
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Suasana menjadi makin mencekam di dalam ruang kelas saat itu. Aku baru tau bahwa di kelasku ini ada seorang anak yang memiliki kekuatan tersembunyi juga.
Diana! Itulah yang disebut Lia saat dia melihat perubahan wujud dari makhluk itu. Aku yang masih bingung dan syok dengan kejadian ini pun seketika diam dan membisu. Lia dan Fire pun sama denganku.
Udara yang aku rasakan saat di dalam kabut tebal itu adalah rasa tertekan. Sesekali angina berhembus. Dingin serasa menusuk tulang di dada. Aku masih bingung apa yang harus ku lakukan.
Diana mulai mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Tongkat. Tongkat dari kayu yang sudah tua. Sekali dia gerakkan tongkatnya. Angin di dalam kabut tebal akan menyerang kami.
Tanpa di duga Lia mengangkat tangannya dan melakukan gerakan yang aku tidak tau apa artinya. Tiba-tiba angin yang entah dari mana membentuk tameng tipis yang melindungi aku dan Fire.
Fire juga mengeluarkan api dari tangannya dan menyerang Diana. Aku juga tidak tinggal diam. Aku mengambil botol minum dari tas dan mengeluarkan isinya.
Aku menggerakkan tangan. Berusaha untuk focus dan memperbesar jumlah airnya. Aku membentuk air itu bukan gumpalan. Tetapi panah dengan ujung runcing.
Tetap saja. Kekuatannya terlalu kuat. Aku tidak bisa selalu menambah jumlah airnya. Fire juga terlihat mulai melemah. Tameng tipis yang di buat oleh Lia juga mulai memudar.
__ADS_1
Habislah. Mungkin sebentar lagi kami akan habis di sini. Tiba-tiba Fire berteriak dengan keras dan berkata berikan Kristal itu pada Selia. Tadi Diana memanggil Selia dengan tambahan kata Putri.
Mungkin saja dia memang pemilik Kristal ini. Dan benar saja. Saat aku mengeluarkan Kristal itu dari kalungku. Lia mulai merespon dengan mata yang bersinar seolah dia tau itu Kristal apa.
“ Selia! Terima Kristal ini! *Aku berkata sambil berteriak sekencang-kencangnya*”
“ Ya! Berikan padaku!”
“ Apa? Kristal itu benar ada padamu? Berikan itu padaku!”
“ Tidak akan!”
Mungkin memang benar dia pemilik Kristal itu padanya. Mungkin saja dia penguasa di suatu tempat yang dikatakan Fire saat itu. Batinku. Aku mulai menutup mata karena rasanya mataku sudah sangat berat.
Saat aku terbangun aku sudah berada di UKS tempat siswa yang sedang sakit. Selia memegang tanganku dengan cemas. Fire langsung mendatangiku saat aku membuka mata.
“ Kamu udah sadar, Sa?”
__ADS_1
“ Iya. Sshhh *memegang kepala yang berat*”
“ Pelan-pelan aja, Sa. Tubuhmu masih lemas”
“ Iya”
“ Emh… Makasih ya, Sa. Kamu udah ngasih aku Kristal itu”
“ Iya. Oh iya makhluk tadi gimana?”
“ Dia bukan Diana. Hanya kerasukan jiwanya Diana aja. Dia juga lagi di rawat di rumah sakit saat selesai kita bertarung tadi. Aku juga terkejut karena ada pasukan Diana di sini. Aku yang bodoh nggak nyadarin keberadaannya”
“ Hahaha… Nggak apa-apa kok. Kamu juga nggak salah apa-apa. Kamu juga nggak tau apa-apa kan tentang masalah ini?”
“ Iya”
“ Kamu. Apa benar kamu bisa mengendalikan angin? Dan kamu Fire? Bisa mengendalikan api?”
__ADS_1
“ Iya. Aku sudah tau ini dari dulu tapi orang tuaku nggak pernah tau masalah ini”
“ Iya. Aku juga tau bisa mengendalikan angin saat masih kecil. Orang tuaku sudah tau. Dan mengajarkanku tekhnik-tekhnik nya. Mereka juga bilang aku akan bertemu dengan 2 orang sahabat yang jiwanya adalah reinkarnasi dari para penguasa elemen”