Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 27


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Dessy tidak membutuhkan waktu lama untuk memintal benang. Tangannya benar-benar terampil. Setelah dia memintal benang aku langsung memakainya di lubang telingaku.


“ Wah ini sangat nyaman! Kau sangat terampil Dessy!”


Dia mengatakan sesuatu tapi aku tidak mendengarnya karena telingaku di sumbat oleh pintalan benang. Tapi setelah ini kami harus memikirkan langkah selanjutnya.


“ Tuan Putri. Hamba dan Fernand sudah setuju untuk menggendong anda sambil pergi menuju tebing itu”


“ Betul juga. Waktu kita tidaklah banyak. Dan juga kita tidak bisa saling berkomunikasi seperti biasanya karena sumbat telinga ini”


“ Tuan Putri? Anda masih ingin mencoba baju buatan hamba?”


“ Wahh… Bagus sekali! Tapi sepertinya kamu menyulamnya dengan sangat tulus aku akan menyimpannya saja. Karena kita ada di dalam hutan tidak cocok juga jika aku menggunakan pakaian gaun panjang ini”


“ Oh! Baiklah, Tuan Putri”

__ADS_1


Selesai mempersiapkan semuanya kami pergi ke dalam hutan. Aku di gendong oleh Leo dan Dessy digendong oleh Fernand. Dengan begini perjalanan yang kami lalui jadi lebih singkat.


Tapi sepertinya aku salah perkiraan. Bisikan bisa kami atasi. Tapi sulur-sulur yang menjalar ini semakin banyak dan banyak. Aku tidak yakin Leo dan Fernand bisa menahannya lebih lama lagi.


Tiba-tiba salah satu sulur menjerat kaki Leo. Aku pun terlepas dari gendongannya. Aku bangun dan membangkitkan Leo yang sedang menahan sakit di kakinya.


“(Ahh… Ini ternyata tidak mudah!)”


Pohon ini bisa membuat bisikan yang menghipnotis para elf yang sedang berpetualang. Mereka akan membawa korban yang terhipnotis ke tebing kematian.


“ Semuanya pohon ini bisa berpikir! Dan mereka memiliki kekuatan! *melepas sumbat telinga dan berteriak kea rah yang lain*”


“ Tuan Putri! Jangan! Apa yang akan anda lakukan? Anda akan terhipnotis!”


Salah satu sulur menjeratku. Tetap kutahan. Leo dan Fernand menebas setiap sulur yang mulai membungkusku. Aku tersenyum pada mereka dan mengatakan aku akan baik-baik saja!


Aku menggunakan aliran penenang untuk menenangkan pohon-pohon dari setiap sulur yang mulai membungkusku. Aku mulai memahami apa yang mereka katakan.

__ADS_1


“ Tuan Putri! Tuan Putri! Tuan Putri! Tuan Putri! Tolong kami Tuan Putri! Tolong! Tolong kami! Kami sudah tak punya harapan lagi, Tuan Putri! Selamatkanlah kami Tuan Putri! Kami percaya kau adalah orangnya! Lawanlah Hewan jahat itu untuk kami Tuan Putri! Kami Mohon!”


“ Baiklah! Aku akan menyelamatkan kalian. Biarkanlah aku dan teman-temanku masuk dan pergi ke tebing kematian”


Sulur-sulur yang menjeratku perlahan-lahan mulai bergerak mengendur. Bisikan-bisikan yang bising dan menghipnotis tak lagi ada. Ku lihat mereka bertiga sudah mulai tenang.


“ Tuan Putri! Apa yang anda lakukan Tuan Putri? Huhuhu… Anda membuat hamba sangat khawatirr… Hiks…”


“ Ahahaha… Sudahlah jangan menangis seperti itu. Ayo! Kita akan menyelamatkan Xion dan pohon-pohon ini dari tebing kematian dan Hewan Gurita itu!”


“ Hah? Apa itu Gurita, Tuan Putri?”


“ Pfftt… Mulai sekarang hewan itu ku beri nama Gurita saja! Bagus bukan?”


“ Hahaha iya, Tuan Putri!”


Dengan bisikan para pohon kami sampai di tebing kematian dengan cepat. Tapi dimana Xion? Tidak ada tanda-tanda Xion disini! Apa ini? Apa kami salah perkiraan?

__ADS_1


__ADS_2