
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“ Hah? Pfft… Hahahha… Ya ampun Isa… Orang paling bodoh di kelas ini ya dia lahh… Teman sebangkumu itu! Hahahha”
“ Ah… Ma… Maaf aku nggak bermaksud buat ngeledek kamu. Aku… Aku cuman nyari aja. Maaf yah! *aku berkata seperti itu sambil menyatukan kedua tangan untuk mendukung permintaan maafku*”
“ Ahahaha… Iya. Nggak apa-apa kok, Sa. *berjalan keluar kelas dengan wajah murung*”
Jujur. Saat ini adalah saat yang paling memuakkan bagiku. Sepertinya aku tidak sengaja mematahkan semangat belajar seseorang. Iya. Dia yang duduk di sebelahku selama aku belajar saat ini.
Spontan aku langsung mengejarnya dan memintanya untuk berhenti. Tapi gagal. Dia malah mempercepat jalannya. Oh tidak. Sepertinya aku membuat dia menangis.
“ Kenapa, Isa? Kenapa kamu ngejar aku? Kamu udah nganggap aku orang yang bodoh kan? Aku ini cuman orang bodoh! Kenapa kamu mau ngejar aku? Apa sih yang kamu mau? Aku tau kamu itu pintar, Sa!”
Aku hanya diam membeku ketika dia mengucapkan kata-kata itu. Sambil menangis ku raih tangannya. Ku coba untuk mencoba menenangkan dia. Dan akhirnya setelah beberapa menit dia pun tenang.
“ Emh… Maaf. Boleh aku tau namamu?”
__ADS_1
“ Aku Selia”
“ Kamu Selia? Sama seperti nama pantai itu”
“ Iya. Ibuku yang memberikan nama itu padaku. Ngomong-ngomong kenapa kamu mencari orang yang paling bodoh di kelas?”
“ A… Aku masih belum bisa memberi tau kamu sebelum benar-benar tau siapa orang yang paling bodoh di kelas kita”
“ Lalu? Kenapa kamu bertanya hal itu padaku?”
“ Hmm… Baiklah aku akan bantu kamu mencari orang yang paling bodoh di kelas”
Sejak saat ini kami pun berteman. Selia juga mulai menjadi dekat denganku dan melupakan kejadian itu. Aku juga mulai belajar untuk berteman dengan baik dengannya.
Semuanya berjalan lancar hingga aku menemukan seseorang. Dia adalah murid pindahan. Sifatnya sangat malas. Saat sedang belajar pun dia memainkan bolpoin di tangannya.
Di dalam hatiku mulai bergejolak perasaan. Mungkinkah dia orangnya? Dia adalah orang yang paling bodoh di kelas? Dia juga tidak punya teman di kelas.
__ADS_1
Maukah dia menjawab pertanyaanku nanti. Dan jika dia tidak bisa menjawab bagaimana nanti? Apakah dia hanya menganggap perkataanku ini hanya bualan baginya?
Aku menunggu hingga waktu istirahat. Dia tidak pernah keluar dari kelas. Jadi ada kesempatan untuk bertanya padanya. Dengan nyali yang terkumpul aku mendekatinya. Kulihat dia sedang membuka botol air minumnya saat itu. Di kelas juga tidak ada orang selain kami.
“ Emh… Apa kamu orang yang paling bodoh di kelas?”
“ Ya”
“ Apa kamu tau tentang Kristal Pantai Selia?”
“ *Tiba-tiba membeku dan membisu sambil menatapku*”
Aku yang melihatnya diam membisu di hadapannya pun menepuk pundaknya untuk menyadarkannya. Dan tanpa aba-aba dia langsung menarikku untuk pergi ke suatu tempat.
Setelah mengobrol dengannya yang begitu semangat. Aku langsung ke kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasa. Lia juga menanyakanku darimana tadi. Tapi aku cuman bisa bilang ke WC.
Lia juga tidak mempermasalahkan hal itu. Dia hanya cemas karena aku jarang keluar sebenarnya. Dan tiba-tiba keluar dari kelas hal itu agak aneh baginya yang selalu menemaniku di kelas selama jam istirahat.
__ADS_1