Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 41


__ADS_3

♡BACA, LIKE AND COMMENT♡


“ Kau kan lelaki yang ada di pemandian Kerajaan! Kenapa kau mengikuti kami?”


“ Oh! Ingatanmu masih sangat bagus ya… Cessa~ *membuka tudung dan menunjukkan wajahnya*”


“(Benar! Dia orang yang sama! Apa tujuannya? Aku masih tidak bisa menebaknya…)”


“ Aku tidak bermaksud mengikutimu. Aku hanya ingin menikmati pesta kembang api di desa sebelumnya. Tapi tidak sengaja melihat dirimu dikelilingi lalat-lalat pengganggu. Jadi aku mengikutimu sampai kesini”


“ Tidak mungkin hanya mengikuti saja! Apa tujuanmu yang sebenarnya! *potong Xion*”


“ Sudahlah… Biarkan saja dia…”


“ Tapi Raisa… Dia itu orang asing…”


“ Aku tidak perduli. Aku hanya ingin melihat langit. Tidak ada hubungannya dengan dia. Terserah saja apa yang dia lakukan”


Kami melanjutkan perjalanan melihat langit. Dengan tambahan seorang lagi. Yah mungkin rasanya jadi lebih menyenangkan karena bertambahnya seseorang lagi. Tapi kebenarannya tidaklah seperti itu. Karena…


“ Berhentilah menatap Raisa seperti itu kau kakek-kakek! *Xion memanggilnya kakek karena rambutnya panjang dan berwarna putih*”


“ Apa urusannya denganmu bola berbulu!”


“ Ya! Jangan menatap Majikan dengan matamu itu kakek tua!”


“ Ada apa denganmu anak kecil? Usiamu masih kecil kenapa ikut perjalanan ini? Lebih baik kau dirumah saja bermain dengan teman seusiamu!”


“ Tolonglahhhh… Diam sebentar bisa tidak?”


Mereka terus saja bertengkar sepanjang jalan. Aku bahkan memakai sumbat telinga yang dibuat Dessy. Tapi suara mereka sangatlah berisik. Memakai sumbat telinga ini sama saja. Tidak berguna!


Kami terus berjalan dan berjalan. Hingga sampai di suatu ladang dalam hutan. Ada pondok juga di tengah-tengah ladang ini. Ladang ini terawat dan bersih. Apakah ada pemiliknya?


Tapi di tengah hutan seperti ini? Memangnya bisa hidup? Tapi ada sedikit kemungkinan juga bisa hidup di hutan seperti ini. Tapi seseorang itu setidaknya harus menguasai satu elemen.


“ Kalian tetaplah disini. Aku akan memeriksa kesana. Jika aku tidak kembali dalam waktu yang lama. Kalian bisa pergi kesana”


“ Tapi-”


“ Sudahlah… Waktu kita tidak banyak… Aku akan pergi kesana sendirian. Kalian tidak boleh menemaniku. Paham!”


“ Majikan~”


“ Nonaa…”


“ Raisa…”


“ Semangat Cessa!”


Dengan waspada aku berjalan menuju pondok. Dari kejauhan pondok itu terlihat mengerikan. Tapi saat di dekati ternyata sangatlah bagus. Ada taman kecil di depannya. Sangat bersih dan sederhana.


Seperti di desa kakak. Sangat rapi dan bersih. Aku hampir tidak berkedip saat memasuki halamannya. Untuk beberapa menit aku menyadari kalau pondok ini benar-benar ada penghuninya.


Srek… Srek…


“ Haeh… Furu… Sudah kubilang jangan ikuti aku kann..”

__ADS_1


“ Tapi majikan…”


“ Ya sudah ayo sini… Temani aku mengawasi pondok ini…”


Kriett…


“ Masuklah… Kamu pasti sudah kelelahan kan? Aku sudah lama tidak kedatangan tamu. Ayolah masuk kedalam... Jangan malu-malu begitu... ”


“ Ah… I… Iya… Tapi…”


“ Kalian berdua dan teman-teman kalian disana juga ajak kesini…”


“(Bagaimana dia bisa mengetahui kalau aku berdua dengan Furu disini? Padahal kan Furu sudah menggunakan warna yang transparan? Dan mereka sudah bersembunyi kan? Ba… Bagaimana bisa dia…)”


Kami masuk ke dalam pondok perempuan yang masih muda itu. Dan ternyata aku telah salah karena mengira pondok ini sempit dan kecil. Karena kami sudah berada di dalam ruangan yang besar saat memasuki salah satu pintu.


“ Kalian datang tepat saat makan malam. Kita bisa makan bersama-sama. Aku sudah memasak makanan yang cukup untuk kita semua… Oh iya! Aku aku lupa memperkenalkan diriku. Namaku adalah Airi. Teman-temanku memanggilku Ai”


“ Te… Teman-teman?”


“ Yap! Aku punya banyak teman disini. Kalian semua keluarlah… Mereka baik. Tidak jahat!”


Aku seketika terkejut saat melihat perabotan di dalam ruangan bergerak dan mengeluarkan suara. Mereka hidup! Pantas saja aku merasa ada yang aneh dari ruangan ini. Aku merasa ada banyak orang.


“ Mereka adalah teman-temanku. Yang menemani dan membantuku di ladang ini”


“ Apakah kau yang menghidupkan mereka?”


“ Ba… Bagaimana kau bisa tau?”


“ Ka… Kau… Siapa kau?”


“ Aku adalah Seseorang elf biasa~”


“ Hah… Hiks… Hiks… Raisaa! *memeluk sambil menangis*”


“ Hahaha… Aku ternyata benar lagi”


“ Kau… Kau masih hidup Raisaa! Darimana saja kau selama ini? Kakak sudah mencarimu kemana-mana tau! Menanyakanmu ke semua benda-benda di seluruh negeri elf hijau! Kau nakal!”


“ Hehehe… Aku hanya lenyap sebentar kok…”


“ Apakah 10 tahun itu kau anggap sebentar bodoh?”


“ Baiklah apa makan malam kita hari ini?”


Kami makan dan mengobrol bersama di meja makan yang bisa bergerak sendiri. Dengan piring-piring dan sendok yang bisa menyuapi kami tanpa kami perintahkan. Dan selesai kami gunakan akan ada benda yang datang dan membersihkan semua piring dan mangkuk.


“ Sepertinya ini sangat menyenangkan”


“ Jika kau hidup sendiri ini tidak akan menyenangkan…”


“ Yap.. Tidak akan pernah menyenangkan”


“ Baiklah… Ji akan mengantar kalian ke kamar masing-masing”


“ E… Ai? Bolehkah aku berbicara sebentar denganmu?”

__ADS_1


“ Ya. Baiklah”


Aku tidur dengan nyenyak. Tidak tau bagaimana dengan mereka bertiga yang selalu menggangguku saat tidur. Untung saja Ai membiarkanku tidur dengannya. Dan Dessy tentu saja dia ikut bersamaku. Mana mungkin aku meninggalkannya di kamar itu sendirian.


Di kamar lain…


“ Majikan aku datang padamuu~”


“ Raisa…”


“ Cessaa~”


“ Eh? *mengucapkan serentak*”


“ Kenapa kalian ada di kamar Raisa?”


“ Kenapa kau ada di kamar Cessa hah?”


“ Kenapa kalian berdua ada di kamar Majikannn?”


“ Eh? Jika Raisa tidak ada disini… Lalu ini siapa?”


“ Ini aku Ji~”


“ Waaaaa… *berteriak dan berlari keluar dari kamar Raisa*”


Paginya aku bangun dengan badan yang sangat segar. Ji mengantarkanku untuk pergi ke kamar mandi karena Dessy sudah bangun dan membantu Ai mengurus ladang.


Selesai membersihkan diri aku langsung keluar menemui Dessy dan Ai yang sibuk menanam di ladangnya. Aku sangat terkejut karena ternyata tanamannya itu hanya butuh waktu semalam untuk tumbuh!


“ Ai? Darimana kau dapat benih tanaman-tanaman ini?”


“ Ini adalah buatanku sendiri”


“ Apa? *terkejut dan berteriak*”


“ Bagaimana kau membuatnya? Tidak mungkin seperti yang aku pikirkan kan?”


“ Yap! Aku bereksperimen dan cukup menghasilkan”


“ Kakak kau gila…”


Kami membantu Ai yang memanen tanamannya. Saat mencabut buah itu dari ladang aku tidak sengaja membelahnya menjadi dua. Dan aku sangat terkejut saat mengetahui di dalam buah itu tidaklah seperti buah biasa.


“ Apa ini?”


“ Itu adalah makanan yang kamu pikirkan iya kan?”


“ Makanan ini hanya terlintas di pikiranku… Tapi… Bagaimana bisa? Ini hebat!”


“ Pfftt… Apa kau menyukainya Raisa?”


“ Ya! Aku menyukainya! Sangat menyukainya!”


“ Baiklah kalian boleh membawanya nanti”


“ Terima kasihhh~”

__ADS_1


__ADS_2