Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 22


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Bagaimana kau bisa sembuh, Xion?”


“ Aku juga tidak tau apa yang terjadi. Setelah terlempar ke dalam bongkahan batu aku merasakan energy hangat mengalir di tubuhku. Dan mungkin karena energi itu aku bisa melihat dirimu lagi di dunia ini”


“ Ah… Begitukah?”


“ Apakah kau memiliki benda ajaib? Sepertinya elf yang masuk ke hutan ini tidak mungkin tidak membawa persiapan?”


“ Tidak… Aku tidak memiliki benda ajaib apapun”


“ Benarkah? Hei! Lukamu terbuka lagi! Bau darah! Cepat obati! Kalau tidak aku tidak bisa menahan diri untuk menerkam dirimu”


“ Baik… Baik… Tuan Harimau yang galak!!!”


“ Apa itu Harimau? Aku baru pertama kali mendengarnya?”


“ Tidak apa-apa. Itu berarti kau sangat kuat”


“ Benarkah?”


“ Hmm.. Hmm… *menganggukan kepala pelan*”


Menurutku, Xion adalah binatang yang menakjubkan. Dia adalah Raja Hutan mungkin? Karena ku lihat dari tadi tidak ada yang berani mendekatinya.

__ADS_1


Dia mencarikanku sejenis tanaman liar untuk mengobati lukaku. Lukanya sangat panjang tapi tidak dalam. Dan aku memakluminya. Jika berpetualang seperti ini tidak mungkin tidak terluka.


“ Sebenarnya kemana tujuanmu?”


“ Aku ingin melihat benda langit”


“ Benda langit? Bintang? Bulan? Awan? Matahari itu?”


“ Ya”


“ Tapi kenapa kau berjalan kea rah sebaliknya? Menuju kesini bukannya akan membuatmu semakin jauh dengan tujuanmu?”


“ Hei! Tuan Harimau yang galak! Kau ini semakin kepo saja ya!”


“ Kepo adalah kamu ini sangat banyak tanya!”


“ Oh ya? Aku baru saja mendengar kata itu. Darimana kau mempelajarinya Gadis kecil?”


“ Hei! Namaku adalah R-A-I-SA! Panggil aku Raisa!”


“ Baik… Baik aku menyerah”


“ Aku akan melanjutkan perjalanan. Sampai jumpa! Ingat sumpahmu padaku!”


“ Yayaya… Aku akan ingat sumpahmu!”

__ADS_1


Aku kembali lagi ke tempat Dessy, Leo dan Fernand berada. Mereka menungguku. Sepertinya cukup lama. Dan Dessy baru menyadari kalau kakiku terluka.


Dessy langsung terjatuh di sampingku. Membungkuk dan mengatakan bahwa dia menyesal telah menyusahkanku dan membuatku terluka. Tapi aku membangunkannya dan mengatakan kalau itu semua tidak apa-apa.


Kami berjalan lagi kali ini dengan tujuan menuju Matahari. Berjalan meuju arah perkampungan peri kecil. Beberapa menit berjalan kami istirahat karena hari mulai gelap.


Aku membuat api unggun untuk menghangatkan kami. Aku juga tidak membawa peta atau kompas. Juga di dalam pohon oak jadi tidak bisa melihat arah melalui bintang.


Tapi Leo dan Fernand adalah para pengawal bayangan. Tidak ada satu jengkal pun yang tidak tersentuh dengan kaki mereka. Sebenarnya jika ingin ku deskripsikan.


Leo itu tidak berotot tapi gerakannya sangat lincah. Sedangkan Fernand itu agak berotot meskipun sedikit. Tapi mereka adalah partner yang sangat cocok.


Dessy? Aku masih belum begitu menaruh kepercayaanku padanya. Gadis dengan jari mungil dan wajah bulat. Dia selalu menggulung rambutnya. Agar tidak repot katanya.


Aku pernah menyuruhnya untuk menguncir rambutnya, tapi dia tidak pernah melakukannya. Mungkin memang sudah kebiasaannya. Yah aku tidak bisa memaksanya juga kan?


Kami bangun pagi seperti biasanya. Hanya Leo yang bisa membaca waktu. Tidak tau dari apa dia membaca waktu tersebut. Tanpa diduga kami menemukan perkampungan.


Bukan perkampungan peri kecil. Melainkan perkampungan dengan orang-orang yang memiliki sayap seperti peri. Hanya saja ukuran mereka lebih besar dari peri kecil.


“ Tuan Putri, anda sudah kembali! Ratu menjemputmu untuk masuk dan bertamu! Mari jangan ragu… Silahkan”


“ Eh? Tapi aku bukanlah seorang Putri! Aku hanyalah elf biasa”


“ Jangan berbohong pada kami, Tuan Putri”

__ADS_1


__ADS_2