
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Aku sudah sampai di akademi ditemani Dessy. Dan aku tidak menyangka akan bertemu dengan Xion, Leo dan Fernand. Aku mengira Mama yang memerintahkan mereka untuk kemari tapi ternyata…
“ Apa kau tidak suka aku memasukkan mereka ke akademi ini?”
“ Selia! Kenapa kau tidak memberitauku lebih dulu?!”
“ Pfft… Haruskah aku memberitaukan hal ini padamu? Anggap saja ini surprise oke?”
“ Huft… *menggembungkan pipi*”
Selia lah yang mendaftarkan mereka bertiga secara surprise! Kejutan! Ini tidak lucu… Sama sekali tidak. Karena ada mereka aku jadi tidak leluasa. Tapi apa boleh buat. Biarkan sajalah.
Satu persatu calon murid di akademi di tes. Menggunakan bola yang aku tidak tau itu bola apa. Yang jelas saat disentuh oleh seseorang yang memiliki kekuatan tertentu akan berubah warnanya.
Tak kusangka ternyata Leo dan Fernand memiliki kekuatan angin! Pantas saja mereka menjadi pengawal bayanganku. Mereka pendiam dan cepat tanggap. Papa saja hormat kepada mereka.
“ Oke selanjutnya…”
Giliran Dessy yang maju. Dan dia menguasai kekuatan penyembuhan dan penambah kekuatan. Sangat bermanfaat jika dibawa dalam pertempuran. Dan juga dikatakan sangat langka menemukan orang yang memiliki kekuatan macam itu.
“ Selanjutnya!”
Akhirnya sekarang giliran diriku. Aku maju dengan langkah biasa. Dessy sudah menungguku di asrama. Aku memintanya untuk menungguku disana lebih dulu.
Saat aku menyentuh bola itu dengan tanganku. Bola itu perlahan-lahan berubah warna. Awalnya hanya berwarna putih, lalu hijau, lalu biru, emas, dan bercampur-campur hingga menyilaukan mata.
Spontan tanganku satu tanganku menutup ke wajah. Tiba-tiba aku merasakan tanganku dilepaskan dari bola itu oleh seseorang. Dan saat tanganku terlepas dari bola. Cahaya itu menghilang seketika.
“ Siapa? Siapa kamu?”
“ A… Aku Raisa… Raisa Princessa…”
“ Kamu darimana nak?”
“ A… Aku rakyat biasa dari Kerajaan Elf Hijau”
“ Hebat! Hebat! Kamu bisa menguasai seluruh elemen! Sepertinya kamu adalah reinkarnasi dari Yang paling berkuasa!”
“ A… Apa?”
“ Kamu akan masuk ke kelas khusus! Besok datanglah ke ruangan pertama di samping kelas pengendalian air”
“*menganggukan kepala*”
Aku berpisah dari Selia, Xion, Leo dan Fernand. Aku langsung ke asrama. Tapi tunggu… Dimana asramanya? Akademi ini sangat besar! Kemana aku harus pergi? Aku tidak tau dimana asramanya!
__ADS_1
Dengan ragu-ragu aku bertanya pada seseorang yang terlihat berdiri disamping kolam indah berhiaskan pohon yang sama persis seperti bunga Sakura.
“ Permisi?”
“*menengok ke belakang*”
“ Apa kau tau dimana letak asrama putri?”
“*berjalan dan pergi tanpa berkata-kata*”
“ He… Hei tunggu! Kau tau dimana tempatnya?”
“*berpaling sebentar lalu berjalan lagi*”
Aku terus mengikutinya hingga ke sebuah bangunan yang terbuat dari kayu. Tapi ini memiliki akar. Apa dibuat dengan kekuatan kayu hingga membentuk menjadi bangunan?
Aku melihat nama bangunan itu. ‘Asrama Putri’ Ahh… Akhirnya sampai di asrama juga. Saat aku ingin berterima kasih ternyata lelaki itu sudah pergi jauh tanpa berkata sepatah kata pun.
“ Sungguh orang yang dingin! Aku harap tidak bertemu denganmu lagi… Wee *menjulurkan lidah*”
Bruk…
“ Aduh… Ma… Maaf yah… A.. Aku tidak sengaja! *mengambil buku yang berserakkan*”
“ Tidak apa-apa *ikut mengambil buku-buku yang jatuh*”
“ Apa kau anak baru? Aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?”
“ Ya… Aku anak baru”
“ Lain kali hati-hati ya…”
Setelah wanita itu pergi aku langsung menuju ke kamar yang nomornya sudah diberitaukan oleh Dessy sebelum dia masuk kemari. Dan benar didalam kamar itu ada orang yang kukenal. Dessy!
“ Hmm… Aku rasa seragam itu cocok untukmu… *memuji di depan pintu*”
“ Ah! No… Nona? Sejak kapan Nona ada disana? Kenapa tidak bilang pada Dessy? *terkejut setengah mati*”
“ Pfft… Sudahlah aku akan mandi dulu. Lalu istirahat… Aku sangat lelah… *merenggangkan tubuh*”
Aku langsung mandi di asrama. Yah rasanya sama seperti mandi di rumah. Bukan di Istana. Jika di Istana aku pasti masih berada di dalam Kolam besar itu sekarang.
Setelah mandi Dessy memasakkan makanan untukku. Di asrama ini setiap kamar ada dua kasur, satu dapur, kamar mandi, toilet, dan satu ruang bersantai. Yah mirip seperti apartemen modern lah.
Untuk bahan makanan. Ada satu toko seperti minimarket yang menjual semua barang-barang yang diperlukan murid-murid. Untung saja Mama memberikanku beberapa koin yang cukup untuk beberapa bulan.
Nilai tambah menjadi Tuan Putri bertambah satu deh. Tapi untuk sekarang tidak ada yang tau bahwa aku adalah Tuan Putri. Yah mungkin hanya beberapa orang.
__ADS_1
Untuk menyembunyikan itu aku harus bersikap seperti rakyat biasa. Murid yang biasa saja. Tidak menonjol. Dan sepertinya ini akan mudah. Dan mulai sekarang aku akan mencoba mencari pekerjaan paruh waktu!
“ Dessy? Kau kenapa tidak makan bersamaku?”
“ Dessy tidak pantas, Nona…”
“ Tidak boleh! Kau harus makan bersama denganku!”
“ Tidak, Nona… Dessy hanya pelaya-”
“ Bukan! Kau bukan pelayan, Dessy… Kau itu temanku… Kita adalah sahabat. Ingat itu!”
“ No… Nona… Hiks… Hiks…”
“ Sudahlah jangan menangis… Kau hanya akan menghabiskan air matamu…”
Malam itu aku makan bersama dengan Dessy. Lalu langsung tidur meskipun aku tidak bisa tidur. Dan akhirnya aku keluar untuk mencari udara segar.
Aku pergi ke taman akademi. Tempat dimana aku bertemu dengan lelaki yang dingin itu. Suasana saat malam ternyata lebih indah! Ada beberapa hewan seperti kunang-kunang terbang di atas kolam.
“ Disini tidak boleh bermain-main saat malam hari. Seharusnya kau tidur”
“ A… Aku hanya… Ah… Tunggu! Kau adalah orang yang disini tadi! Aku ingin mengucapkan terima kas-”
“ Kembalilah ke kamar dan tidur. Jika tidak maka kau akan kena hukuman *potong lelaki itu*”
“(Huft! Benar-benar pria yang dingin! Kenapa aku harus bertemu lagi denganmu sih?) "*menggembungkan pipi*”
Aku kembali ke asrama. Dessy sudah tertidur lelap saat aku kembali ke asrama. Aku pergi saat dia sudah tertidur tadi. Yah… Kurasa aku sedikit iri dengannya yang bisa tidur begitu cepat.
Sungguh sial nasibku tadi. Padahal hanya ingin mengucapkan kata terima kasih saja tidak bisa. Sangat dingin sikapnya. Apa dia adalah murid disini? Tapi tidak menggunakan seragam. Ini aneh…
Dalam beberapa menit aku akhirnya tertidur di atas kasur. Dan besoknya Dessy membangunkanku dari atas kasur. Dia sudah mengenakan seragam akademi.
“ Kau cantik menggunakan seragam itu, Dessy… Hoaemm…”
“ Nona terlalu memuji Dessy. Baiklah Dessy akan memasakkan kue kecil kesukaan Nona”
“ Benarkah? *seketika langsung segar dan bersinar-sinar*”
“ Ahahaha… Iya, Nona…”
“ Terima kasihhh~ Dessy memang yang terbaik… *memeluk Dessy*”
Aku langsung masuk ke kamar mandi. Membersihkan diri. Lalu sarapan bersama Dessy. Dan berangkat ke bangunan yang diberitaukan kemarin. Dessy berpisah denganku karena dia menguasai energi penyembuhan jadi kelasnya berbeda denganku.
“ Permisi… Apakah benar ini kelas… EHHHH?”
__ADS_1