
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Aku dibimbing oleh seorang pengawal yang tiba-tiba datang ke kamarku menuju salah satu ruangan yang berfungsi sebagai tempat untuk menyambut tamu-tamu dari luar Kerajaan.
“ Tuan Putri… Sudah lama tidak bertemu yah?”
“ Se… Selia? *menatap tanpa berkedip*”
“ Oh… Tuan Putri Selia datang kemari… Ada apa? Apakah ada hal yang sangat penting hingga mengundang dirimu kemari?”
“ Hahaha… Yang mulia Ratu memang cepat tanggap sejak dulu. Tidak pernah berubah…”
Selia! Dia benar-benar Selia yang aku kenal! Tapi sikapnya sangatlah berbeda. Tapi bagaimana mungkin? Kenapa bisa seperti ini? Tadi Mama juga memanggilnya dengan kata Tuan Putri. Apakah dia benar-benar Tuan Putri?
Aku, Mama dan Selia masuk ke dalam suatu ruangan sunyi. Di dalam ruangan ini hanya ada kami bertiga. Tidak ada yang lain. Bahkan jangkrik sekalipun.
“ Yang mulia. Maaf hamba mendahului. Tapi ada suatu hal yang ingin hamba sampaikan”
“ Tidak apa-apa. Silahkan lanjutkan saja…”
“ Saat ini di Kerajaan Angin selatan ada seseorang yang mencuri Kristal kami. Yang mulia pasti tau siapa orangnya. Benar kan?”
“ Apa wanita itu?”
“ Ya… Dia sudah membuat ulah di Kerajaan Angin Selatan. Kristal kami juga sudah dia ambil. Kekuatannya juga pasti bertambah”
“ Aku dengar juga portal antardunia ada yang menyabotase? Apakah pelakunya sama?”
“ Untuk sekarang kita tidak bisa memastikannya…”
“ Tidak menyangkut dengan itu semua. Kenapa Tuan Putri Selia datang kemari sendirian?"
“ Itu…”
Aku berada di ruangan yang aku sendiri hanya bisa menyimak. Tidak bisa berkata-kata. Hanya bisa memahami semua yang Mama dan Selia katakan.
Tapi ini memang aneh. Selia bukanlah yatim piatu. Kenapa dia hanya datang kemari sendirian? Setidaknya dia masih punya seseorang yang menemaninya. Tidak mungkin sendirian!
Setelah selesai melakukan ‘Rapat Penting’ dengan para senior-senior yang sangat bijaksana. Aku keluar dan pergi ke taman Kerajaan. Melihat air terjun buatan.
“ Kalian tinggalkanlah aku sendirian. Aku hanya ingin berdua dengan Tuan Putri Elf Hijau”
“ Baik, Tuan Putri”
“ Huft… Raisaaa! Apa kau sudah tidak mengenaliku lagi?”
“ Tidak. Aku tidak mengenalimu… Kau sekarang sangat anggun dan sopan. Berbeda dengan dirimu yang biasanya”
“ Yah… Menurutmu apa yang akan aku lakukan di depan para pengawal Kerajaan itu?”
__ADS_1
“ Hmm… Dimana orang tua mu?”
“ Ayah dan Ibu sedang sakit di Istana. Kristal mereka hilang. Jadi aku datang kemari untuk meminta sedikit pengobatan dari Yang Mulia Ratu. Ibumu…”
“ Aku turut bersedih…”
Kami duduk di taman berdua. Mengobrol tentang bagaimana Selia bisa datang ke dunia ini juga. Dan ternyata dia benar-benar Tuan Putri. Tuan Putri dari Kerajaan Angin Selatan.
“ Kekuatan kita tidak mungkin cukup untuk melawan Diana”
“ Kudengar akademi kalian sangatlah mengagumkan! Apa mau belajar disana? Aku sudah lama tidak mengasah kekuatanku ini. Sekalian juga mempelajari tekhnik lainnya”
“ Aku mau… Tapi dengan gelar kita sebagai Tuan Putri ini-”
“ Tidak apa-apa… Aku punya ide! *membisikkan idenya pada Raisa*”
Setelah aku mengobrol bersama Selia. Dia pamit untuk kembali ke Kerajaannya. Mungkin dia akan kembali beberapa hari kemudian. Yah mungkin aku akan mencoba untuk menanyakan hal itu pada Mama dulu.
Dessy membantuku untuk membersihkan diri di kolam itu. Saat sore rasanya sangat hangat. Matahari buatan itu cukup memuaskan. Tidak jauh berbeda dengan matahari asli.
Selesai membersihkan diri aku masuk ke kamar dan merebahkan diri. Dessy menemaniku di kamar. Tiba-tiba aku teringat dengan Xion. Kira-kira sekarang dia apa kabar yah?
Xion sudah tidak menginap di Istana lagi. Dia menginap di penginapan. Dengan koin yang aku tidak tau dia mendapatkannya dari mana. Aku harap dia tidak mencuri yah…
“ Dessy?”
“ Hadir! Ada apa, Nona?”
“ Pfft… Apa Nona merindukannya?”
“ Hah? Tidak! Tentu saja tidak!”
“ Hmm… Dessy dengar dia membantu para pelayan Istana. Mungkin koinnya dia dapat dari melakukan pekerjaan itu”
“*Tersenyum*”
Aku tidak menyangka seorang Pangeran. Bisa menjual harga dirinya untuk mendapatkan beberapa uang koin. Padahal dia adalah Pangeran yang terhormat.
Itulah peliharaanku. Kesayanganku. Tidak lemah dan tidak arogan. Mungkin untuk sekali dalam hidupku aku merasa ingin membatalkan sumpah itu.
“ Ha! *tiba-tiba berdiri*”
“ No… Nona? *terkejut dan ikut berdiri dari duduknya*”
“ Dessy kenakan jubahmu. Kita akan pergi ke suatu tempat…”
“ Tapi ini sudah larut, Nona…”
Aku tidak memperdulikan perkataan Dessy dan langsung mengenakan jubahku. Dan pergi keluar dengan semangat. Dessy yang terkejut langsung mengikutiku keluar dari Istana.
__ADS_1
Aku ingin ke suatu tempat. Ke tempat peliharaan kesayanganku berada. Meskipun akan ditangkap oleh pengawal. Aku bisa menyogoknya kan? Ada juga kelebihan menjadi Tuan Putri… Hihi…
“ Nona? Sebenarnya anda mau kemana selarut malam ini?”
“ Ayolah… Ikuti aku saja… Oh iya! Kita harus membawa makanan! Beli ini… Beli itu… Kira-kira Xion akan suka yang mana yah?”
“ No… Nona? *membeku karena melihat Tuan Putrinya membeli semua makanan dan membawa semuanya sendiri*”
Setiap toko makanan yang ada aku hampiri dan membeli. Tidak lupa juga aku mencicipinya. Yang menurutku enak akan aku beli. Kira-kira bagaimana ya? Reaksi Xion saat melihatku?
Membutuhkan waktu yang cukup lama bagiku untuk membeli barang dan makanan untuk Xion. Yah… Barang-barangnya cukup bagus sih. Jadi aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak membelinya.
Dan akhirnya setelah beberapa jam berbelanja aku dan Dessy pergi ke penginapan Xion dan Ibu angkatnya. Untuk menemui Xion di sana. Dan ternyata ruangannya…
Kosong?
“ Dessy? Kau tidak berbohong padaku kan?”
“ Ti… Tidak Nona! Dessy tidak berani!”
“ Hei? Siapa kalian? Aku tidak pernah bertemu dengan kalian sebelumnya? Apa kalian bukan penginap disini? Jika tidak ada keperluan pergi saja…”
“ Tapi kami benar-benar ingin menemui seseorang…”
“ Siapa?”
“ Xion! Namanya adalah Xion! Mereka adalah temanku… Tidak boleh ada yang mengganggunya!”
“ Xion?”
Xion datang entah darimana. Eh? Tunggu? Itu kamarnya? Sepertinya kami salah kamar… Padahal sudah menyiapkan surprise seperti ini. Dan ternyata gagal total! Menyebalkan!
“ Pfft… Raisa? Apa kau salah membuka kamar? Pfft… Hahaha… Maaf aku tidak bisa menahan tawa… Hahaha”
“ Huft… Sudahlah ayo kita pulang, Dessy… Bawa saja barang-barangnya… Dia tidak mau kita ada disini…”
“ Eh… Tunggu… Tunggu… Tunggu… Baiklah. Raisa kau jangan marah… Maafkan aku… Aku langsung pergi. Tidak memberitaukan hal ini padamu”
“ Tunggu? Kau sendiri? Dimana ibumu? Ah! Maksudku ibu angkatmu?”
“ Hmm… Dia sudah kembali ke Kerajaan Peri Harimau Putih lagi… Ada apa?”
“ Kenapa dia pergi?”
“ Dia rindu dengan Vey… *menunduk*”
“ Ada apa? Kenapa kau murung?”
“ Ti… Tidak apa-apa… Hanya mengantuk saja…”
__ADS_1
“ Benarkah?”