
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Aku sedang menikmati makanan di perjamuan saat itu dengan Dessy. Bercanda ria. Menggoda Xion yang menjadi pahlawan di kota Elfin. Hingga ada seorang anak lelaki yang datang ke meja kami dan berkata bahwa dia adalah…
FURU?
Pantas saja bahuku rasanya agak sedikit ringan. Ternyata Furu sudah turun dan berubah wujud menjadi seperti elf lainnya. Hanya saja ada tentakel di punggungnya.
“ Apakah kau terkejut? Raisa?”
“ Tidak… Tidak sama sekali~”
“ Hah? Ke… Kenapa reaksimu hanya itu?”
“ Aku sudah menyadarinya sejak awal. Karena kau adalah siluman aku tau pada suatu saat nanti pasti akan berubah. Mungkin karena hal ini kau bisa berbicara denganku. Awalnya hanya asumsiku. Dan itu terbukti benar, kan?”
“ Hmph… *menggembungkan pipi hingga sebesar bakpao*”
“ Pfft imut sekaliii!!! Aku ingin memeluknyaa! Tentakel! Huwaa aku ingin menyentuhnya! Boleh kannn? Boleh yaaa? Yaaa! Ayolahhh... Izinkan aku menyentuhnya sekaliiii sajaaa... Ayolahhh! Yes dapat! Hihi”
“ He… Hei! Apa yang kau lakukan?”
“ Hng…! Kau meremehkannya… Silahkan terima akibatnya… Saat pertama kali bertemu dia mengelus ekor dan telingaku juga”
__ADS_1
“ Kau kan bukan siluman… kau seperti elf bi… a… sa.. *terkejut saat Xion menunjukkan telinga dan ekornya*”
“ Hehehehehe…”
“ Kelihatannya dia menikmatinya~”
“ Emh… Haa… Berhentilah! Kau majikan yang bodoh! Sama saja seperti dulu!”
Aku memang sangat menikmati menyentuh tentakelnya itu. Dia sangat imut. Tentakelnya sangat kenyal. Membuatku ketagihan untuk menyentuhnya. Mungkin aku bisa melupakan ekor Xion karena ini.
“ Tunggu! Tadi kau berkata aku sama saja seperti dulu? Apa kau mengenalku sudah lama?”
“ Ya! Tentu saja! Apa kau tidak ingat? Oh iya! Kabarnya kau telah hilang selama beberapa tahun… Kemana saja kau selama ini? Aku menunggumu tau! Aku sudah tidak tahan di hipnotis oleh mereka lagi”
“ Mereka? Bukannya yang menghipnotismu hanya seorang lelaki?”
“ Ohh…”
“ Apa maksudmu dengan kata ‘oh’?”
“ Tidak apa-apa. Hanya saja… Aku mengantuk mendengarkan ceritamu…”
Setelah selesai merayakan perjamuan kami lanjut dengan perjalanan panjang yang masih membentang di depan kami. Dengan tujuan kami… Bukan! Tujuanku… yaitu melihat langit!
__ADS_1
“ Nona? Apa anda baik-baik saja?”
“ Yah… Aku baik-baik saja. Teruslah berjalan kita akan semakin dekat menuju langit!"
Kami berjalan di jalan sepanjang kota hingga sampai di gerbang. Kami berpamitan dengan para penduduk kota. Kota Elfin yang menjadikan Xion sebagai pahlawan mereka.
Leo dan Fernand masih belum bergabung dengan kelompok mungkin mereka sedang melakukan sesuatu. Dan aku tidak ingin mengganggunya. Biarkanlah mereka melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan.
“ Akhirnya aku bisa puas berbelanja juga yah…”
“ Memangnya apa yang kau beli? Xion? Aku ingin melihatnya!”
“ Ti… Tidak usah! Ini milikku! Kau tidak boleh melihatnya!”
“ Huwaa aku ingin melihatnya! Xion ayolahhh~”
“ Tidak!”
“ Hmph! Sekarang kau bukan lagi bagian dari kelompok ini! Kau juga bukan peliharaanku lagi!”
“(Siapa juga yang ingin menjadi peliharaanmu? Gadis bodoh!)”
“ Tuan Putri! Maaf menghambat perjalanan anda. Bolehkah hamba berbicara secara pribadi dengan anda?”
__ADS_1
“ Eh? Leo? Dimana Fernand? Kalian kemana saja?”
“ Tuan Putri! Maaf menyela… Tapi kita benar-benar tidak punya waktu!”