
Haii guys 🤗🤗!!!
Comeback lagi dengan Pendekar Legenda Ya? Hihihi !!!
Bagaimana pendapat kalian tentang novel ini? Tolong tuliskan segala pendapat kalian di bawah kolom komentar ya, guys!!!
Nah, jangan lupa Vote dan +ke favorit kalian hehehe…
Happy Reading!!!
2 minggu setelah festival bulan merah.
Para warga yang menjadi korban sudah pulih dari trauma mereka. Bagi warga Kota Yuhan yang kehilangan rumah beserta isinya sudah mendapat sumbangan dan bantuan dari Kaisar dan warga kekaisaran dari wilayah lain.
Kali ini Kota Yuhan harus bangkit kembali untuk menciptakan kembali Kota Yuhan seperti dulu. Dilihat dari raut wajah para penduduk Kota Yuhan nampak mereka mulai berusaha untuk melupakan pristiwa hari itu, hari dimana mereka kehilangan anggota keluarga mereka.
Disisi lain Kaisar yang sudah berada di istana beberapa yang lalu kini sedang melakukan pertemuan di aula istana.
Ada para ketua sakte besar aliran putih yang juga hadir disana, para pejabat kota seperti Jing Shima dan yang lainnya juga turut mengikuti pertemuan, disana juga ada 4 Jendral Kekaisaran, dan ada satu pemuda yang turut duduk di bangku pertemuan dia adalah pemuda yang menemani Kaisar berjuang hidup dan mati, Zhou Shiyue.
“Baik karena semua sudah berkumpul, saya akan memulai pertemuan. Yang pertama saya ingin berterima kasih dengan tuan?” Kaisar melirik Zhou Shiyue karena tidak tau nama pemuda itu.
“Shiyue.” Ucap Zhou Shiyue, ada seorang pemuda gagah yang duduk dibangku lain sedang menatapnya dengan mata menyipit.
‘Shiyue?’ batin orang itu.
“Baik, terima kasih banyak tuan Shiyue. Kamu memiliki jasa besar dalam hidupku, aku tidak akan pernah melupakannya seumur hidupku.” Ucap Kaisar dengan tulus.
“Tidak perlu berlebih Yang Mulia, saya hanya melakukan apa yang harusnya saya lakukan.” Jawab Zhou Shiyue.
“Tidak, aku akan tetap menganggap kebaikanmu adalah budi yang harus aku bayar.” Sarkas Kaisar.
“Baiklah kalau begitu terserah pada anda” sahut Zhou Shiyue.
“Aku seperti mengenalnya.” Bisik seorang pemuda ke teman disampingnya.
“Memangnya siapa dia?” tanya kawannya itu.
“Entahlah, aku hanya merasa dia seperti adiku.” Ujar pemuda itu.
“Coba kau bicara saja dengannya.” Ujar kawan disampingnya.
“Aku akan membicarakannya nanti.” Ujar pemuda itu.
“Yang kedua aku ingin menyampaikan bahwa tiga sakte sesat itu kembali muncul setelah beberapa tahun tidak menampakan diri.” Ujar Kaisar.
“Kami tau yang mulia, hanya saja sekarang apa yang akan dilakukan terhadap mereka?” tanya Zhi Ruei, ketua sakte Emei.
“Benar yang mulia, kita tidak bisa membiarkan tiga partai itu kembali membuat masalah yang lebih besar dari kemarin.” Sahut Yi Zhang He selaku wakil dari ketua sakte Gunung Bunga Persik karena sang ketua tidak bersedia untuk hadir.
__ADS_1
(Yi Zhang He adalah wakil ketua sakte dan merupakan kakak dari Yi Heng)
“Untuk saat ini kita tidak bisa berbuat banyak mengingat markas mereka yang tersembunyi. Jika boleh memberi saran, sebaiknya para sakte besar aliran putih membentuk aliansi, barulah setelahnya mencari lokasi markas mereka dan meruntuhkan mereka dalam satu kali serang.” Jawab Kaisar.
“Baik yang mulia, saya setuju dengan saran yang anda berikan.” Jawab Yun Yilan, ketua sakte Wudang.
“Saya juga setuju” sahut Bing Qiuran, ketua sakte Gunung Es Utara.
“Saya juga” sahut Shi Ruei dan Yi Zhang He bersamaan.
“Baik, karena semua sudah setuju maka perencanaan pembentukan aliansi akan kita bahsa di pertemuan selanjutnya bulan depan.” Ucap Kaisar yang langsung diangguki oleh mereka.
“Sekarang untuk para Jendral kalian bertugas untuk mengatur kelompok yang berjumlah 100 orang untuk ditugaskan berjaga di wilayah timur,barat,selatan, dan utara.” Ucap Kaisar.
“Baik Yang Mulia!” jawab para Jendral bersamaan.
“Pertemuan hari ini selesai, silahkan beraktivitas kembali.” Ucap Kaisar membuat semua orang beranjak pergi meninggalkan ruang pertemuan.
“Shiyue kemari!” panggil Kaisar kepada Zhou Shiyue yang ingin keluar.
“Iya, kenapa?” tanya Zhou Shiyue tidak seformal tadi.
“Ayo ikut aku sebentar” ajak Kaisar dengan formal sambil berjalan menuju sebuah ruangan yang berisi barang-barang berkualitas tinggi.
“Kau tertarik? Kau bisa mengambilnya!” ujar Kaisar saat menyadari tatapan Zhou Shiyu mengarah kemana.
“Tidak Kaisar, aku hanya tertarik tapi tidak berminat.” Ujar Zhou Shiyue dengan cepat.
“Yakin tidak mau pil regenerasi? ” ujar Kaisar mengiming-imingi Zhou Shiyue.
“Tidak, sungguh tidak ingin.” Ujar Zhou Shiyue.
“Lagipula aku tidak rela memberikannya padamu haha” kekeh Kaisar membuat Zhou Shiyue memutar bola mata jengahnya.
‘dasar kaisar sialan!’ umpatnya dalam hati.
“Lalu untuk apa kau membawaku kemari?” tanya Zhou Shiyue
“Kenapa kau selalu berbicara formal padaku, apa kau tidak tau aku ini kaisar, kaisar penguasa wilayah benua selatan.” Ujar Kaisar sambil mengernyit.
“Oh, aku merasa itu biasa saja.” Ujar Zhou Shiyue dengan malas membuat Kaisar ingin menangis mendengarnya.
“Hmh, terserahlah. Sekarang aku mau menunjukan sesuatu padamu” ujar Kaisar sambil berjalan mendekati sebuah peti kayu.
__ADS_1
Ia membuka peti kayu itu perlahan, nampaklah sebuah pedang dengan sinar biru didalamnya.
Tentu saja ekspresi Zhou Shiyue tidak bisa di deskrepsikan lagi itu membuktikan bahwa ia benar-benar mengagumi benda itu.
“Pedang ini namanya pedang naga, pedang yang pernah berada di puncak di generasiku.” Ujar Kaisar.
“Jika sekarang generasi keempat maka generasimu yang keberapa?” tanya Zhou Shiyue.
“Tentu saja generasi ketiga, karena generasi kedua ibuku saja belum lahir apalagi aku” kekeh Kaisar.
“Iya juga ya” sejenak Zhou Shiyue menjadi linglung karena merasa bodoh.
“Pedang ini sama berharganya dengan nyawaku, karena pedang ini berhasil membuatku menjadi Kaisar. Tapi sekarang karena banyak yang mencari pedang ini maka aku menyimpannya disini, dan ruang ini juga hanya kau dan aku yang mengetahuinya.” Ujar Kaisar.
“Hah? Lalu apa alasanmu mempercayaiku dengan membawaku kesini?” tanya Zhou Shiyue.
“Entahlah, tapi naluriku berkata aku harus membawamu kesini.” Ucap Kaisar dengan tatapan penuh arti.
“Sekarang pedang naga ini milikmu.” Ucap Kaisar lagi membuat Zhou Shiyue terlonjak kaget.
“Yang benar saja? Bukankah katamu pedang ini banyak yang mengincarnya? Kenapa kau berikan padaku?” tanya Zhou Shiyue.
“Aku percaya kamu akan menggunakannya dengan baik, anggap saja pedang ini sebagai hadiah.” Ujar Kaisar
Mau tidak mau Zhou Shiyue menganggukkan kepalanya tanda ia menerima pedang itu.
Dengan rasa penasarannya Zhou Shiyue mengambil pedang itu tapi sayang ia terpental beberapa meter setelah memegang pedang tersebut.
“Mph…maaf aku lupa memberitahumu, pedang ini hanya bisa digunakan oleh pendekar tingkat suci dan pemiliknya.” Ucap Kaisar berusaha menahan tawa.
“Kau harus melakukan kontrak darah dulu.” Ujar Kaisar.
Zhou Shiyue bangkit kembali mendekati pedang itu sambil merengutkan keningnya kearah Kaisar. Ia melukai tangannya lalu meneteskan darah keatas pedang naga.
Hingga selang beberapa saat bayangan naga keluar dari tubuh Kaisar lalu masuk ke dalam tubuh Zhou Shiyue.
“Itu tadi apa?” tanya Zhou Shiyue.
“Itu tanda kepemilikan telah berganti dan leluhur juga menyetujinya. Ingat setelah kau memiliki pedang ini kau akan selalu berada dalam bahaya karena banyaknya orang yang mengincar pedan naga. Tapi jika kau tidak menunjukan keberadaannya maka bahaya tidak akan terus-terusan menjemputmu.” Ujar Kaisar dengan wajah serius.
“Baiklah” Zhou Shiyue menyentuh kembali pedang naga dan itu berhasil membuat sudut bibirnya tertarik keatas.
“Sekarang sudah selesai, kau bisa pergi melanjutkan petualanganmu.” Ujar Kaisar sambil tersenyum hangat.
Zhou Shiyue pun menyimpan pedang naga ke dalan cincin penyimpanan, lalu pergi setelah berterima kasih pada Kaisar.
__ADS_1
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan !!!