
Dirumah keluarga Zhou.
Hari sudah gelap, tapi di rumah itu masih terlihat ramai dengan dengan berbagai kegiatan. Banyak orang lalu lalang untuk mengurus persiapan pesta perayaan nanti.
“Jangan ada kesalahan sedikitpun, ingat sebelum acara selesai tidak boleh ada masalah yang muncul.” Ujar Zhou Lan datar pada seorang pengawal pribadinya yang bertanggung jawab atas keamaan di rumah itu.
“Baik tuan.” Jawab Dihuan.
“Sekarang suruh para pelayan beristirahat dan lanjutkan pekerjaan mereka besok siang. Jangan lupa jaga ketat semua persiapan pesta!” ujar Zhou Lan tegas.
“Baik, kalau begitu saya pergi dulu untuk mengurusnya.” Ujar Dihuan.
Zhou Lan hanya mengibaskan tangannya, Dihuan langsung pergi setelah melihat aba-aba dari tuannya.
“Hmh, beberapa hari ini sangat melelahkan.” Ujar Zhou Lan sambil memijit pelipisnya.
“Oh benarkah?”
Seseorang tiba-tiba menyahuti perkataannya, dan tentu itu membuat Zhou Lan kaget luar biasa. Ia bahkan hampir melompat dari tempat duduknya, sayangnya sebelum ia melihat wajah orang itu ia pingsan lebih dulu oleh bius orang itu.
“Sudah lama aku tidak melihat wajah angkuhmu ini.” Gumam orang itu dengan senyum jahat diwajahnya.
Pasti beberapa kalian bisa menebaknya bukan? Dia Zhou Shiyue, Pendekar Legenda kita.
Zhou Shiyue lantas mengunci pintu ruangan itu, dan membiarkan Zhou Lan begitu saja diatas kursi.
Zhou Shiyue mulai fokus pada tujuan utamanya, ia memeriksa setiap sudut dan tempat yang mungkin ada bukti didalamnya. Sebenarnya ia bisa langsung membunuh pria tua itu, namun ia tak ingin kematiannya begitu mudah. Ia ingin membuat pria itu merasakan sakitnya dihina, diabaikan oleh orang lain, dan perlakukan buruk oleh orang lain meski dirinya berusaha melakukan yang terbaik sekalipun.
Ia menemukan beberapa bukti yang menurutnya cukup untuk menjatuhkan pria itu, tapi ia masih belum puas dan kembali mencari semua bukti yang bisa didapat.
Sampai tak sengaja dia menemukan sebuah kotak kayu segi empat dengan energi spiritual yang menguncinya. Zhou Shiyue mengernyitkan keningnya, ia lantas langsung menyimpan kotak itu kedalam ruang penyimpanan karena waktunya sudah tidak banyak.
Tokkk tokk tokk..
Pintu diketuk dari luar, Zhou Shiyue meliriknya lalu dengan cepat membereskan semua barang yang sudah berantakkan.
Setelahnya ia keluar dari jalan rahasia milik Zhou Lan, ayah angkatnya itu. Mungkin pria itu tidak tau bahwa Zhou Shiyue sudah mengetahui tentang pintu rahasia miliknya.
“Tuann!! Apakah anda didalam? Tuannn!!!” Dihuan mulai berteriak karena tak mendapat balasan dari sang majikan.
“Kenapa kak?” pengawal lainnya bertanya pada pria itu yang terus berteriak.
__ADS_1
“Tuan Lan tidak merespon, aku khawatir terjadi sesuatu padanya.” Ujar Dihuan.
“Kalau begitu kita buka paksa saja pintu itu.” Saran pengawal tadi.
“Baik.” Dihuan yang panikpun hanya bisa menurut dan tak memikirkan konsekuensinya.
Saat mereka ingin mendobrak pintu, terdengar bunyi kunci terbuka dari dalam. Dan pintupun terbuka.
“Apa yang ingin kalian lakukan?” Zhou Lan mengeutkan keningnya melihat Dihuan ingin menendang pintu.
“Maaf tuan, tadi saya memanggil tuan berkali-kali dan tidak ada jawabban sama sekali. Jadi saya berpikir negatif lalu memutuskan untuk membuka paksa pintu.” Ujar Dihuan menjelaskan.
“Sebenarnya telah terjadi sesuatu…” Zhou Lan menghembuskan nafas beratnya, lalu ia melirik pengawal tadi.
Dihuan yang mengerti langsung menyruh pengawal yang menyarankannya tadi untuk meninggalkan dirinya dan majikannya itu.
Zhou Lan an Dihuan pun masuk ke dalam ruangan. Disana mereka berdua duduk bersebrangan dengan wajah Zhou Lan yang terlihat cemas.
“Seseorang menyusup kesini dan membuatku pingsan, tapi anehnya tidak terjadi apapun pada tubuhku dan tidak ada kekacauan sedikitpun.” Ujar Zhou Lan membuat Dihuan mengernyit heran.
“Seorang penyusup yang tidak melakukan apapun? Itu terdengar aneh” ujar Dihuan merasa ganjal
“Maka dari itu aku ingin merahasiakan hal ini dari semua orang, dan untuk masalah ini tolong selidiki penyusup itu dan apa tujuannya. Ikuti jejak yang ada.” Ujar Zhou Lan sambil melirik jejak alas kaki yang tampak kotor diatas lantai.
“Baik, aku akan mengurusnya sekarang.” Ujar Dihuan sambil memberi hormat.
Melihat kibasan tangan majikannya, Dihuan langsung pergi keluar ruangan untuk menyelidiki apa yang terjadi.
“Mungkin penyusup itu tidak tau kalau lantai ruangan tuan terbuat dari bahan khusus yang memiliki aroma menyengat.” Ujar Dihuan sambil tersenyum sinis.
Dihuan mencium aroma kayu khas lantai ruangan Zhou Lan, ia berpikir penyusup itu berada tak jauh dari tempatnya.
Tak jauh dari tempat Dihuan,
Zhou Shiyue dengan santai menikmati ikan bakar disebuah kedai yang masih buka di Kota Yiheng. Meski sudah gelap, beberapa kedai, restoran, atau penginapan masih buka untuk menyambut pelanggan mereka.
“Sudah lama aku tidak di makan, ikan ini cukup lezat.” Gumamnya disela makannya.
Sayang sekali disaat ia sedang asik makan, seseorang melemparkan sebuah kendi kekepalanya.
“Kasihan sekali kendi itu” ujarnya dengan senyum getir melihat kendi itu hancur lebur.
__ADS_1
Ia tak peduli dan terus melanjutkan makanan, tak lama kemudian.
Siuuttttt…
Sebuah panah meleset cepat kearah pelipisnya, namun…
HAPP…
Zhou Shiyue menangkapnya tepat waktu dengana tangan kiri, sedangkan tatapannya tetap fokus pada makanannya. Tangan kanannya tak berhenti menyuap makanan yang lezat itu.
“Tidak menyangka, penyusup itu adalah tuan muda Zhou Shiyue.” Ujar Dihuan yang mengenali pemuda itu.
“Sejak kapan paman jadi pengecut? Apa Zhou Lan tua itu mengajarimu untuk menyerang dari belakang?” sinis Zhou Shiyue saat ia selesai makan, ia duduk santai menghadap Dihuan yang berdiri tak jauh darinya.
“Jaga ucapanmu!” Dihuan berteriak marah.
“Ciihh, seekor anjing ternyata marah.” Sinis Zhou Shiyue.
“Kauuu!!” Dihuan berteriak, ia ingin melayangkan serangan namun ia kembali teringat tentang tujuannya.
“Kenapa kau menyusup ke rumah Zhou?” ujarnya tanpa basa-basi.
“Sebenarnya aku tidak ingin memberitahumu, tapi kali ini aku sedang baik hati pada orang yang umurnya akan habis.” Sinisnya lagi membuat hidung Dihuan kembang kempis karena marah.
“Aku kesana untuk mengambil ini.” Zhou Shiyue menunjukkan sebuah kotak persegi dari ruang penyimpanannya.
Dihuan tidak percaya, lagipula ia tidak tau kalau kotak itu milik tuannya atau bukan. Yang ia tau saat ini Zhou Shiyue membohonginya.
“Berdiskusi denganmu hanay membuang-buang waktu.” Ujar Dihuan yang sudah habis kesabaran.
“Ya sudah tidak percaya,” ujar Zhou Shiyue malas.
Dihuan yang berada di tingkat Kaisar, ia mengerahkan jurus-jurusnya. Tapi tak ada satupun jurus yang bisa menyentuh pemuda itu.
“Kemampuanmu sangat menurun, dulu aku mengagumimu karena sangat menyukai tinju baja milikmu. Tapi sekarang aku rasa kau tidak layak” cemooh Zhou Shiyue sambil menunjukkan wajah yang seolah sedang kecewa.
“Beraninya!” Dihuan semakin marah, ia lantas mengambil pedangnya dan meleset menyerang Zhou Shiyue.
Sayangnya Zhou Shiyue menatapnya dengan tatapan tenang tanpa rasa sakut membuat Dihuan ingin menjerit dalam hati.
Dihuan dihempaskan begitu saja, menabrak dinding dan menghancurkan barang-barang disekitar.
__ADS_1
“Oh kedaiku” bibi pemilik kedai itu menjerit dalam hati, ia masih bersembunyi dibalik pintu.
Jangan lupa baca episode selanjutnya kawan-kawan🤗 !!!