
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Kami berhenti di pohon yang cukup besar untuk istirahat. Leo mencari makanan seperti buah-buahan liar. Fernand memburu binatang. Dan aku menyiapkan api untuk berjaga-jaga.
Selesai membuat api aku menunggu mereka di bawah pohon. Tapi berdiam diri seperti ini sangatlah membosankan. Aku pergi lagi untuk mencari sumber air.
Karena elemenku adalah air. Jadi bisa merasakan adanya sumber air meskipun hanya kubangan. Setelah berjalan beberapa lama akhirnya sampai di air terjun.
Indah sekali. Bagai dunia fantasi aku menatap air terjun tanpa berkedip. Warna biru cerah dengan ikan-ikan kecil yang bersinar di dalamnya. Aku ingin sekali menyentuh ikan-ikan itu. Lincah sekali bergeraknya.
Aku mulai menggerakkan tangan. Terbentuklah gumpalan air yang membulat di udara. Memerangkap ikan yang bersinar itu di dalamnya. Saat mengagumi ikan kecil itu.
‘ Krak…’
“(Ah? Apa ini?)”
Tumpukan tengkorak yang tergeletak di mana-mana. Mengapa aku tidak menyadarinya dari tadi? Gumpalan air yang memerangkap ikan kecil itu pecah karena pikiranku kacau.
‘ Wusshh…’
__ADS_1
“(Hmph! Sudah ku duga ada yang tidak beres disini. Hutan ini begitu sepi. Ternyata kau pelakunya!)”
Binatang seperti harimau yang ukurannya sangat besar. Lebih besar dari mobil Papa di rumah. Dan warnanya putih dan belang hitam! Bukan kuning-orange dan belang hitam.
“ (Baiklah! Inilah yang aku tunggu-tunggu! Tantangan yang sebenarnya! Lihat bagaimana aku menjinakkanmu!)”
Dia mulai bergerak dengan taringnya yang panjang. Aku sudah waspada dari tadi. Dan dia menerkamku tanpa aba-aba. Aku langsung terbang dengan menggunakan air sebagai tumpuannya.
Seperti bermain Skeatboard di udara. Aku mulai bergerak ke kanan dank e kiri membuatnya bingung. Sepertinya dia mulai geram denganku. Tanpa disangka…
‘ Tuan Putrii!’
Ku pegang kakinya yang menahan bahuku. Dan tersenyum kepadanya. Tampaknya harimau ini bisa mengerti bahasaku. Aku menggunakan aliran beracun yang sering kugunakan untuk bermain-main.
Seketika harimau itu menggeliat tidak karuan. Dan berguling-guling di antara tulang-belulang dan tengkorak di samping air terjun. Aku mendekatinya.
“ Aku tau kau mengerti apa yang aku bicarakan. Jika kau mau tetap hidup bersumpahlah padaku!”
“ Apa yang kau inginkan? Pasukanku akan menyerangmu sekarang! Gwoarrr…”
__ADS_1
Sekumpulan binatang yang sejenis dengannya mengelilingiku. Jumlahnya mungkin ada 10 ekor jika di satukan dengan harimau yang ada di bawah kakiku ini.
“ Diamlah disana jika kalian tidak ingin ketua kalian mati!”
“ Hahhaha… gadis kecil kau ternyata cukup berani ya?”
“ Ya! Aku memang berani! Dan aku bukanlah seorang gadis kecil! Jika kau masih ingin memimpin pasukan ini bersumpahlah padaku!”
“ Baik! Apa sumpahnya?”
Aku kembali dengan selamat dari air terjun dan membawa beberapa liter air yang cukup untuk kami bertiga. Aku mulai cemas karena waktu kami tinggal sedikit.
“ Tuan Putri? Dari mana sajakah anda selama ini?”
“ Hanya mengambil air dari sana”
Mereka tidak terlalu banyak bertanya. Dan untung saja mereka begitu. Jadi aku bisa menyembunyikan kekuatanku untuk beberapa waktu lagi. Kami hanya istirahat sebentar.
Lalu lanjut berjalan lagi. Karena waktunya juga tidak banyak lagi. Aku harus cepat-cepat menyelamatkan Dessy. Jika aku tidak bisa menyelamatkannya.
__ADS_1
Maka aku akan merasa bersalah seumur hidupku. Tapi dari saat pertama masuk ke dalam hutan ini aku merasakan bahwa aku juga pernah kesini beberapa waktu yang lalu. Ahh… Mungkin hanya khayalanku saja.