Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 1


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Ada apa, Ma?”


“ Nggak apa-apa, Pa. Ini lho Isa dapat juara pertama lagi”


“ Wah… Kalo gitu bagus dong. Kamu mau hadiah apa, Sa? Papa hari ini luang nih. Mau jalan-jalan?”


“ Mama ikut dong. Boleh kan, Pa?”


“ Boleh kok. Kan kita sebut liburan keluarga aja”


“ Iya, Pa aku pengen ke Pantai Selia bareng-bareng!”


Pagi itu aku, Mama, Papa berunding kemanakah kami akan pergi hari ini. Mumpung Papa ada waktu luang katanya. Setelah beberapa waktu akhirnya kami memutuskan untuk ke Pantai Selia.


Karena aku dapat juara pertama jadi untuk kali ini aku yang memutuskan kata Papa. Kami langsung bersiap-siap untuk berangkat. Dan beberapa menit kemudian kami sudah berada di dalam mobil.

__ADS_1


Papa mulai menginjakkan kakinya di pedal gas. Dan kami pun berangkat! Di perjalanan Papa menyetel music kesukaannya. Mama mulai menyanyi bersama Papa.


Aku yang tidak hapal dengan lagunya pun hanya terdiam dan tertawa sembari memperhatikan tingkah senang mereka. Setelah lelah memperhatikan mereka akupun tertidur di dudukan mobil yang empuk itu.


Kami sudah sering jalan-jalan seperti ini. Kadang Mama yang ingin jalan-jalan karena bosan di rumah. Aku hanya bisa mengikuti kemauan mereka berdua.Tetapi kadang-kadang Papa juga memintaku untuk memberikan keputusan.


“ *Nak? Kamu anak itu kan?”


“ Hah? Anda siapa?”


“ Syukurlah kamu bersama makhluk yang sayang padamu. Begitupun aku sudah bahagia*”


Aku langsung menengok keluar jendela dan membukanya. Lautan biru membentang. Bau asin yang khas. Perasaan dalam hatiku mulai bergejolak. Perasaan ingin menyentuh air asin itu.


Memainkannya. Mama langsung membuka pintu mobil dan mengeluarkan barang-barang untuk diletakkan di bawah pohon dekat pantai itu. Aku yang tidak sabar langsung keluar dan menerjang ombak pantai kala itu.


Mama dan Papa hanya tersenyum melihatku. Suasana sejuk di pagi hari itu. Merefresh otakku yang sedari kemarin panas melihat angka-angka di atas kertas.

__ADS_1


Saat itu pantai sangat sepi. Karena terletak di tempat terpencil jadi tidak banyak yang tahu keberadaannya. Suasana pantai pun jadi nyaman, asri dan bersih.


Aku mulai menggerakkan tanganku diam-diam. Air asin itu sedikit demi sedikit mengikuti arah gerak tanganku. Aku mulai tersenyum dan tertawa melihat itu.


“ Isa? Kamu lagi apa?”


“ *Seketika air yang bergumpal di udara itu mulai hancur berantakan dan menyatu dengan ombak yang datang*”


“ Kamu main air yah? Awas lho nanti ada hiuuu”


“ Hahaha… Mama ini ada-ada aja”


“ Ya udah jangan kelamaan mainnya. Kalo udah nanti kesana yah. *menunjukkan tempat yang dia maksud dengan jari telunjuknya yang lentik*”


Aku yang terkejut dengan keberadaan Mama pun mulai merasa lega. Fiuhh… Untung saja tidak ketahuan Mama. Kalo ketahuan bisa jantungan dia. Ah sudahlah lebih baik aku ke tempat Mama dan Papa.


Kami makan bersama-sama di bawah pohon yang rindang itu. Sesekali angin sepoi-sepoi meniup pelan. Kami juga bercanda riang bersama. Papa juga sesekali mengeluarkan triknya untuk menjaili Mama.

__ADS_1


Aku sudah merasa baik dan tenang setelah melaksanakan Tes ulang yang di adakan di akhir masa pelajaran itu. Tidak ada lagi beban di dalam hatiku untuk saat ini.


__ADS_2