Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 59


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Hei? Apa kau dengar tentang taruhan yang terjadi di antara seorang lelaki dan seorang gadis itu?”


“ Ya… Aku mendengarnya! Aku rasa taruhan ini tidak seimbang…”


Semua orang di Desa ini sudah mengetahui tentang taruhan yang kulakukan dengan si Pak Tua yang pemarah itu. Yah… Aku memang merasa ini sedikit terlalu gegabah…


Tapi inilah aku… Aku adalah Raisa. Seorang Putri yang tersembunyi dari Kerajaan Elf Hijau. Dengan ini aku bisa bebas melakukan apapun yang aku mau. Dan semua itu… Hanya aku yang akan menanggung resikonya.


“ Javier? Apa kau mau makan? Aku akan mengajakmu makan… Ayo! Oh… Apakah kau juga mau ikut, Dessy? *menoleh kearah Dessy*”


“ Uhm… Dessy akan membereskan kamar saja, Nona… Nanti Dessy akan menyusul…”


“ Ya sudah… Aku pergi ya… Dahh *melambaikan tangan dan menggandeng Javier*”


Aku sampai di salah satu tempat makan kecil. Yang membuat beberapa makanan enak menurutku. Aku lihat Javier masih dihantui kecemasan. Hal itu terlihat jelas dengan raut wajahnya yang kusut.


“ Hei… Aku rasa gadis itu yang ini ya?”


“ Aku rasa iya… Dia bertaruh dengan orang yang badannya 3 kali lipat darinya”


“ Javier? Apa kau tidak mau makan?”


“*Menatap Raisa cemas*”


“ Hahaha… Jangan cemaskan aku… Makan saja… Aku tidak akan kenapa-napa”


“*Menyantap makanan dengan pelan seperti tidak nafsu*”


“ Javier? Apa kau ingin mengetahui sesuatu?”


“*Menatap Raisa kebingungan dan memiringkan kepala*”


“ Aku menggunakan ini agar tidak mendengarkan perkataan mereka… *memakaikan sumbat telinga pada Javier*”


“*Menatap Raisa dengan ekspresi terkejut*”


“ Pfftt… Apa kau begitu terkejut?”


Aku dan Javier sarapan dengan tenang tanpa memperhatikan omongan para orang-orang yang banyak omong itu. Untungnya aku membuat beberapa sumbat telinga, tidak kusangka ternyata memang berguna.


“ Dessy… Lihat apa yang kubawa…”


“ Oh… Nona? Apa itu?”


“ Kau pasti lelah, kan? Aku membawakanmu beberapa makanan… Kau makanlah dulu… Aku akan tidur siang… Aku sangat lelah… *merengganggkan tubuh*”


“ Nona? Apa kau lupa? Kan hari ini Nona ada taruhan…”


“ Oh iya… Nanti saja bangunkan aku, ya”


“ Tapi Nona… Haeh… Ya sudahlah…”


Aku sungguh lelah mengajak Javier keluar untuk berjalan-jalan. Dan akhirnya aku memutuskan untuk beristirahat. Meskipun Dessy sudah melarangku. Tapi bagaimana lagi… Aku benar-benar lelah…


Dan benar saja. Aku terlambat berangkat ke arena yang ditentukan. Aku benar-benar membutuhkan tidur lebih lama lagi. Aku ini hanya ingin tidur! Bukan ingin bertarung!


“ Dimana gadis sialan yang menantangku? Hahaha! Apakah dia takut lalu tidak berani datang kemari? Dasar gadis penakut! Pengecut! Lemah! Hahaha…”


“ Hoaem… Apa kau menungguku pak tua? Padahal aku ingin lanjut tidur…”


“ Kemarilah gadis kecil! Biar aku bantu kau agar dapat tidur selamanya! Hahaha…”


“ Hei? Apa kau mau bertaruh? Aku rasa gadis kecil itu tidak akan menang…”


“ Aku rasa gadis kecil itu akan menang. Aku merasa gadis itu cukup hebat…”


Cih… Dasar sombong… Bertarung dengannya saja aku sudah merasa jijik. Mungkin setelah ini aku akan langsung mandi kembang tujuh rupa untuk menghilangkan rasa jijikku ini. Dan juga…


Sebenarnya aku tidak berniat untuk menang.


“(Dia ini pria yang cukup tangguh. Jika aku bisa menahan serangan pertama dan kedua dia pasti akan mengeluarkan senjata pamungkasnya. Dan jika aku pura-pura terkena pasti akan sangat sakit… Lebih baik kalah di pukulan kedua saja… Hehehe)”


Pak tua itu mengeluarkan pukulan pertamanya. Aku menangkisnya dengan sangat mudah. Lalu dia mengeluarkan pukulan keduanya yang hampir mengenai perutku.


Pukulannya benar-benar kuat! Aku hampir bisa terkena pukulannya yang bertubi-tubi itu. Mungkin jika aku tidak bisa menghindarinya sedetik saja maka aku sudah akan mati.


“ Huh… Huh… Sepertinya aku sudah meremehkanmu gadis kecil… Dan aku rasa ini saatnya aku mengeluarkan senjata pamungkasku”


“(Hehe… Ini dia…) *menyeringai lebar*”


Pak tua itu meluncurkan tinjunya yang pertama. Aku sempat menghindarinya. Tapi dia meluncurkan tinju yang lain. Sial! Ternyata tinju yang pertama itu hanya sebagai pengecoh saja!


“ Ugh… *memegang bagian perut*”


“ Hahaha! Kau sungguh gadis yang lemah!”


Dia melayangkan tinjunya yang terakhir, seperti yang aku perkirakan. Aku harus menggunakan kesempatan ini untuk mengecohnya. Aku merasakan rasa amis di bibirku.


“ Nonaaa!!! *berteriak kearah Raisa yang sudah tergeletak lemah*”


“*Tersenyum kearah Dessy dan yang lainnya*”


Hal yang sangat ingin kulihat adalah bagaimanakah reaksi dari Javier? Anak kecil yang masih sangat polos… Tidak tau apa-apa. Yang masih terlalu kecil untuk melihat dunia yang besar dan luas.


Untuk membawa seorang anak kecil yang polos bersamaku. Tentu saja aku harus mengetahui apa kelebihannya. Dia adalah anak yang hebat sebenarnya. Hanya saja aku harus mencoba mengeluarkan harimau yang terkurung di dalam dirinya.


“*Menerobos masuk ke arena dan menghampiri Raisa*”

__ADS_1


“ Oh? Kau kemari? Kenapa kau kemari? Disini sangat berbahaya… Kau lebih ba- Ugh… *darah keluar dari bibir Raisa dan ia tetap mencoba untuk tersenyum kepada Javier*”


“ Ra… I… Sa… Ra… I… Sa… Aku akan membunuh siapapun yang menyakiti Raisa… Argghhhh!!!! *berteriak dengan kencang*”


“(Hmm… Kekuatannya sungguh besar… Tidak sia-sia aku membawanya… Ugh…)”


Aku sudah terlalu banyak kehilangan darah. Yang kulihat hanya angina topan yang menghisap pak tua itu dari tempatnya. Sepertinya dia masih belum bisa menguasai kekuatannya.


“*Mencoba menggenggam tangan Javier*”


“ Raisa… Maafkan aku… Hiks…”


“ Sudahlah… Tidak… Ugh… Apa-apa… Aku baik-baik… Saja…”


Rasa ingin tauku sudah terbayar meskipun harus masa ingin tauku sudah terbayar meskipun harus membayar dengan harga yang sedikit mahal. Tapi dengan begini aku bisa mengetahui apa yang ingin aku ketahui. Hehe…


Meskipun sebenarnya kami akan sampai di Kerajaan Angin Selatan satu hari lagi. Tapi sepertinya kami akan sampai lebih dari waktu yang sudah diperkirakan itu.


“ Raisaaa!!! Kau sangat ceroboh! Sebenarnya apa yang kau coba lakukan?”


“ Aku hanya ingin bermain-main sebentar… Hehehe…”


“ Kau ini! Benar-benar bodoh! Kau membuatku khawatir tau!”


“ Hehe… Oh iya! Dimana Javier?”


“ Oh… Anak itu sedang menyiapkan sesuatu. Katanya ingin memberikan kejutan untukmu saat kau bangun!”


“ Hmm? Benarkah?”


“*Menganggukkan kepala*”


Saat aku masih berbincang dengan Selia dan Dessy. Javier masuk dengan wajah malu-malu kucing dan peluh di kening. Aku sedikit heran dengan tingkahnya yang aneh.


Xion, Leo dan Fernand masih beristirahat di kamar mereka. Entah kenapa mereka tiba-tiba sangat sering tertidur seperti itu. Apakah perjalanan ini memang begitu melelahkan?


“ Ra… Raisa… Apa kau ingin menerima ini… *memberikan sesuatu*”


“ Hah? Ini sangat imut! Apa kau yang membuatnya sendiri?”


“*Menganggukkan kepala dengan pelan*”


“ Sepertinya kau lelah membuat ini… Bagaimana jika aku traktir kau makan ikan? *mengatakan sambil mengelus kepala Javier*”


“ Be… Benarkah?!”


“ Hahaha… Iya… Apakah kalian mau ikut juga?”


“ Hmm… Kalian berdua saja…”


“ Baiklah…”


“ Raisa… Apa kau tau… Aku merindukanmu tau… Kau hanya memperhatikan kucing kecil itu… Tidak pernah bersamaku… Aku sangat sedih… Hik… *cegukan*”


“ Leo… Fernand? Kenapa dia seperti ini?”


“ Emh… Itu… Dia seperti itu karena terlalu banyak minum… Kami sudah melarangnya tapi dia tetap bersikeras”


“ Javier… Kau duduk di samping Kak Leo dan Fernand ya… Aku akan mengantar Xion kembali ke penginapan dulu. Oh iya! Ini… Aku berikan padamu… Leo… Fernand… Jika dia menginginkan sesuatu. Belikan saja menggunakan koin milikku *menyerahkan kantung yang berisi beberapa keeping koin emas*”


“ Baik, Nona…”


Ugh… Xion sudah meminum berapa gelas minuman? Kenapa baunya menyengat sekali? Apakah dia tidak bisa mengendalikan dirinya? Untuk apa juga minum seperti itu…


Membuang-buang uang saja…


“ Raisa… Burp… *bersendawa*”


“ Ugh… Kucing kecil? Kau minum berapa gelas hah?”


“ Aku… Aku minum kurang lebih 10 gelas… *berkata 10 gelas tapi menunjukkan lima jari*


“*Menepuk dahi*”


“ Kau tau Raisa?”


“ Aku tidak tau… Yang ku tau kau itu berat…”


“ Oh… Kalau begitu aku saja yang menggendongmu… *menggendong Raisa dengan tiba-tiba*”


“ Eh? Kucing Kecil? Kau mau apa? Xionnn! Turunkan aku!”


Xion tiba-tiba menggendongku. Padahal kan dia sedang tidak sadar! Kenapa bisa menggunakan tekhnik meringankan tubuh dengan begitu tenang? Dan juga sambil menggendongku lagi.


Catatan : Yang mengajarkan Raisa tekhnik itu sebenarnya adalah Xion. Dan Xion belajar dari Leo dan Fernand.


Aku masih tidak tau dia akan membawaku kemana. Tapi ini benar-benar aneh! Kenapa dia bisa sangat tenang? Apakah dia benar-benar mabuk? Atau hanya pura-pura?


“ Oke… Kucing kecil? Apa kau benar-benar mabuk? *mencubit hidung Xion*”


“ Emh… Jangan melakukan itu… Atau kita akan jatuh… *kehilangan keseimbangan*”


“ Waaaa… Huft… Kau benar-benar membuatku kerepotan! *menggendong Xion dan membawa kembali ke penginapan*”


“ Wahh… Kenapa kau cantik sekali, Raisa?”


“(Dasar kucing kecil ini…)”


Aku kembali ke penginapan dengan menggendong Xion yang sudah tidak sadarkan diri. Membawanya kembali ke kamar dan tunggu… Kenapa aku merasa sedikit aneh dengan kalimat ini?

__ADS_1


Rasanya seperti seorang suami yang meletakkan istrinya kembali ke ranjang?


WTF!!!


Ahhh… Pikiranku kotor sekali sih? Kenapa bisa berpikir sampai sejauh ini? Aku dan Xion kan tidak ada hubungan apa-apa. Hanya hubungan antara tuan dan majikan.


“ Raisa… Jangan pergi… Tetap disini bersamaku saja… *menarik tangan Raisa*”


“ Tidak… Aku akan mandi dulu… Kau juga cepat mandi… Tubuhmu bau minuman!”


“ Haaa! Tidak mauuu! Aku ingin tidur ditemani Raisaaa! *merengek seperti seorang anak bayi*”


“*Memutar bola mata dan menghela nafas*”


“*Menggunakan jurus mata imut*”


“(Ya Tuhan! Dia mempelajari ilmu ini dari siapa?)”


Dengan terpaksa akhirnya Xion yang menang dan mendapatkan aku sebagai bonekanya. Sungguh... Dia benar-benar seperti anak kecil! Saat tidur pun bisa merengek agar aku tidak dekat-dekat dengan anak kecil itu a.k.a Javier.


Di luar Kamar


“ Apakah Nona baik-baik saja? Apa tidak apa-apa membiarkan Nona dengan Xion?”


“ Yap! Ini disebut dengan pdkt… Hahaha… Dia sungguh romantic… Tunggu… Aku ini masih jomblo… Hiks… Tidak ada yang ingin bersamaku… Hiks…”


“ Ayolah… Tuan Putri… Tidak ada yang tidak mau dengan anda yang sangat luar biasa *Dessy berusaha menghibur Selia yang kesepian*”


“ Hahaha… Memang kau yang paling mengerti aku! Bagaimana kalau kita pergi membeli sesuatu?”


“ Baiklah…”


Kenapa mereka meninggalkanku disini? Mereka sungguh jahat! Hiks… Siapapun tolong aku… Aku tidak bisa melarikan diri dari pelukan siluman Harimau Putih ini. Tolong~


‘Cuit… Cuit…’


Akhirnya pagi pun tiba. Aku harus bisa melepaskan diriku dari cengkraman monster ini. Ugh… Benar-benar sial… Karena tidak bisa bergerak semalaman. Badanku jadi kram semua.


“ Ugh… Kepalaku sakit sekali… Eh? Raisa? Kenapa kau ada disini?”


“ Cepat bangun! Badanku sakit semua tau!”


“ Tapi? Kenapa kau ada di kamar ini?”


“ Pikir saja sendiri *merenggangkan tubuh*”


‘Kretak… Kretak…’


“ Arrghh… Sakit sekalii… Pelan-pelan sedikit…”


“ Haeh… Raisa… Kau ini apakah benar-benar tidak bisa bergerak semalam?”


“ Jangan tanya aku! Kalian bukannya menyelamatkanku malah pergi berbelanja…”


“ Hehehe… Kami kan ingin keluar sebentar”


Huft… Badanku benar-benar sakit semua. Dasar Xion… Tidak bertanggung jawab! Coba saja aku tidak mengantarkannya kembali. Pasti aku tidak akan sakit pinggang seperti ini.


Kalau saja Leo dan Fernand yang mengantarkan Xion kembali ke penginapan pasti aku tidak akan jadi guling dari Xion. Dan pasti aku sudah makan ikan panggang yang enak.


Sungguh nasibku yang sial!!! Lain kali aku tidak akan memperdulikan Xion yang mabuk akan minuman lagi. Aku akan mengabaikannya dan akan makan ikan panggang saja!


“ Oh iya… Dimana Javier?”


“ Dia sedang bersama Leo dan Fernand”


“ Benarkah? Aku rasa Leo dan Fernand cukup pintar menjaga anak kecil… -Ekspektasi-”


-Realita-


Saat melihat Leo dan Fernand yang sedang melatih Javier… Aku rasa masih sempat untuk menarik kata-kataku tadi. Mereka benar-benar tidak tau bagaimana menjaga anak kecil!


“ Haeh… Leo? Fernand? Lebih baik jika kalian sedang bersama dengan anak kecil… Gunakan hati kalian bukan pikiran kalian. Oke?”


“ Maaf… Nona… Kami sungguh tidak mengerti…”


“ Sudahlah… Oh iya! Javier… Bisa tidak kau temani aku makan ikan panggang? Aku sungguh menginginkannya!”


“*Menganggukkan kepala dengan semangat*”


Akhirnya! Aku bisa makan ikan panggang yang aku inginkan! Mungkin juga jika aku tidak mengantarkan Xion kembali aku bisa merasakan ikan panggang ini. Hmm… Benar-benar seperti di surga!


“ Javier? Apa rasanya lezat?”


“*Tersenyum dan menganggukkan kepala*”


“ Kau sungguh manis jika tersenyum seperti itu…”


“*Membuang muka dan mengalihkan pandangan dari Raisa kearah lain*”


“(Pfft… Benar-benar imut! Seperti kucing kecil yang malu! Tunggu… Dia kan memang siluman kucing… Haeh… Dasar aku ini…)”


Sungguh senang bisa mengajak Javier makan bersama seperti ini. Hanya di dunia ini aku bisa merasakan kehangatan seorang adik. Dan untuk selanjutnya aku tinggal melatih kekuatannya.


Meskipun sebenarnya dia sudah cukup hebat. Tapi masih tidak bisa mengendalikannya. Tapi aku masih sedikit bingung. Darimanakah dia berasal? Kekuatan yang dia milikki itu. Elemen apa?


Jika aku mengingat… Tidak mungkin dia adalah keluarga dari pak tua itu—yang sekarang sudah meninggal. Karena jika dilihat dari bagian tubuh saja sudah sangat berbeda.


Pak tua itu adalah seorang elf biasa. Sedangkan Javier adalah seorang siluman. Tidak mungkin mereka punya hubungan darah, kan? Jika mereka punya hubungan paling-paling hanya paman dan keponakan. Tidak mungkin kandung ya?

__ADS_1


__ADS_2