
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“(Ahh… tubuhku… padahal sedikit lagi… akan membunuhnya… mungkin karena terlalu banyak mengeluarkan energi)”
Tumbuhan itu semakin dekat denganku. Mengendus-endus mencari lukaku. Untung saja sudah ku obati di dalam celah batu tadi. Tapi aku tidak menyangka.
‘ Gwoarrr… Krekkk….’
“ Aaaaaaaaa… *mencoba menggenggam Kristal dengan kuat dan meminta pertolongan*”
Dia menggoreskan kakiku dengan salah satu tulang rusuk hewan yang tergeletak di sana. Aku sudah tak kuat lagi. Kekuatanku hampir habis. Dan aku tidak membuat luka sedikitpun pada tumbuhan setan ini.
Sebelum aku menutup mata. Tibalah kawanan harimau yang bertemu denganku di air terjun tadi. Xion adalah ketua kawanan itu. Yang aku racuni di air terjun tadi.
‘ Gwoarrr… Bruak…’
Sial… Xion dalam bahaya. Dan yang kulihat adalah dia tertindih bongkahan batu. Bongkahan batu yang lain malah makin menjadi dan menutupi tubuh Xion.
“ Xiiiooonnnn…”
Sekali lagi air mata yang hangat mengalir deras di pipiku. Saat Kristal biru di genggaman terkena air mataku. Perasaan bergejolak di dalam hatiku. Kristal itu makin bersinar.
Memulihkan tenagaku. Kurasakan tubuhku terasa ringan terbawa angin. Kurasa sekarang ini aku sedang terbang. Hatiku tersayat-sayat saat melihat Xion yang tak berdaya di bawah bongkahan.
__ADS_1
Aku membuka tangan dan Kristal biru itu pun melayang di udara. Dengan taktik yang sama lagi. Aku membuat gumpalan racun yang mengurung tumbuhan Dendreich di dalamnya.
“ RASAKAN INI TANAMAN SETANNN!!!”
Untuk kedua kalinya tanaman setan itu meronta-ronta. Aku makin memperkuat gumpalan racun ini. Meskipun rasanya sangat menusuk ke dalam dada. Kurasakan darah muncrat dari mulutku.
“ Tidak! Aku tidak boleh menyerah! Ini adalah ketua tanaman itu! Jika tanaman ini mati maka yang lainnya juga akan mati! Dan kehidupan para peri tidak akan lagi terganggu! Aku! Putri dari Keraajaan Elf Hijau! Akan menghabisi siapapun yang akan menghalangiku!”
‘ Gwoarrr…’
Tanaman itu mulai berwarna kecoklatan. Layu dan berubah menjadi abu. Aku sungguh senang dengan keberhasilan itu. Dan kurasa aku mulai jatuh dari atap gua.
“ Ahh… Tuan Putri!!! Maafkan hamba terlambat! Maafkan hamba! Maafkan!”
Terang! Bagai cahaya matahari! Begitu terang dan hangat. Tapi saat aku bangun ternyata bukan matahari yang aku dapati. Melainkan cahaya yang bersinar dari tangan Dessy.
“ Hah? Tuan Putri!!! *langsung memeluk tanpa aba-aba*”
“ Iya… iya… Leo? Apa sarapan hari ini?”
“ Ah? Tuan Putri sudah bangun? Sarapan hari ini adalah buah liar dan daging hewan liar”
“(Xion!) Apakah kalian melihat harimau putih di gua tumbuhan Dendreich?”
__ADS_1
“*saling berpandangan lalu menggelengkan kepala serentak*”
“ Aku! Aku harus kesana! Harus!”
“ Tapi Tuan Putri, tubuhmu masih lemah. Kami takut anda tidak akan kuat”
“ Kalian disini saja jaga Dessy. Aku akan pergi sendiri!”
“ Tapi, Tuan Putri?”
“ Leo! Kau dilarang melanggar perintah seorang Tuan Putri!”
“ Baik!”
Aku masuk ke dalam gua tapi tidak ada harimau yang tergeletak disana. Aku makin cemas saat bongkahan bekas Xion tertindih sudah terbuka. Xion aku sangat khawatir padamu. Oh iya, Air terjun!
“ Wah… wah… kau ternyata adalah gadis kecil yang pemberani yah?”
“ Jangan panggil aku gadis kecil! Eh? Xioonnn!”
“ Hhhahahaha pelukanmu ini terlalu kencang! Dan jauhkan dirimu dariku! Kau bau darah! Aku tidak kuat menahannya!”
“ Hah? Darah? Oh iya aku lupa dengan lukaku. Hehe…”
__ADS_1