Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 16


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Eh? Apakah para elf yang hidup disini sudah biasa hidup tanpa melihat matahari? Apakah mereka belum pernah melihat matahari dan bulan sebelumnya?


Tapi jika ku lihat semua ruangan tidak ada yang tidak terang. Tidak ada lampu atau listrik juga. Jadi apakah ada yang mengendalikan cahaya disini? Apakah Papa atau Mama?


“ Mama?”


“ Ya? *membaca gulungan kertas yang aku tidak tau isinya*”


“ Apa bangsa elf ini tidak pernah melihat matahari?”


“ Di puncak ada satu ruangan terbuka. Kamu bisa melihat bulan, bintang, dan matahari disana. Tapi karena pohon oak ini sangat besar dan lebat maka kamu perlu berjalan beberapa hari untuk melihatnya”


“ Ah! Baik! Aku ingin melihat matahari! Bolehkah aku pergi, Ma? Pa?”


“ Baiklah boleh. Tapi tunggu sebentar. Mama akan menyimpan mahkotamu. Dessy dan beberapa pengawal bayangan akan menjagamu. Dan juga jangan sembarangan menggunakan kekuatanmu ya!”


“ Siap, Ma! *bersikap hormat seperti hormat pada bendera negara*”


“ Oh iya. Ini”

__ADS_1


Mama memberikan 3 kantung kecil. Kantung pertama berwarna kuning yang berisi koin emas dan perak. Kantung kedua berwarna hijau adalah sihir yang digunakan Mama.


Sedangkan kantung ketiga berwarna biru adalah sihir yang digunakan Papa. Jadi jika aku sedang dalam bahaya maka aku harus membuka salah satu dari kantung ini.


Aku dan Dessy bersiap-siap untuk pergi dalam tujuan untuk melihat bintang, bulan, matahari dan awan. Mama juga memberikanku jubah hitam untuk melindungi identitasku.


Bagaimanapun juga aku adalah seorang Tuan Putri. Dan memang tidak banyak yang mengetahui akan diriku. Tapi tetap saja harus waspada dan berjaga-jaga kan?


“ Dessy?”


“ Hadir!”


“ Ya, Tuan Putri”


“ Hush! Jangan memanggilku seperti itu. Panggil aku nona muda saja. Jika sampai terdengar orang lain akan gawat”


“ Baik, Tu… Nona muda maafkan hamba”


Kami berdua memesan 1 kamar untuk berdua. Meskipun sangat sulit untuk membujuk Dessy untuk tidur sekamar. Dia selalu beralasan tidak pantas tidur denganku yang pangkatnya lebih tinggi.


Padahal apa bedanya? Kan bagaimanapun juga dia adalah seorang gadis dan aku juga sama. Aku juga tidak mungkin akan melakukan hal mesum kan? Toh aku saja belum… Ahhh… tidak usah di bahas saja deh.

__ADS_1


Belum beberapa jam aku tertidur. Dessy sudah buru-buru membangunkanku. Dia bilang jalanan akan sepi jika kami berangkat lebih pagi. Dan aku menyetujui apa yang dia katakan.


Kerajaan Elf Hijau


“ Sayang? Kenapa kamu tiba-tiba mengijinkan dia pergi? Biasanya kamu tidak akan membiarkannya. Dan apakah kamu tidak mengingat kejadian sepuluh tahun yang lalu?”


“ Yah. Dia adalah seorang Tuan Putri sekarang. Tidak lama lagi akan menjadi penerus Kerajaan ini. Bagaimanapun jika dia tidak membawa bekal maka saat masa pemerintahannya nanti akan merepotkan”


“ Tumben kamu bijak?”


“ Hmph! *mencubit bagian pinggang*”


“ Ahhahaha… Baiklah… Baik… Maafkan aku Ratuku… Aku yang salah”


Penginapan Tuan Putri


Jalanan memang masih agak sepi seperti yang dikatakan oleh Dessy. Kami terus berjalan terkadang berhenti sebentar untuk beristirahat sejenak. Lalu kembali melanjutkan perjalanan.


Kami akhirnya tiba juga di hutan. Hutan lebat yang aku saja tidak mengira bakalan ada hutan juga di dalam sebuah pohon. Hutan yang bahkan para pemberani saja takut untuk melewatinya.


Mungkin hanya beberapa orang saja. Ahh… Baiklah! Aku suka ini… Hutan Elf Hijau. Ini adalah tantangan sesungguhnya! Biarkan aku lihat sekuat apa hutan ini.

__ADS_1


__ADS_2