsung pemilik kedai itu.


“Sebenarnya saya tidak tau pasti tuan, hanya saja kemarin orang yang mati itu menyebut nama tuan saat ia bercakap-cakap dengan seorang pemuda.” Jelas bibi pemilik kedai.


“Benarkah? Apa kau tau siapa pemuda itu?” tanya Zhou Lan penasaran.


“Saya tidak tau, yang saya ingat pemuda itu selalu mencemooh orang mati itu. Oh dan ya! Orang mati itu juga menyebut pemuda itu dengan sebutan…” Bibi kedai itu mengelus pelipisnya seolah dia sedang berpikir keras untuk mengingat kejadian semalam.


“Zhou Shiii.. shi apa ya? Saya juga lupa tuan.” Ujar Bibi itu.


“Zhou Shiyue.” Zhou Lan meneruskan perkataan bibi itu dan membuat bibi itu tersenyum lalu mengangguk.


“Ya tuan, orang mati itu menyebutnya Zhou Shiyue.” Ujar bibi kedai.


Tiba-tiba Zhou Lan membisu, ia terpaku ditempat. Pikirannya jauh kemana dan dirinya benar-benar terkejut saat tau siapa penyusup di ruangannya itu.


“Terima kasih atas informasinya bibi, untuk kerugian aku akan menggantinya.” Ujar Zhou Lan dengan sopan, lagipula ia tak ingin namanya tercoreng karena ia baru saja naik jabatan.


Zhou Lan lantas meninggalkan sekantong uang, lalu pergi setelah berpamitan pada bibi pemilik kedai itu.


Ia kembali ke kediaman menaiki kereta kuda, di dalam kereta ia masih bergulat dengan pikirannya. Zhou Shiyue Zhou Shiyue Zhou Shiyue! Nama itu terus terngiang dipikirannya.


“Apa tujuannya?” gumamnya.


Disaat ia masih bingung dirinya dikejutkan oleh sebuah anak panah yang meleset ditiang kereta. Ia hampir melompat karena kaget, penasaran dengan anak panah itu ia langsung mengambilnya. Kebetulan ada kertas yang diikat tali kecil di panah itu.


“Aku kembali, apa kamu menginginkan hadiah?” Zhou Lan membaca isi tulisan dalan kertas itu.


“Apa dia memperingatiku? Dia kembali untuk balas dendam?” gumamnya.


Perasaan cemas menghantuinya, meski pesta sudah dekat tapi dirinya benar-benar dihantui oleh perasaan khawatir. Apa hadiah yang akan diberikan putra dari wanita yang dicintainya itu?


“Dia pasti ketakutan sekarang.” Ujar Zhou Shiyue diatas pohon sambil melihat kereta Zhou Lan.

__ADS_1


“Ini baru awalnya, kamu akan terkejut dengan hadiah yang kuberikan nanti.” Ujarnya dengan senyum jahat.


Beberapa saat kemudian,


Zhou Lan sampai di kediamannya, disana sangat ramai apalagi mengingat pesta akan dimulai dua hari lagi.


Begitu juga di Kota Yiheng, saat ini kota tersebut dipadati dengan banyaknya orang dari wilayah lain yang merupakan tamu pesta Zhou Lan.


Semua tempat seperti penginapan atau restoran dipenuhi oleh mereka, jika datang besok hari kemungkinan besar tidak akan mendapat tempat lagi.


Kaisar sendiri sebagai tamu istimewa ia menginap dikediaman pribadi keluarga Zhou, tentu ruangan yang ia tempati sudah dipersiapkan dengan khusus. Kebetulan ia pergi dengan putrinya Song Jixi saja, karena keluarganya yang lain mengatakan tidak ingin menghadiri pesta karena jauh.


Disana juga ada dua orang jendral, Jendral Ketiga dan Jendral Keempat hadir sebagai pengawal Kaisar. Kaisar tak ingin mengajak semua Jendral karena ia membutuhkan orang kuat untuk berjaga di Istana. Bukan berarti ia mengharapkan datangnya masalah di Istana, ia hanya berjaga-jaga saja.


Kembali ketempat Zhou Shiyue,


Pemuda itu duduk dengan santai diatas dahan pohon besar. Ia bersandar sambil mengipas dirinya dengan sebuah kipas, siulannya yang merdu terdengar merdu membuat beberapa orang anak kecil yang melewati pohon itu menoleh kearahnya.


“Kakak? Apa yang kakak lakukan diatas?” tanya salah satu anak kecil laki-laki.


Zhou Shiyue menghentikan kegiatannya, ia melirik anak kecil itu lalu melompat turun kebawah menghampiri mereka.


“Aku sedang bersantai?apa itu mengganggu kalian?” tanya Zhou Shiyue


“Tidak kak, hanya saja kakak membuat kakak perempuan disana seperti orang gila.” Ujar anak kecil itu menunjuk beberapa gadis muda yang salah tingkah saat Zhou Shiyue melihat mereka.


“Mereka kenapa?” Zhou Shiyue mengernyitkan keningnya.


“Tuan tampan, darimana anda berasal? Bisakah kita berkenalan?” ujar gadis-gadis itu menghampiri Zhou Shiyue dengan senyum malu.


Zhou Shiyue menatap mereka dengan datar, ia bersedekap dada dan pergi tanpa sepatah katapun. Tapi itu terlihat,


“Aaaahhh, dia sangat tampan dan keren.” Ujar para gadis itu.


Zhou Shiyue menghembuskan nafas kesal mendengar gumaman para gadis itu, dengan langkah cepat ia meninggalkan mereka hingga tak tampak lagi dari pandangan.


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🙏🙏 !!!

__ADS_1


__ADS_2