Pendekar Legenda

Pendekar Legenda
Patuah naga putih (S1)


__ADS_3

“Kita sudah sampai” ucap naga hijau, naga itu mendarat di padang salju yang lapang. Ada kolam besar yang airnya berwarna biru cerah didepan mereka.


Zhou Shiyue menebak kolam itu adalah kolam yang ia cari.


“Hei kawan lama, apa kau disana? Keluarlah! Aku ada diluar.” Entah berbicara dengan siapa, naga hijau itu berseru dengan keras.


Tak lama kemudian tempat bersalju itu bergetar hebat hingga.


BRUUUASSSS!!


Air kolam terangkat keatas dan nampaklah naga berwarna putih yang keluar dari dalam air tersebut.


“Apa itu kau hijau?” naga putih itu bergerak cepat menghampiri naga hijau yang tampak menyunggingkan senyum sombong.


“Hahaha, kau bebas lebih lama dariku. Sudah ku duga aku akan menjadi naga pertama yang bebas dari hukuman” ujar naga hijau dengan sombong.


“Apa takdir langit itu ada disini? Tapi tentu saja jika bukan mana mungkin aku bisa bebas.” Ujar naga putih berbicara sendiri.


“Apa kau tidak lihat pemuda yang basah kuyup itu?” Naga hijau melirik Zhou Shiyue yang menunjukkan wajah datar.


“Eh? Apa dia takdir langit itu?” tanya naga putih.


“Hm” naga hijau menjawab sekenanya.


“Bisakah kau keluar tanpa membuat air naik keatas? Aku basah gara-gara kau!” Zhou Shiyue mebgomeli naga putih itu, awalnya ia terkejut tetapi melihat dirinya basah kuyup ia jadi marah apalagi air itu sangat-sangat dingin.


“Aku harap ini terakhir kalinya aku menemukan naga, dulu bagiku naga itu adalah hewan yang berwibawa tapi sekarang aku pikir malah sebaliknya” sinis Zhou Shiyue menatap dua naga besar didepannya, ia juga langsung mengeringkan pakaiannya dengan energi panas.


“Jangan harap, karena masih ada satu naga yang akan kau temui lagi” ujar kedua naga itu bersamaan.


“Kalau kau tidak ada keperluan pergilah!” usir Zhou Shiyue pada naga putih karena merasa naga itu sangat menjengkelkan.

__ADS_1


“Mana bisa, aku juga memiliki nasib yang sama seperti kawanku ini. Kami akan menjadi pengikutmu sampai masa itu berakhir. Dan tidak hanya kami berdua, masih ada satu naga lagi yang akan jadi pengikut terakhirmu.” Ujar naga putih menjelaskan.


“Hah? Aku pikir dewa sedang bercana. Bagaimana bisa tiga naga binatang ilahi bisa menjadi pengikutku yang bahkan belum menembus tahap suci.” Ujar Zhou Shiyue keheranan sambil menggelengkan kepalanya.


“Dengar anak muda, aku memiliki patuah yang harus selalu kau ingat. ‘Diatas langit masih ada langit’ jadi jangan pernah berpuas diri, meski kami binatang ilahi yang kuat bahkan mampu mengalahkan puluhan pendekar mahayana sekaligus kami juga akan tetap kalah jika berhadapan dengan sesuatu yang lebih tinggi dari kami. ” ujar naga putih menasehati.


“Kalian pikir dengan memiliki kalian sebagai pengikutku aku akan bergantung pada kalian? cihh jangan harap, aku tidak akan meminta bantuan jika tidak dalam keadaan mendesak.” Ujar Zhou Shiyue, tetapi ia juga tak membantah nasehat naga putih.


“Ya, terserah kau saja. Tapi sekarang kau harus segera melanjutkan tujuanmu datang kemari, aku tau kau pasti ingin berendam di dalam kolam es abadi kan?” ujar naga putih.


“Bagaimana kau tau?” tanya Zhou Shiyue mengernyit.


“Tentu saja, dulu dewa takdir sebelum menghukumku sudah memberi tauku.” Ujar naga putih.


“Aku sebenarnya penasaran kenapa dewa itu menunjukku sebagai takdir langit, dan aku belum sepenuhnya mengerti tentang arti dari takdir langit itu sendiri.” Ujar Zhou Shiyue merasa hidupnya penuh teka-teki.


Zhou Shiyue pada akhirnya memutuskan untuk melanjutkan tujuan utamanya lebih dulu, daripada memikirkan tentang takdir langit akan membuatnya semakin bingung dan penasaran.


“Baik” Zhou Shiyue tanpa malu melepaskan seluruh pakaiannya dan mulai masuk ke dalam kolam es abadi.


“Jangan lupa cincin penyimpanan itu, dia akan hancur jika kau bawa masuk.” Ujarnya.


“Baik” Zhou Shiyue yang hampir saja melupakan cincin penyimpanan, ia segera melepas cincinnya dan menaruhnya di atas tumpukkan pakaiannya.


Setelahnya ia masuk ke dalam kolam es abadi yang terasa sangat-sangat dingin. Bahkan tubuh Zhou Shiyue menggigil dibuatnya, jika bukan karena kebutuhan ia tak akan pernah masuk ke dalam kolam itu, pikirnya.


Zhou Shiyue pun dengan teknik pernafasan yang sudah ia pelajari, ia berendam di dasar kolam menutup kedua matanya dan mulai menyerap energi disekitarnya. Setelah menyerap 10 inti Kristal hewan roh suci beberapa hari yang lalu, tubuhnya telah berkembang cukup banyak meski belum bisa menembus tahap suci.


Tiga hari telah berlalu. Akhirnya Zhou Shiyue merasakan sensai di dalam tubuhnya, rasa dingin menusuk jantung itu membuatnya hampir mati karena jantung yang hampir berhenti berdetak akan tetapi berkat bantuan inti Kristal yang ia serap ia mampu menahan enegi dingin yang berlebih masuk ke dalam tubuhnya hingga.


BBOOMMMMMMM!!!!

__ADS_1


Air kolam naik keatas akibat ledakan yang diakibatkan oleh Zhou Shiyue yang saat ini sudah selesai berendam didasar kolam. Pemuda itu berenang keluar kolam dengan santainya. Saat ia tiba di daratan ia mendekat kearah dua naga bertubuh kecil yang sedang menunggu kedatangannya.


“Matanya sudah menjadi biru dan auranya sudah terpancar aura naga langit. Tak banyak orang yang bisa mengalahkannya di dunia manusia ini.” Ujar naga hijau sambil memandangi pemuda gagah yang berjalan kearah mereka.


“Tapi sekarang dia belum cukup kuat untuk menghentikan kekacauan yang mungkin akan terjadi beberpa bulan lagi.” Ujar naga putih menyahuti.


“Maka dari itu ia harus cepart mencapai tahap suci agar bisa meneruskan kultivasi ke tahap Mahayana.” Ujar naga hijau.


“Apa yang kalian bicarakan?” tanya pemuda gagah itu saat sampai di hadapan kedua naga.


“Tidak ada, sebaiknya kenakan pakaianmu dulu” ujar naga hijau sambil memalingkan pandangannya.


Zhou Shiyue hanya mengernyit lalu memakai pakaian yang ada di depannya, tak lupa ia juga menyematkan cincin penyimpanan yang merupakan wadah seluruh hartanya.


“Siapa diantara kalian berdua yang akan masuk ke dalam ruang penyimpanan? Karena aku hanya menggunakan salah satu dari kalian untuk mengantarku ke wilayah timur.” Ujar Zhou Shiyue


“Aku saja” ujar naga putih


“Baiklah, kalau begitu naga hijau yang akan mengantarku” ujar Zhou Shiyue, ia pun mengirim naga putih ke dalam cincin penyimpanannya.


“Ayo naik, aku akan mengantarmu dalam beberapa menit.” Ujar naga hijau membuat Zhou Shiyue menatap curiga naga itu.


‘beberapa menit? Bahkan aku membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan untuk sampai ditempat ini, apakah secepat itu untuk melewati suatu wilayah?’ tanyanya pada diri sendiri.


“Tidak perlu berpikir yang macam-macam, aku akan mengantarmu dengan selamat ke dasar gunung api abadi itu.” Ujar naga hijau seolah bisa menebak pikiran Zhou Shiyue.


“Darimana kau tau aku akan kesana?” tanyanya


“Bukankan seharusnya kau tidak perlu bertanya lagi?” bukannya menjawab. Naga hijau malah memandang bodoh Zhou Shiyue.


“Sudahlah, sebaiknya antar aku sekarang.” Ujar naga Zhou Shiyue yang tidak ingin memperpanjang masalah mengingat sifat naga hijau yang berbanding balik dengan sifat naga putih yang baik hati.

__ADS_1


Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!


__ADS_2