
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“(Ah… Ini benar-benar membosankan~)”
“ Baca semua buku ini”
“ Apaaa? Kau bercanda? Apa aku harus membaca ini sem-”
“ Lakukan saja *memotong perkataan Raisa*”
“ Huft! *menggembungkan pipi*”
Beberapa saat yang lalu…
“(Sial sekali! Kenapa harus bertemu dengan pria dingin ini lagi sih?)”
“ Masuk”
“ Apa kau adalah gurunya?”
“*terus membaca buku tanpa menoleh*”
Kembali ke saat ini…
Aku kembali ke asrama lebih cepat dari yang lainnya. Haeh… Ini sangat membosankan! Kenapa gurunya harus dia sih? Tidak ada praktik begitu? Hanya membaca buku? Ahh! Akademi ini membosankan! Bagaimana bisa melawan Diana nanti?
Aku masuk ke asrama. Sepi dan sunyi. Dessy belum kembali dari kelasnya. Sepertinya kelasnya lebih seru ya? Haeh… Bosan sekalii… Lebih baik aku keluar saja! Mungkin berjalan-jalan sebentar tidak apa-apa kan.
Tujuanku keluar dari asrama adalah menuju ke Taman Akademi. Yah tempat biasanya yang aku kunjungi. Saat aku mengingat-ingat. Tadi kursi di kelas itu ada 2. Kenapa kosong yah?
“ Hei! Apakah kau membolos dari kelas? *berteriak dari atas pohon Sakura*”
“ Tidak… Aku tidak membolos dari kelas *menengok ke atas*”
“ Apakah kau bosan? Ingin berjalan-jalan denganku? *turun dari atas pohon dan menjulurkan tangan*”
“ Apa?”
“*menarik tangan Raisa secara tiba-tiba*”
“ Eh?”
Aku tidak mengenal lelaki ini. Secara tiba-tiba mengajakku pergi entah kemana. Yah… Kurasa aku menemukan teman baru disini. Apakah dia anak yang nakal? Kenapa dia bisa ada di luar kelas?
Apa dia berandalan? Ah… Kurasa tidak mungkin ada anak tipe seperti itu di akademi ini. Bisa-bisa mempermalukan Kerajaan Elf Hijau saja. Yang tidak bisa mendidik para murid.
Dia mengajakku ke suatu tempat. Yang aku tidak tau kalau tempat itu ada. Awalnya aku heran karena dia mengajakku ke air terjun di akademi. Apa bedanya dengan air terjun biasa.
“ Hoo… Jangan pergi dulu… Kau harus lihat ini… *menyibak air dengan gerakan tangan*”
__ADS_1
“ Waahhh…”
Aku terkejut saat masuk ke dalam air terjun itu. Bak surga yang tersembunyi. Ada tempat bagus di dalam air terjun biasa ini? Kenapa dia bisa tau itu?
“ Bagus?”
“ Hmm… Aku menyukainya. Bagaimana kau bisa tau ada tempat seperti ini?”
“ Insting…”
“ Mustahil! Oh iya… Siapa namamu?”
“ Willy! Dan kau?”
“ Namaku Raisa. Senang bertemu denganmu…”
“ Raisa?”
“ Ya… Ada apa?”
“ Tidak… Tidak apa-apa. Aku merasa pernah mendengar nama itu di suatu tempat”
Tidak bisa dipercaya. Pemandangan ini sangat indah! Bagaimana dia bisa tau ada tempat seperti ini ditengah akademi yang sebesar ini? Apakah dia benar-benar murid biasa?
Selesai mengobrol panjang dengan Willy. Aku kembali ke asrama. Dessy sudah menungguku di asrama. Kelihatannya dia kelelahan. Mungkin karena dia melakukan sesuatu saat pelajarannya. Kurasa aku perlu bertanya padanya.
“ Apakah seru kelasnya?”
Dessy bercerita banyak tentang kelasnya. Sepertinya benar. Kelasnya sangat seru. Lebih seru dari kelas membosankan yang aku datangi. Dessy terus bercerita sambil menyantap makan malam.
“ Nona? Apa Dessy terlalu banyak berbicara?”
“ Tidak… Kau bisa bercerita apapun denganku. Tidak perlu sungkan yah…”
Selesai makan malam aku langsung naik ke atas kasur untuk tidur. Tentu saja sebelumnya aku sudah membersihkan diriku. Karena kebersihan adalah hal yang utama!
Aku sudah membaca semua buku yang pria dingin itu berikan padaku. Memang membutuhkan beberapa jam untuk membaca habis buku-buku itu. Haish… Sangat membosankan!
Karena lelah membaca buku. Akhirnya diriku yang susah tidur jadi bisa tidur lebih cepat. Dan keesokan harinya aku bangun pagi. Sarapan bersama Dessy lalu berangkat lagi.
“ Haeh… Ini sangat membosankan… Kira-kira apakah guru dingin itu akan menyuruhku membaca buku lagi?”
Dessy sudah pergi ke kelasnya lebih dulu. Ada sesuatu yang harus dia lakukan katanya. Haeh… Berangkat ke kelas membosankan itu lagi… Apa aku boleh membolos?
“ Hei! Gadis pembolos! Apa kau ingin membolos denganku lagi?”
“ Sudah kubilang aku tidak membolos! Dan jangan panggil aku dengan sebutan itu. Aku punya nama tau!”
“ Hahaha… Iya iya… Apa kau tidak masuk ke kelas?”
__ADS_1
“ Kelasku sangat membosankan… Benar-benar membosankan”
“ Benarkah?”
“*menganggukan kepala*”
Dia terus berjalan bersamaku. Apa yang dia inginkan. Apakah dia lelaki hidung belang? Hii… Lelaki tampan tapi hidung belang? Hahaha… Itu menodai kalimat lelaki tampan!
“ Berhentilah mengikutiku! Apa yang kau inginkan?”
“ Pfftt… Hahaha… Siapa yang mengikutimu… Kelasku disana! *menunjuk kelas yang sama dengan Raisa*”
Apa dia adalah seseorang yang menduduki satu tempat duduk kosong di kelas itu? Kalau begitu kenapa kemarin dia tidak ada di kelas? Oh iya… Benar juga. Dia kan anak bandel. Mana mungkin tahan dengan kelas membosankan seperti itu.
Aku dan Willy masuk ke dalam kelas. Tapi guru dingin itu tidak ada di tempatnya. Tumben sekali pagi-pagi begini dia tidak ada di tempatnya? Biasanya sudah pegang buku di kursinya.
“ Tumben sekali pria itu tidak ada di kursinya? Mumpung dia tidak ada kita membolos yuk!”
“ Tidak… Aku-”
“ Duduk! *potong pria dingin*”
“ Hah? *terkejut setengah mati*”
Aku agak terkejut karena tiba-tiba pria dingin itu ada di belakang kami. Untuk beberapa detik. Berdiri dengan dia di belakang kami membuat hawa dingin menyebar di punggungku.
“ Baca buku ini dan-”
“ Ayolah… Apa dengan membaca buku-buku ini dapat membuat kami berdua menjadi lebih hebat? *potong Willy*”
“*menatap kearah Willy*”
“ Tidak bisakah membiarkan kami bertualang sedikit?”
“*menghela nafas lalu menatap buku lagi*”
“ Berhentilah membaca buku ini terus! *mengambil buku dengan cepat*”
“*menatap Willy tidak senang*”
“ Willy sudahlah… Kita belajar seperti ini saja…”
“ Baiklah. Kalian aku kirim untuk mencarikan buah dari pohon Veronica. Ku beri waktu 7 hari. Jika kalian gagal maka tidak boleh belajar di akademi ini lagi”
“ Nah… Begitu dong… Sampai jumpa besok~ *keluar dari kelas*”
Pria dingin itu langsung memperbolehkan diriku untuk pulang dan bersiap-siap. Apa-apaan ini? Mencari buah dari pohon Vero- apa? Waktunya hanya 7 hari? Jika tidak berhasil akan dikeluarkan?
Ini sangat mendadak! Aku bahkan belum memikirkan hal ini. Tapi ini cukup bagus juga sih… Daripada terus menatap buku-buku tebal itu. Yeay! Petualanganku akan dimulai! Yahuuu!
__ADS_1
Aku mampir sebentar ke minimarket di samping bangunan yang agak besar. Saat membacanya ternyata itu adalah kelas untuk pengendalian angin.
“ Wah… Ada Selia, Leo dan Fernand disana! Willy juga ada disana… Phuuh… Apa? Willy? Kenapa ada disana? Apa yang dia lakukan? Apa dia mengganggu para murid? Kenapa guru kelas ini tidak menghalau dia pergi? Ini sangat aneh!”