Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 38


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Apakah aku sudah di surga? Wah indah sekali… Aku rasa aku akan tinggal disini saja. Tidak ada yang menggangguku. Tidak ada Kucing kecil. Tidak ada Furu… Bahagianyaa~


“ Hoekkk…”


“ Nona apa kau baik-baik saja?”


“ Yah… Iya aku baik-baik saja…”


“ Sudahlah mari kita istirahat dulu. Mungkin dia butuh istirahat…”


“ Yayaya… Oh ya! Dessy? Apakah kau membawa baju yang kau jahit dari kepompong itu?”


“ Ya, Nona. Dessy membawanya. Omong-omong Nona mau membuat apa?”


“ Berikan saja padaku…”


Aku menggunakannya sebagai alas tidur. Benar! Benar-benar halus dan tebal bagai sutra. Nyaman sekaliii… Tidak perlu waktu lama aku sudah tertidur di atas kain ini.


“ Nona muda ini imut sekali saat tetidur~ Jadi ingin memeluknya… *menatap sang tuan putri yang tertidur pulas di paha Dessy*”


“ Jangan menatap majikanku seperti itu bola bulu!”


“ Diamlah kalian! Aku akan menyerang kalian satu-persatu!”


“ Pfft… Kira-kira Raisa bermimpi apa yah?”

__ADS_1


Aku terbangun dan benar lagi. Xion berada di pelukanku. Bukan aku yang memeluk. Tapi pelukannya sangat kencang. Mungkin karena itu aku jadi menghidap sesak nafas sementara. Kenapa aku bisa kena sial begini sih?


“ Emh… *aku berusaha melepaskan diri dari pelukan Xion*”


“ Majikan jangan pergii… *mengigau sambil memeluk kaki Raisa*”


“ Tuhaann~ Cobaan apa lagi ini?”


Kami jadi beristirahat selama beberapa jam hingga waktu malam. Dan akhirnya mereka melepaskanku saat makan malam. Dan aku menghukum mereka untuk mencari kayu dan ranting.


Setelah istirahat. Kami lanjut lagi. Dan menemukan desa yang sangat indah. Banyak hiasan di gerbangnya. Dan juga banyak orang yang memasang benda-benda cantik di rumahnya.


“ Sepertinya mereka merayakan hari pemujaan pohon oak”


“ Benarkah? Apa kita perlu mampir sebentar?”


“ Tidak! Kita tidak boleh menetap disini. Rumornya desa ini akan mempersembahkan pendatang baru untuk dewanya. Aku dengan mereka idiot… *potong Xion*”


“ Sejak kapan kau mempercayai rumor seperti itu, Kucing kecil?”


‘Tuk…’


“ Aduh! Sakit tau…”


“ Biar otakmu berjalan lancar. Mungkin ada yang macet di dalam sana”


Aku melihat-lihat barang-barang bagus di desa ini. Furu ikut denganku. Tapi dia tidak pernah lagi mengubah dirinya menjadi gurita kecil. Sepertinya dia betah dengan wujud elfnya itu.

__ADS_1


Meskipun agak susah menyembunyikan tentakel di punggungnya itu. Dan untuk mengantisipasi aku memberikan jubahku padanya. Dan membeli jubbah baru di desa ini.


Yah kurasa desa ini tidak seperti yang Xion katakan. Selesai melihat-lihat aku pergi ke penginapan yang Dessy pesan. Xion, Leo, Fernand dan Dessy sudah ada di penginapan lebih dulu.


“ Ada apa? Mengapa menatapku seperti itu?”


“ Nona muda. Kami ingin bertanya padamu”


“ Hmm? Apa itu? Katakan saja… Aku ajan menjawabnya~”


“ Apakah kau benar-benar Yang Mulia Tuan Putri Raisa Princessa?”


“ Tentu saja iya! Apa yang kau ragukan?”


“ Karena…”


“ Apa ini? Aku tidak mengetahuinya. Tapi yang pasti aku adalah Tuan Putri kalian! Dan aku yakin 100% untuk hal ini. Dan kenapa tiba-tiba kalian menanyakan hal yang tidak berguna seperti ini?”


“ Karena kau tidak ingat siapapun dari hutan elf hijau. Kau tidak ingat peliharaanmu sendiri *menunjuk Furu*”


“ Kau tidak ingat dengan para pengawal bayanganmu sendiri”


“ Anda juga tidak mengingat Dessy”


“ Dan kau juga tidak mengingat kekasih masa kecilmu!”


“ A… Apa?”

__ADS_1


__ADS_2