
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Kerajaan Elf Hijau
“ Sayang? Kenapa dari tadi kau mondar-mandir seperti itu? Membuatku pusing saja”
“ Aku khawatir pada Raisa. Hanya dia Putri kita. Aku takut hal yang dulu terulang kembali”
“ Sudahlah dia adalah anak yang kuat dan cerdas. Dia pasti bisa melewati semua rintangan yang membentang di hadapannya”
“ Yah… Ku harap begitu”
Kerajaan Peri Harimau Putih
“ Xion? Sumpah apa yang kau buat dengannya?”
“ Tidak ada, Bu. Aku hanya bersumpah untuk selalu membantunya saat dia butuh bantuan. Dan…”
“ Dan apa? *teriak*”
“ Dan tidak akan menjalin hubungan apapun dengannya”
‘Plak!’
“ Ibu?”
__ADS_1
“ Kau ini anak yang tidak berguna!”
“ Aku tidak ada jalan lain, Bu. Dia juga yang menyelamatkanku dari racun yang mengancam nyawaku”
“ Apa kau tau? Dia adalah anak yang hilang 10 tahun lalu di Kerajaan Elf Hijau itu! Dan kau melepaskannya begitu saja hah? Betapa bodohnya dirimu ini?”
“ Tapi, apa istimewanya dia, Bu? Aku lihat dia hanyalah gadis elf biasa”
“ Apanya yang biasa? Dia bisa melihat kita! Bisa menggenggam Kristal elemen air itu tanpa terluka! Bukankah sudah jelas kalau dia bukanlah gadis elf biasa?”
Hutan Elf Hijau
“ Tuan Putri? Hamba punya 1 pertanyaan”
“ Tuan Putri? Apa yang anda bicarakan dengan Sang Ratu Peri tadi, Tuan Putri? Dan kenapa tiba-tiba langsung mengajak hamba pergi dari perkampungan peri itu…”
“ Pertanyaanmu itu lebih dari satu, Dessy *memotong ucapan Dessy*”
“ Maafkan hamba, Tuan Putri. Hamba terlalu bingung”
“ Tidak apa-apa. Oh iya! Jangan panggil aku Tuan Putri lagi! Panggil saja Raisa”
“ Hah? Tidak tidak tidak! Hamba tidak pantas, Tuan Putri”
“ Jangan melanggar perintahku!”
__ADS_1
“ Baik!”
“ Oh iya. Satu lagi. Kapan kita keluar dari hutan ini?”
“ Kira-kira memerlukan waktu satu atau dua hari lagi, Tuan… Ra… Raisa!”
“ Pfftt… Bwahahhaha… Kau lucu sekali Dessy…”
Sudah lama tidak ada yang memanggilku begitu selain Mama dan Papa. Karena statusku yang tinggi ini. Jujur sebenarnya aku hanya ingin tinggal sebagai rakyat biasa saja.
Tidak ingin yang mewah seperti menjadi Tuan Putri ini. Tapi apa boleh buat? Takdir menuntutku untuk memerankan peran Tuan Putri ini. Jika aku menyerah sekarang bukankah sama saja kalah dalam permainan?
Setelah beberapa jam berjalan kami berhenti di tempat yang cukup nyaman untuk di jadikan tempat berkemah. Kebetulan di samping tanah yang datar ada air terjun yang cantik sekali.
Ada tumbuhan bersinar di sekitarnya. Aku tidak tau tumbuhan itu bersinar karena apa. Karena aku sama sekali tidak mengenal jenis makhluk di dunia ini. Baik tumbuhan, hewan ataupun orang-orangnya sekalipun.
Seperti biasa aku membuat api. Karena ada Dessy jadi dia ikut membantuku. Leo dan Fernand sedang mencari makanan untuk sarapan kami.
Beberapa saat kemudian kami sudah berkumpul untuk menyantap makanan bersama. Bercerita tentang adik Fernand yang sudah lulus dari Akademi yang ada di Kerajaan Elf Hijau- Kerajaanku.
Dan Ibu dari Leo yang mendapatkan rumah baru di wilayah Kerajaan Elf Biru. Aku sangatlah senang dan bahagia bisa berbagi cerita dengan mereka. Sama seperti aku mendengarkan ocehan Selia.
Semuanya sangatlah menyenangkan hingga tanah tempat kami berpijak bergetar seperti gempa bumi. Bukan gempa bumi kan? Di dalam pohon oak pun bisa gempa bumi?
MUSTAHIL!!!
__ADS_1