Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 3


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Kami makan dengan lahap. Masakan Mama memang mantap deh. Selesai makan aku langsung tidur di kasur kesayanganku. Aku langsung terlelap nggak lebih dari 10 menit.


“ *Nak? Kamu sudah dapat Kristal itu kan?”


“ Anda lagi? Anda siapa sih? Darimana anda tau saya dapat Kristal?”


“ Tidak usah bertanya saya siapa, nak. Kamu mau tau Kristal apa itu? Datanglah ke temanmu yang paling bodoh di kelas. Tanya padanya tentang Kristal Pantai Selia. Dan rasa penasaranmu itu pasti akan hilang”


“ Tapi kenapa*?”


Aku terbangun lagi karena mimpi itu. Dia siapa sih? Aku mulai merasa di hantui oleh perasaan ini. Mimpi ini. Kristal ini. Ini Kristal apa sih? Tapi tadi dia bilang tanya ke teman paling bodoh di kelas.


Boro-boro nyari orang yang paling bodoh di kelas. Teman saja aku tak punya. Aku tidak punya teman karena kupikir mereka menganggapku membosankan.

__ADS_1


Karena itulah yang kupikirkan tentangku. Kutu buku yang menyembunyikan diri dari kerumunan. Aku lebih suka menghabiskan waktu dengan membaca buku di perpustakaan sekolah.


Tapi orang yang paling bodoh di kelas? Siapa? Aku juga tidak begitu mengenal teman-teman sekelasku. Mungkin ada yang ku ingat beberapa. Besok akan ku cari orang paling bodoh di kelas.


Waktu tidak terasa berjalan cepat. Alarmku pun sudah berbunyi dari tadi. Mama sudah memasak sarapan pagi. Papa sudah berpakaian rapi sambil mengobrol dengan Mama.


“ Pagi, Isa”


“ Pagi, Ma. Hari ini aku nggak usah bawa bekal. Karena hari ini ada acara di sekolah jadi aku akan pulang lebih awal”


“ Oke!”


Tapi novel itu sudah habis ku baca jadi nanti rencananya aku akan membeli novel lagi sepulang sekolah. Setelah berjalan agak lama akhirnya aku sampai di sekolah.


“ Selamat pagi, Isa”

__ADS_1


“ *Aku hanya menganggukan kepala sembari menuju tempat dudukku*”


Aku duduk dengan seseorang. Ya, dia yang menyapaku tadi. Tapi aku tidak begitu akrab dengannya meskipun duduk sebangku. Dia juga jarang mengobrol denganku.


Aku masih celingak-celinguk di kelas. Beberapa ada yang memperhatikanku. Tapi tidak ku tanggapi. Aku masih berpikir apa arti dari teman yang paling bodoh di kelas.


Menurutku bodoh itu relative. Dan aku tidak bisa memutuskan itu. Samar-samar ku dengar teman sebangku ku meminta izin untuk menyontek. Aku juga tidak memperdulikan itu.


Hingga tiba jam istirahat pun aku masih bingung apa yang dimaksud dengan teman sekelas yang paling bodoh. Dan akhirnya aku memperhatikan teman sebangku ku.


Dia dungu. Apakah dungu sama dengan bodoh? Aku juga masih bingung. Ahhh… Aku benci ini. Ini sama saja seperti aku memilih untuk menjaga harga diriku atau memecahkan rasa penasaranku ini.


Setelah beberapa jam aku pun mulai mengumpulkan keberanian untuk mempertanyakan masalah ini pada teman sebangku ku. Sesaat aku merasa sangat tertekan dan ingin sekali menanyakan tentang hal ini padanya.


Aku mulai dengan menepuk bahunya pelan. Dan dia pun merespon. Seketika aku langsung menunduk dan bibirku membeku. Tapi ku coba untuk menegakkan kepala dan membuka bibirku.

__ADS_1


“ Ya? Ada apa, Isa? *melihatku dengan pandangan yang bingung*”


“ Emh… A… Apa Kamu tau orang paling bodoh di kelas ini?”


__ADS_2