Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 25


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Leo dan Fernand kembali dengan membawa buah liar dan beberapa daging, seperti daging kelinci hanya saja ukurannya lebih besar dari kelinci pada umumnya.


Setelah beberapa lama, getaran seperti gempa bumi itu tiba-tiba menghilang dengan sendirinya. Aku juga tidak tau kejadian apa ini. Tapi yang jelas ini bukan pertanda baik.


Kami sarapan bersama dan istirahat sebentar. Semuanya tenang dan tentram hingga…


‘Wush… Wush…’


“(Angin ini. Aku merasakan hal yang tidak beres dengan ini)”


“ Tuan Putri… Sepertinya kita dibuntuti (bisik Leo)”


“ Ya… Aku tau itu… Aku juga merasakannya (bisikku lagi pada Leo)”


Tanpa aba-aba Leo langsung menarik panah dan menembakkan ke arah yang dia tuju. Dan benar saja ada orang yang diam-diam mengawasi kami. Eh? Tapi itu bukannya…


“ Xion! Apa yang kau lakukan disini?”


“ Ah… Maaf sebelumnya. Karena aku membuntuti kalian. I… Ibuku yang memintaku untuk menjaga kalian sampai tujuan. Bagaimanapun juga Tuan Putri kalian ini pernah hilang sebelumnya. Dan aku… ah bukan! Kalian pasti tidak menginginkan hal itu terjadi lagi kan?”

__ADS_1


“ Yayaya… Baiklah… Kau pasti sudah lelah membuntuti kami dari tadi. Ayo! Kita makan daging tangkapan Leo dulu!”


Kami makan hingga puas lalu melanjutkan perjalanan. Di jalan aku banyak menemui hewan seperti rusa hanya saja tanduknya bercabang banyak sekali. Dan ukurannya lebih besar dari rusa biasa.


Sepertinya disini hewan dan tumbuhan hidup dan tumbuh tanpa diganggu. Aku juga sempat mendengar bahwa Kerajaan Elf Hijau sangat menghargai alam. Yah kurasa itu alasannya.


Setelah berjalan selama beberapa jam. Kami berhenti untuk istirahat karena hari mulai gelap. Dessy pergi bersama Leo dan Fernand untuk mencari makanan dan air.


Aku membuat tempat untuk tidur dari daun-daunan raksasa dan membuat api. Xion hanya membantuku sedikit mungkin karena canggung. Hanya kami berdua saja.


Tapi sebelumnya tidak seperti ini. Ahh.. Mungkin karena hal waktu itu. Dan aku yakin ibunya-Sang Ratu Peri memintanya menemaniku karena dia khawatir.


“(Wah! Telinganya berbulu! Ahh… Ingin sekali menyentuhnyaaa…)”


“ Apakah aku boleh menyentuh telingamu? *dengan kekuatan mata berbinar yang imut*”


“ Hahh? Emhh… baiklah… Kali ini saja!”


“(Wahh… Benar-benar lembutt… Bagai menyentuh bulu kucingg… Ahh aku rindu kucingnya bibi!)”


“ Ha… Ha… Emh… Cu… Cukup!”

__ADS_1


“ Eh? Kenapa? Telingamu begitu lembuttt! Aku ingin menyentuhnyaa!”


“ Tapi kau hanya mengatakan menyentuhnya… Ke… Kenapa mengelusnya?”


“(Ahh… Sial sepertinya aku menggoda seorang Pangeran dari Kerajaan Peri Harimau Putih! Wahh… Kalau Ratu tau hal ini kira-kira aku dihukum apa ya? Hmm… Jadi ingin menggodanya…)”


“ Hahh? Kenapa kau menatapku seperti itu lagiii? *melindungi telinga*”


“ Hehehee… *mengelus bagian ekor*”


“ Emh… Ja… Jangan lakukan ituuuu!”


“ Tu… Tuan Putri?”


“ Oh… Kalian sudah kembali? Tadaa… kubuatkan tempat tidur yang empuk looo”


“ Ja… Jangan tatap aku!”


“ Hihi..”


Baru kali ini aku melihat wajah tersipu dari Xion. Dia seperti kucing yang sangat imuttt. Untuk beberapa menit aku melupakan kenyataan bahwa dia adalah seorang Pangeran.

__ADS_1


Dan kenyataan bahwa dia adalah seekor Harimau Putih. Upss! Salah! Pemimpin kawanan Harimau Putih lebih tepatnya.


Tapi untuk kali ini melihat wajahnya yang memerah. Itu sangatlah menggemaskan. Ingin sekali aku menggodanya lagi. Tapi sudah cukup untuk hari ini.


__ADS_2