
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Aku mengunjungi penginapan Xion sebentar. Membawakannya beberapa makanan dan barang-barang. Yah… Dia memang menyukainya.
Setelah selesai berkunjung aku langsung kembali ke Istana. Masuk dengan hati-hati. Dan akhirnya juga ketahuan oleh Papa. Untung saja Mama sudah tidur. Jadi aku tidak diomeli deh. Papa juga tidak memberi aku hukuman.
Papa memang yang terbaik!
Aku sampai di kamar tepat tengah malam. Dessy masuk ke kamarnya setelah selesai mengantarku. Akupun langsung terlelap di kasur yang empuk ini.
Esoknya aku bangun dengan badan segar. Meskipun bangun agak siang. Yah… Mungkin itu karena aku tidur tengah malam. Jadi pas saja aku bangun agak siang.
Aku sih pernah membaca. Batas waktu jam istirahat manusia yang baik adalah 8 jam. Kurasa itu juga sama disini. Elf dengan manusia tidak jauh berbeda ya?
“ Ayahanda… Ibunda… Raisa menyapa anda *membungkuk dengan hormat*”
“ Raisa? Ada surat untukmu… *Memberikan amplop yang berisi surat*”
Aku terkejut saat membukanya. Ini sangat mengejutkan! Aku tidak menyangka! Selia benar-benar menepati janjinya! Dia mendaftarkan aku untuk belajar di akademi.
“ Mama? Apakah akademi itu sama dengan sekolah?”
“ Yah… Bisa dibilang begitu~ *membuka surat-surat lain*”
Aku langsung mempersiapkan diri untuk memberitau kabar ini kepada Xion. Aku akan mengajaknya untuk pergi ke akademi! Aku harus mendaftarkannya juga! Karena dia tidak boleh jauh-jauh dariku!
Tidak perlu waktu lama aku sudah sampai di penginapan. Ditemani Dessy yang kewalahan mengejarku yang berlari dengan kecepatan maksimal.
“ Permisi… Nona? Apa anda mencari seorang pria yang bernama Xion?”
“ Ya! Aku ingin bertemu dengannya… Darimana kau tau? Dimana dia? Apakah dia-”
“ Maaf Nona… Dia sudah pergi dari penginapan ini sejak beberapa jam yang lalu…”
“ Be… Benarkah? Padahal aku ingin mengajaknya ke akademi…”
“ Nonaa... Tunggu Dessy… Huft… Huft… Eh? A… ada apa Nona?”
Aku sungguh tidak menyangka Xion sudah pergi dari penginapan. Kenapa dia tidak mengabari aku dulu? Kenapa dia langsung pergi begitu saja? Ada apa dengannya?
Malamnya aku pergi menyendiri di taman kota. Dessy tidak menemaniku karena aku memintanya untuk membiarkan aku sendirian. Dan dia mengiyakan.
“ Xion kau bodoh… Hiks… Hiks… Kenapa kau pergi begitu saja? Harusnya mengabari aku dulu… Hiks… Hiks…”
“ No… Nona?”
__ADS_1
“ Apa hah? Apa kau tau aku sedang sedih? *berteriak dan membentak*”
“ Ra… Raisa? Kenapa kau menangis?”
“ Kau… Kau… Kenapa kau bodoh sekali? Kemana saja kau selama ini? Kenapa tidak mengabari aku? *memukul-mukul Xion dengan kepalan tangan*”
“ Hahaha… Apa kau mengkhawatirkanku? Kenapa kau menangis sendirian disini? Dimana pengawalmu?”
“ Jangan menggodaku!”
Aku dan Xion berbicara panjang lebar mengenai aku yang akan masuk ke akademi. Xion hanya mendengarkan ceritaku. Tidak memotong atau memberi tanggapan. Ada apa dengan dirinya hari ini?
Pertama, dia pergi dari penginapan dan tidak memberitaukan hal itu kepadaku. Kedua, dia tiba-tiba datang tanpa suara. Bagai hantu! Apakah Xion benar-benar Hantu? Hii… Menyeramkan!
“ Xion… Aku akan pergi ke akademi. Apa kau mau ikut?”
“ Hmm… Sepertinya tidak!”
“ Egh? Kenapa kau mengatakannya dengan begitu mudah? Apakah kau tidak memikirkannya terlebih dahulu?”
“ Tidak… *mengatakan dengan wajah polos dan tidak bersalah*”
“ Haeh *menepuk kening*”
Malam itu memang terasa sedikit menyenangkan. Karena aku ditemani Xion. Tunggu? Apa aku jatuh cinta? Tidak! Tidak! Tidak! Bagaimana aku jatuh cinta?
“ Dessy?”
“ Oh! Nona sudah kembali… Maaf Dessy tidak melihat Nona masuk…”
“ Tidak apa-apa. Oh iya… Apa kau mau masuk ke akademi bersamaku? *mendudukkan diri di atas kasur*”
“ Hah? A… Apa? Ti… Tidak Nona… Dessy tidak mau… Dessy tidak pantas… *menunduk*”
“ Pfft… Kau ini. Kau berkata tidak mau tapi matamu begitu bersinar… Aku akan mendaftarkan diriku besok. Kau harus ikut denganku yah”
“ Ba… Baik Nona…”
Esok paginya aku menemui Mama dan Papa lagi. Aku tidak ingin jika di akademi akan disambut sebagaimana seorang Tuan Putri. Aku ingin yang biasa saja. Jadi...
“ Mama? Apa aku bisa… *membisikkan kepada Mama*”
“ Hah? Tidak! Tidak boleh! Kamu itu seorang Tuan Putri! Bagaimana bisa begitu?”
“ Aih… Bukan begitu, Ma. Isa melakukan itu karena mumpung tidak banyak yang mengenal Isa, Ma. Jadi Isa bisa menjalankan pelajaran di akademi dengan biasa. Boleh ya, Ma *memasang wajah memohon*”
__ADS_1
“ Tidak akan Mama izinka-”
“ Baiklah jika itu maumu Isa… Papa akan mengubah semua dokumen milikmu. Dengan begitu tidak akan ketahuan. Begitu kan? *potong Papa*”
“ Tapi sayang…”
“ Ayolah sayang… Biarkan saja dia. Dia sudah dewasa. Dia juga sudah menguasai kekuatannya dengan baik”
Dengan itu aku selesai berdiskusi dengan Papa dan Mama. Langsung menyiapkan barang-barang lalu pergi ke asrama di akademi. Aku masih belum menemui Selia di perjalanan.
Oh iya! Akademi ini bernama Akademi Magic. Letaknya tidak di dalam pohon oak. Tapi diluarnya. Oleh karena itu Mama mengkhawatirkanku. Dan hampir tidak mengizinkanku untuk berangkat.
Senangnya tidak ada pengawal. Tidak ada yang mengawasi. Hanya Dessy yang menemaniku. Setelah berpamitan dengan Mama dan Papa aku langsung berangkat ke akademi.
Sepertinya aku melupakan sesuatu. Tapi apa ya? Sepertinya tidak ada. Hanya khayalanku saja. Setelah beberapa jam berjalan aku keluar juga dari pohon oak.
Dari sini aku melihat pohon oak yang sangat tinggi. Yang memuat seluruh rakyat elf. Dan seluruh isinya. Banyak rahasia yang aku tidak tau dari dunia ini. Kira-kira apakah dunia ini juga bulat?
Apa semua dihuni oleh para elf? Apakah ada makhluk lain di dunia ini. Oh iya! Xion kan adalah salah satu makhluk selain elf! Ibu angkat Xion juga bukan elf! Berarti benar ada makhluk lain di dunia ini.
“ Nona… Dessy tidak pernah keluar sejauh ini dari Istana”
“ Benarkah?”
“*Menganggukan kepala*”
“ Kalau begitu jadikan ini pengalaman bagimu. Oke?”
“ Ya!”
Akhirnya aku dan Dessy sampai di tempat pendaftaran akademi. Ada banyak sekali elf disini. Eh? Ada makhluk selain elf disini! Ada siluman juga! Bertelinga putih seperti kucing…
Xion?
Kenapa dia ada disini? Apa dia salah satu murid disini? Kenapa merahasiakan hal sebagus ini dariku? Aku dan Dessy saling bertatapan saat melihat seseorang yang kami kenal…
Leo dan Fernand juga?
“ Nona? Apakah Nona mengajak mereka juga?”
“ Tidak! Aku tidak ada mengajak mereka! Apa mungkin Mama yang mengirimkan mereka?”
“ Bukan Yang mulia Ratu yang mengirimkan mereka *berbisik pada Raisa secara tiba-tiba*”
“ Hah? Kamu! Kenapa kamu disini? *terkejut setengah mati*”
__ADS_1
“ Pfftt… Hahaha… Kenapa terkejut seperti itu melihatku?”