Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 44


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Aku kembali ke Kerajaan. Tanpa Papa dan Mama ketahui. Yah… Bisa dibilang surprise lah. Aku, Xion, Dessy, Leo, Fernand dan… Ibu angkat Xion masuk ke dalam Istana.


“ Ayahanda… Ibunda… *membungkuk dengan hormat*”


“ Raisaaa!!! Kamu akhirnya kembaliii!!! Mama sangat rindu padamuuu… *berlari dan memeluk dengan erat*”


“ Iya Ma… Isa juga…”


“ Siapa ini?”


“ Dia adalah Xion, Ma…”


“ Oh… Xion… Kenapa dia ada disini? Dan siapa wanita ini?”


“ Dia adalah ibu dari Xion”


“ Untuk apa dia datang kemari?”


Xion terlihat menunduk disampingku. Tak kusangka perlakuan Mama kepadaku dan kepadanya berbeda 360 derajat. Yah… Mengingat apa yang Xion lakukan dulu memang sebanding sih.


Setelah membujuk Mama sekian lama. Akhirnya dia mengizinkan Xion dan ibunya untuk menginap sementara di Istana. Aku berencana akan pergi lagi ke suatu tempat. Tentu saja dengan Xion. Karena dia adalah…


Peliharaan Kesayanganku!


“ Nona… Ini adalah makan malam anda”


“ Xion?! Pfft… Apa yang kau lakukan dengan pakaian wanita itu? *memegang perut untuk menahan tawa*”


Xion masuk dengan pakaian wanita ke kamarku. Licik juga idenya untuk bertemu denganku. Untung saja di kamar hanya ada Dessy. Dessy hanya tertawa melihat kelakuan Xion.


“ Baiklah kucing kecil karena kau sudah di kamarku… Layani aku… *mengelus bagian leher*”


“ Mmh…”


“ Bagaimana? Mau tidak?”


“ Tidak! Aku akan pergi sekarang juga! Sampai jumpa Tuan Putri! *berlari keluar kamar dengan tergesa-gesa*”


Aku semakin tidak bisa menahan tawaku. Pakaian yang ia kenakan tadi itu. Pfft… Tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Sangat… Sangat… Sangat menggemaskan. Sayangnya dia langsung pergi setelah aku goda.


Haeh… Rasanya sudah lama aku tidak tidur di kamar ini. Kamar yang luas. Yang isinya milikku semua padahal aku tidak mengenalinya satupun. Kira-kira apa ini semua benar-benar barang-barangku?

__ADS_1


Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali? Apa aku amnesia tiba-tiba? Tapi rasanya memang aku merasa tidak asing dengan barang-barang yang ada di kamar luas ini.


“ Dessy? Apa aku memiliki sesuatu yang berharga sebelumnya?”


“ Hmm… Sesuatu yang berharga ya? Oh iya! Anda memilikinya Tuan Putri! Ayo… Anda tidak menyimpannya di ruang ini. Anda menyimpannya di ruangan lain”


Dessy mengajakku keluar dari kamar menuju suatu ruangan. Yang penuh debu. Banyak sekali debunya. Seperti sudah lama tidak dipakai. Ada beberapa buku-buku dan peti di dalam sini.


“ Ini semua adalah barang-barang milik, Nona sebelum menghilang dari Kerajaan”


“ Oh ya? Pantas saja berdebu… Apa tidak ada yang membersihkannya?”


“*Menggelengkan kepala*”


“ Kenapa?”


“ Karena ini adalah ruang berharga milik nona. Jadi tidak ada siapapun yang berani menyentuhnya”


Apa yang pernah aku perintahkan? Dan apa maksud dari perkataan wanita itu? Kenapa aku bisa hidup lagi? Kenapa aku harus memperbaiki segala kesalahan yang dia buat?


Siapa dia sebenarnya? Saat aku berpikir seperti itu. Sesaat kemudian pandanganku tertuju pada mahkota berdebu. Ada liontin di pucuk mahkota itu. Milik siapa ini? Kenapa tersembunyi begini?


“ Dessy? Ini milik siapa?”


“ Itu milik Nona. Apakah tidak ingat? Kalau Dessy tidak salah ingat ini diberikan oleh seseorang dari Kerajaan lain. Putri Selia?”


“ Tuan Putri! Anda dipanggil oleh Yang mulia Raja dan Ratu *masuk ke ruangan dengan tergesa-gesa*”


Aku meletakkan kembali mahkota yang aku pegang itu. Aku langsung kembali ke ruangan Mama dan Papa atau ruangan Yang Mulia Raja dan Ratu. Dengan anggun dan sopan aku masuk dan membungkuk.


“ Putri Raisa menghadap Yang mulia Raja dan Ratu. Ada apa ini? Kenapa semuanya berkumpul di ruang ini? *membungkuk lalu duduk di singgasana*”


“ Ananda Raisa. Sebaiknya kau saja yang menanyakan apakah Ibu dan temanmu itu mencuri barang milik Kerajaan”


“ Apa? Tidak mungkin… Kenapa Yang mulia bisa menyimpulkan hal itu? Apakah memang benar ada bukti?”


“ Tidak perlu dibuktikan… Barang itu adalah barang pusaka milik Kerajaan Elf Hijau. Dan hilang sejak kau datang membawa temanmu itu. Hal ini sudah jelas! Mana mungkin itu tiba-tiba hilang?”


“ Ibunda…”


Tiba-tiba aku merasakan aura yang sangat kuat. Yang sangat membuatku merasa tertekan. Tanpa aba-aba dinding Istana hancur oleh sesuatu yang berbentuk seperti pesawat.


“ Semuanya lindungi Ratu dan Putri Raisa!”

__ADS_1


“ Baik!”


Aku dilindungi oleh para pengawal yang membawa tameng dan tongkat dengan ujung runcing. Huh! Menganggapku lemah lagi? Lihat saja nanti… Hmm bagaimana caranya aku keluar dari sini?


“ Leo! Fernand! Tarik aku keluar!”


Leo dan Fernand menarikku keluar dari kepungan para pengawal. Dengan kemampuan Leo dan Fernand aku bisa keluar tanpa membuat pengawal itu tau bahwa aku sudah tidak didalam perlindungan mereka lagi.


Sesuatu yang terbang menabrak dinding Istana itu kemudian mengeluarkan gas. Gas beracun. Aku langsung melindungi Dessy, Leo, Fernand, dan Xion. Dan akhirnya gas beracun itu hilang dengan sendirinya.


Tanpa aku sadari keberadaan Mama dan Papa sudah tidak lagi di tempatnya. Dimana mereka? Dan semua kekhawatiranku akhirnya sirna saat melihat Papa melindungi Mama dengan kekuatan perisai airnya sama denganku.


Tiba-tiba bagian bawah pesawat itu terbuka. Tak kusangka yang keluar adalah seseorang. Seseorang yang membuatku bergidik ngeri dan emosi. Melihatnya melenggak-lenggok turun dari pesawat itu.


Diana!


Dia tidak sendiri. Dia bersama dengan orang-orang yang membuatku merasa muak karena telah mengenalnya. Muak dengan sifat yang disebut dengan orang yang bermuka dua.


Furu dan Lelaki yang Xion juluki dengan Kakek Tua!


Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba mereka datang kemari? Mengganggu ketenangan Kerajaan ini? Apa yang dia cari? Tidak mungkin Kristal milikku kan? Kristal itu menyatu dengan jiwaku!


“ Oh… Kenapa kalian melihatku dengan wajah seperti itu? Kalian tidak pernah melihat orang secantik diriku yah?”


“ Apa yang kau lakukan disini? Diana?”


“ Wah… wah… wah… Ternyata ada Tuan Putri Raisa disini… Sangat mengejutkan. Kenapa tidak ada yang memberitauku kalau dia sudah kembali?”


Aku muak dengan sikapnya yang arogan itu. Kenapa dia tiba-tiba datang kemari? Apa jangan-jangan dialah yang mengambil benda yang dicuri itu? Ada apa ini sebenarnya?


“ Oh iya Rin… Aku kemari hanya ingin memberitau dirimu bahwa benda pusaka itu ada di tanganku… Bukan di tangannya… Jangan asal menuduh ya~”


“ Ternyata dirimu! Jangan mengganggu kami Diana!”


“ Kau itu lebih muda dariku… Kenapa memanggilku seperti itu? Seharusnya kau panggil aku kakak! Paham?”


“ Cuih… Aku tidak sudi memiliki kakak sepertimu!”


“ Oh… Sudah berani memberontak ya… Gurita… Urus dia… Buat dia minta ampun padaku!”


“ Baik”


“ Fu… Furu? Apa kau tidak mengingatku? Kenapa kau pergi begitu saja? Kenapa kau bersama dengannya?”

__ADS_1


Furu semakin dekat denganku. Dan tiba-tiba ada kekuatan yang membuatku tidak bisa menggerakkan tubuhku. Tidak hanya diriku. Tapi semua orang yang ada di dalam ruangan ini tidak ada yang bisa menggerakkan tubuhnya. Apa yang harus kulakukan sekarang?


Apakah akan berakhir sampai disini? Aku tidak mau!


__ADS_2