Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 26


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Aku tidur nyenyak hingga Dessy membangunganku. Aku pun bangun dengan setengah sadar. Kami mulai membagi tugas. Aku mencari air. Fernand dan Leo mencari makanan seperti biasanya.


Dessy membersihkan barang-barangku dan tetap menetap di tempat peristirahatan. Sedangkan Xion… Eee… Xion tetap mengikutiku kemanapun.


Ahh… Sepertinya ini akan merepotkan. Tapi sepertinya tidak juga. Saat bertemu dengan kami dia sudah menggunakan wujud manusianya. Dan aku cukup terpesona.


Bukan dengan wajahnya. Tapi dengan telinga dan ekornya. Aku ingin sekali mengelusnya lagi. Tapi sepertinya aku akan ditolak mentah-mentah. Dan aku tidak menyangkal itu.


Wajahnya masih sedikit tersipu saat melihatku. Hei? Bisakah kau menatapku? Saat aku bertanya begitu pun dia masih tidak dapat mengurangi rona merah di pipinya.


“ Baiklah! Airnya sudah cukup. Ayo kita kembali!”


Aku membawa beberapa botol air minum. Dan dia juga membantuku. Sedikit~ Yah daripada dia diam saja. Iya kan? Setelah sarapan, kami melanjutkan perjalanan untuk ke sekian kalinya.


Mungkin hanya perlu waktu beberapa jam lagi untuk keluar dari hutan ini. Yeah! Akhirnya keluar dari hutan ini! Aku sudah bosan hanya melihat daun-daunan besar di sepanjang jalan.


Tiba-tiba selang beberapa jam kami berjalan ranting-ranting pohon mulai patah tanpa sebab…


“ Hah? Kenapa rantingnya patah?”

__ADS_1


“ Emh… Tuan Putri… Sepertinya kita memasuki area hutan hidup”


“ Hah? Apa? Apa itu hutan hidup?”


“ Itu adalah…”


Tiba-tiba pohon-pohonnya mengeluarkan suara seperti bisikan. Bisikan yang sangat mengganggu. Leo, Fernand dan Dessy menyadarinya lalu menutup telinga mereka.


Aku lantas ikut menutup telingaku. Hanya Xion yang tidak menutup telinganya dan mulai berjalan seperti Zombie.


“ Tuan Putri dia terhipnotis!”


“ Baik! Kita mundur dulu! Sebentar baru kita pikirkan cara untuk menyelamatkannya”


“ Apa ada cara?”


“ Haeh… Masuk ke hutan hidup ini sangatlah berbahaya, Tuan Putri. Kita harus menutup telinga kita untuk menghindar dari bisikan para pohon itu. Dan juga pohon itu memiliki sulur yang bisa memanjang untuk menjerat mangsa”


“ Kira-kira kita punya waktu tidak?”


“ Kita punya… Tapi…”

__ADS_1


“ Tapi?”


“ Tapi waktunya sangatlah sedikit”


“ Mereka akan memanggil mangsanya menuju sebuah tempat yang dinamakan tebing kematian”


“ Ya! Mereka akan mengarahkan para elf yang terhipnotis kesana. Dan memberikannya pada hewan. Hewan yang memiliki tangan banyak dan bisa menempel”


“(Apakah itu seperti Gurita?)”


“ Tapi kenapa mereka mengarahkan para elf kesana?”


“ Karena hewan berkaki banyak itu akan memakan akar pohon-pohon itu jika mereka tidak memberikan hewan itu makanan”


Hmm… Kami memikirkan dengan sangat cermat dan hati-hati. Tapi tidak ada inspirasi sedikitpun dari kami. Kami mulai frustasi dan stress karena tidak kunjung menemukan ide.


“ Tuan Putri. Anda sudah beberapa hari tidak berganti pakaian. Saya bisa membuat pakaian. Dan disini juga banyak sekali kepompong-kepompong kosong. Saya bisa menggunakannya”


“ Hah? Kepompong? *menengok ke belakang*”


Aku sangat terkejut karena kepompong itu sangatlah besar. Mungkin bisa membungkusku di dalamnya. Eh? Tunggu sebentar? Kalau kepompongnya sebesar itu seberapa besar larvanya?

__ADS_1


Dan akan seberapa besar jika menjadi kupu-kupu? Tunggu tadi Dessy pintar membuat pakaian kan? Dan dia bisa memintal benang? Hmm… Sepertinya aku punya ide.


__ADS_2