
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Kami baru saja bersantai sebentar di penginapan kota lalu berangkat lagi untuk melanjutkan perjalanan tetapi ada suatu hal yang menghalangi kami. Yang orang kota takuti…
NAGA KEMATIAN
Aku sudah bersiap dengan sikap siap bertarung. Xion dan yang lain juga melakukannya. Dan Dessy, kekuatannya masih lemah karena pertarungan melawan lelaki itu saat di Hutan Elf Hijau.
Jadi dia mencari tempat aman sambil memulihkan kekuatannya. Aku sudah membuat sedikit rencana. Dari kejauhan aku melihat ada yang datang ke kota. Tapi bukan hewan?
“ Yoo… Kenapa ada Nona Cantik yang berdiri di tengah-tengah kota seperti itu? Woah! Pakaianmu itu sangat tidak elegan, Nona. Seorang gadis haruslah duduk di rumah dan bersolek”
“ Bukan urusanmu!”
“ Wahwahwah… Agresif sekali… Aku suka gadis yang agresif begini. Apakah kau mau ikut denganku? Nona cantik?”
“ Cih… Aku tidak sudi berdiri denganmu hidung belang!”
4 orang berandalan inilah ternyata yang di takuti oleh para elf di kota ini. Kukira adalah hewan besar yang ganas dan menyemburkan api. Eh ternyata hanya hidung belang! Mengecewakan sekali…
“ Sudahlah ayo kita pergi, Xion!”
“*menganggukan kepala*”
__ADS_1
“ Hei! Seorang Nona tidak boleh mengabaikan seorang Pangerannya dengan sikap itu!”
“ Kalau begitu… Apa yang akan kau lakukan, Pangeran?”
“ Hmm~ Memberimu hukuman mungkin!”
“ Oh ya? Apa hukuman yang tepat untukku? *memandang dengan sangat dekat*”
“ Ahh! *memegang mata yang terluka karena tentakel dari Furu*”
“ Pfft… Hahaha… Lucu sekali! Apa kau mau membawaku? Sang Pangeran~ Hmph… Mimpi!”
“ Gadis yang sangat nakal dan cerdik! Tangkap dan bawa dia untukku! *memerintah sambil memegang sebelah mata yang dilukai Furu*”
Mereka langsung tidak berkutik saat aku menembakkan beberapa anak panah tersebut. Dan sang Pangeran / Hidung belang memerintahkan mereka semua untuk mundur.
“ Haehh… Padahal aku belum puas lhoo~”
“ Dia hebat… Iya dia hebat! Yuhuu! Penyelamat kota Elfinnn! Pahlawan kotaaa!”
“ Bukan! Bukan aku yang menyelamatkan kalian! Ini dia! Dia adalah Siluman Harimau Putih dari Hutan Elf Hijau yang menyelamatkan kalian! Dia sangat hebat bukan?”
“Ehh… Apakah dia yang melawan mereka tadi?”
__ADS_1
“ Tentu saja! Aku? Aku hanyalah gadis lemah yang tak berdaya di goda mereka. Tapi dia? Dia sangatlah hebat! Aku terpana dengan kekuatannya!”
“ Bu… Bukan! A… Aku…”
“ Yeayy! Seorang pahlawan! Kita punya seorang pahlawan!”
“ Yayaya… Sangat bagus tapi kami harus pergi sekarang. Ada sesuatu yang harus kami lakukan”
Meskipun aku mengatakan hal itu tapi tetap saja. Para bangsa elf ini tidak mau mendengarkannya. Dan pergi membawa Xion ke perjamuan besar ke tengah kota.
Dessy keluar dari persembunyiannya dan menemaniku ke tempat perjamuan sang Pahlawan Xion. Leo dan Fernand masih tidak kelihatan. Yah biarkan saja. Mungkin mereka melakukan sesuatu.
Aku bisa menjaga diriku sendiri kok. Memang siapa yang mau melawanku? Aku punya kekuatan, teman, peliharaan dan pengawal. Tapi di antara semua itu ada yang terlupa dan terlewatkan.
“ Nak? Mau minum?”
“ Tidak. Aku tidak biasa minum minuman seperti itu. Terima kasih”
“ Hei? Raisa! Apa kau ingat aku?”
“ Siapa kau!”
“ Aku adalah hewan yang pernah kau selamatkan!”
__ADS_1
“ Kau? Siapa?”