Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 20


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Kami akhirnya sampai di pusat tumbuhan Dendreich ini. Ternyata pusatnya adalah gua. Tapi guanya sangat besar, besar sekali. Dari pintu guanya saja sudah bisa di pastikan kalau ada banyak sekali tumbuhan Dendreich ini.


Tapi ternyata aku salah! Tumbuhan Dendreich ini hanya ada 3, itu yang dikatakan oleh para pengawal bayangan. Tapi kenapa banyak sekali tengkoraknya? Apa sudah banyak elf yang menjadi korban disini?


“ Tuan putri! Kami akan memancing tumbuhan Dendreich ini untuk anda”


“ Eh? Kalian akan meninggalkanku sendiri disini?”


“ Kami percaya padamu Tuan Putri!”


Dengan ragu-ragu aku masuk ke dalam gua pusat tumbuhan Dendreich ini. Sambil menggenggam Kristal yang diberikan Ratu peri kecil di hutan tadi aku memberanikan diri untuk masuk.


Saat masuk kulihat sosok seorang perempuan dengan gaya rambut yang aku kenal meskipun agak berantakan. Tergeletak begitu saja di antara tulang-belulang yang menggunung.


Tanpa kusadari air mata mengalir di pipiku dengan derasnya. Dengan tergesa-gesa aku berlari menuju sosok perempuan itu, Dessy. Badannya sangat lemas. Mungkin karena tidak makan beberapa jam.

__ADS_1


“ Tu… an Pu… tri… Ma… af… kan… Ham… ba… Se… ha… rus… nya… An… da… Su… dah… Me… li… hat… Ma… ta… ha… ri… Se… ka… rang…”


“ Tidak… Hiks… Aku… Aku akan menyelamatkanmu… Harus… Hiks…”


Melihatnya bicara terbata-bata seperti itu membuat hatiku terasa tersayat-sayat. Aku mengalirkan energy penyembuhan padanya meski hanya sebentar.


Tiba-tiba aku tersadar. Bukankah tumbuhan yang keluar tadi hanya 2? Lalu dimana lagi yang satunya?


‘ Gwoaarrr…’


Beruntung aku membawa sedikit air. Dengan amarah yang kuat aku menusukkan beberapa panah kecil ke arahnya. Percuma! Badannya akan sembuh lagi dengan cepat.


Energiku sudah terkuras banyak karena menyembuhkan Dessy. Aku mulai kewalahan menyerang 1 tumbuhan ini. Apa kabarnya dengan Leo dan Fernand yang menyerang 2 tumbuhan itu.


“ Dessy cepat cepat cari tempat yang aman!”


“ Ba… Baik… Tuan Putri!”

__ADS_1


Aku berjuang keras melawan 1 tumbuhan Dendreich ini. Meskipun beberapa kali aku menyerang tetap saja akan sembuh lagi. Ini sama saja dengan mencari mati.


Aku melihat ada cairan hijau yang mengalir dari punggung tumbuhan itu. Apa itu? Kucoba untuk menyerang bagian itu dengan air yang kucampur dengan aliran beracun.


Tumbuhan itu mulai menggeliat dengan liar. Hmph! Sepertinya dia kesakitan! Aku tembaki dia dengan jurus yang sama. Dan setelah beberapa detik berlalu.


‘ Gwoarrrr…’


Tumbuhan itu malah makin menjadi. Bagaimana ini? Apa kelemahannya? Hingga akhirnya aku terpental ke celah bebatuan gua. Tumbuhan itu berkoar-koar dan menjadi gila saat tidak menemukanku.


Tetapi, aku menemukan sesuatu. Beberapa botol kosong dan yang berisi cairan. Aku mencoba pada salah satu batu di dalam celah itu. Kering! Batunya menjadi kering dan berubah menjadi abu!


Sepertinya Tuhan sedang memihak padaku. Aku mencoba menyentuh cairan botol itu. Panas! Aku tahan dan coba mempelajari apa isinya. Lalu mengambil air dan mengubahnya menjadi ramuan yang sama persis seperti di dalam botol.


“(Hmph! Kalau begitu serang aku kali ini tumbuhan setan!)”


Aku keluar dari celah batu dan membuat gumpalan yang besar seukuran tumbuhan itu. Mengurungnya di dalam bola besar dengan cairan racun itu. Tumbuhan itu mulai meronta-ronta.

__ADS_1


__ADS_2