
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Pelajaran telah selesai dan aku pulang ke rumah seperti biasa. Mama juga sedang menyiram bunga di halaman saat itu. Mama menyambut dengan hangat pada saat itu.
Meskipun Mama terlihat senang tapi sebenarnya Mama sedang merasa cemas dan khawatir dengan keadaan Papa. Aku juga khawatir dengan keadaan Papa yang belum pulang dari kemarin.
Kabar juga taka da sampai ke kami. Mama bilang Papa ada proyek besar jadi agak sibuk dan lembur. Aku bisa memaklumi hal itu tapi tetap saja rasanya berat jika Papa tidak ada di rumah.
Belum lagi tentang obrolan kami di UKS tadi. Aku masih terbayang-bayang percakapan itu. Begitu berbobot dan serius. Aku harus mengemban tanggung jawab. Besar sekali tanggung jawab itu.
“ Yah, aku hanya tau kalau memang ada seorang Putri di Pantai Selia itu. Ada dunia lain di sana. Aku juga pernah mencari beberapa info-info tentang misteri Pantai itu. Dan tak ku sangka kamu lah Putri itu”
“ Iya. Aku juga tak menyangka Diana akan mengetahui keberadaanku. Kekuatanku saat ini masih belum selevel dengannya. Jika mengalahkannya sekarang itu sangatlah mustahil”
“ Tapi, untuk apa dia mengincar kita? Kita tidak pernah menyinggungnya. Aku bahkan tak mengenalnya sama sekali”
“ Aku tau dia mengincar hal apa! *Selia mengeluarkan Kristal dari kantong roknya*”
__ADS_1
“ Mungkin saja! Kristal ini sangatlah berharga. Karena adanya Kristal ini kita dapat menghalau Diana untuk sesaat”
“ Kekuatan Kristal ini tak terkira. Mungkin saja ini yang dia incar”
“ Tapi Kristal ini berwarna biru. Tidak cocok untukku karena aku adalah elemen angin. Mungkin saja ini yang dia incar!”
Percakapan itu membuatku makin kacau. Malam itu aku mencoba menggerakkan air di bak mandi untuk kesekian kalinya. Dan gagal. Pikiranku masih kacau.
Aku mulai teringat dengan perkataan wanita dalam mimpi saat itu. ~Waspada dengan orang-orang terdekatmu. Mungkin yang baik itulah yang jahat. Dan yang jahat itulah yang baik~.
Ahhh… Masalah apa ini? Aku belum pernah merasa tertekan seperti ini sebelumnya. Sebelumnya kehidupanku sangat baik. Sejak adanya Kristal ini hidupku jadi kacau begini.
Deg…
Papa!
Ya. Papa akhirnya pulang saat itu. Kami makan bersama saat itu. Suasananya sangatlah tenteram. Hingga aku bercerita tentang kejadian sekolah. Bahwa aku masuk ke UKS dan berteman dengan 2 orang temanku.
__ADS_1
Papa tiba-tiba bangun dari duduknya. Matanya hitam legam. Seperti kerasukan. Suaranya berubah seperti…
DIANA!
Kenapa dia bisa sampai merasuki Papaku? Apa salah Papa? Kenapa mengganggu kehidupanku? Aku yang tau bahwa dia bukanlah Papaku langsung berusaha melindungi Mama yang bingung.
Tiba-tiba Papa mengeluarkan kata-kata :
“ KEMBALIKAN KRISTALKU!”
“ Mama diam di belakangku! Itu bukan Papa! Dia Diana! Diana! Mau apa kamu! Kenapa kamu merasuki Papaku?”
“ Hah? Apa tujuanku? AKU MAU KRISTAL ITU! BERIKAN KRISTAL ITU PADAKU!”
“ Kristal itu tidak ada padaku! Percuma saja kau mencarinya padaku!”
“ Oh ya? Mari kita buktikan!”
__ADS_1
Papa, Bukan Diana maju dengan kabut hitam tebal di tangannya yang membentuk seperti sarung tangan tinju. Aku yang terkejut langsung menyalakan keran dan mengumpulkan airnya menjadi gumpalan yang cukup untuk melindungi aku dan Mama.
Mama diam di belakangku dengan wajah pucat pasi. Aku langsung memusatkan pikiran untuk memberikan aliran kekuatan penenang untuk Papa. Tapi…