Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 32


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Oh iya benar juga…”


“ Hehehe… kau tinggal disini saja yaa… Bwahahahaha… *tiba-tiba bayangan Raisa muncul tanduk*”


“ Ti… Tidak! Aku tidak ingin tinggal sendirian disini! A… Aku juga ingin ikut denganmu!”


“ Ah? Tu… Tunggu! De… denganku?”


“ Iya!”


“ Pfftt… Hahahaha!”


“ Ke… Kenapa kau tertawa hah?”


“ Baiklah ayo kita melihat langit. Kucing kecil *tersenyum*”


“ Ja… Jangan panggil aku dengan sebutan itu!”


“ Iya… Iya…”


Kami berjalan bersama sekarang bertambah lagi teman kami. Si gurita. Selalu menempel di pundakku. Aku heran dia tidak membuatku jijik sama sekali.


Tak kusangka dia sangatlah bersih. Makanannya hanya udara? Yah. Ku rasa begitu. Karena pada saat kami istirahat aku selalu menawarkannya makanan. Seperti buah liar atau daging.


Tapi dia tidak mau dan setelah aku tanyakan langsung kepadanya. Ternyata makanannya adalah karbon dioksida! Aku sebenarnya tidak percaya dengan perkataannya itu.

__ADS_1


Tapi saat kulihat dia membuka mulutnya dan bertingkah seperti sedang makan. Saat itulah aku merasa dia benar-benar makan karbon dioksida. Tidak ada lendir sedikitpun keluar dari tubuhnya.


Dia juga bisa bernapas di luar air? Setahuku gurita tidak bisa lepas dari air laut? Tapi benar! Dia baik-baik saja di udara lepas seperti ini. Terkadang aku membawanya ke sumber air.


Dia sangat senang. Menggerakkan tentakelnya. Yah. Kurasa itu cukup menghiburku sedikit di tengah perjalanan panjang ini. Xion juga kelihatan aneh sejak tadi.


“ Kucing kecil? Ada apa denganmu? Murung sekali?”


“ Kau sepertinya punya mainan baru yah? Lalu melupakanku!”


“ Hmm? Ternyata kau cemburu yaaa? Ayolahhh jangan cemburu kucing kecil… *mencubit pipi*”


“ Furururu…”


“ Eh? Di… Dia bersuara! Guritanya bersuaraa! Hmm… Kalau dipikir-pikir kau tidak punya nama. Nama apa yang bagus yah?”


“ Betul juga. Baiklah mulai sekarang namamu adalah Furu! (Yah meskipun sebenarnya aku bisa berbicara dengan biasa sepertimu. Tapi tidak ada ruginya juga menghasilkan suara seperti itu. Aku jadi gemas!)”


Kami sudah berhari-hari berjalan dengan istirahat lalu berjalan lagi. Seperti itu seterusnya. Aku juga sesekali bermain dengan Furu. Dia sangatlah menggemaskan seperti anak anjing!


“ Tuan… Tuan Putri! Lihat itu jalan keluar! Perkotaan, Tuan Putri! Ada kotaaa! *menarik tangan dan berlari menuju cahaya*”


“ Ahahaha… Iya… Iya… Baiklahh… Santai sedikit Dessy!”


“ Hmm…”


“ Ada apa kucing kecil? Apa kau takut?”

__ADS_1


“ Tidak. Hanya saja. Aku tidak punya apa-apa. Bolehkah aku ikut dengan kalian? Apakah tidak merepotkan?”


“ Tidak… Tidak… Tenang saja! Kita bisa mencari uang di perkotaan dengan gampang! Ayolah! Jangan khawatir Kucing kecilku~”


Dessy sudah kesana kemari membeli jajanan kota. Leo dan Fernand hanya mencari penginapan lalu menginap disana. Aku mencari barang-barang unik dan Xion ikut denganku.


Banyak sekali. Aku bisa menghadiahkannya untuk Mama dan Papa. Mungkin mereka akan suka. Eh? Tapi bukannya di Istana sudah ada segalanya? Kenapa aku bisa berpikir begini sih?


Tapi tidak rugi juga sih. Kalau kalian bertanya tentang Furu. Dia sudah mengubah warna tubuhnya menjadi transparan agar tidak menarik perhatian.


“ Hei! Xion? Lihat… Ini cantik sekali!”


“ Hmm~”


“ Kau melihat apa?”


“ Apakah aku boleh pergi?”


“ Kemana?”


“ Tenanglah, Tuan Putri! Aku akan mencari uang dengan mudah seperti katamu tadi! Sampai jumpa!”


“ Ah? Apa? Aneh sekalii… Apa yang akan dia lakukan ya Furu?”


“ Fururururu…!”


“ Baiklah ayo kita lihat benda-benda yang cantikkk!”

__ADS_1


__ADS_2