
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“ Kau? Kekasih masa kecilku?”
“ Ya!”
“ Pfft… Hahahaha…”
“ Ke… kenapa kau tertawa?”
“ Baiklah… baik… Kalian ingin tau yang sebenarnya?”
“*menganggukan kepala serentak*”
“ Huft… Baiklah… Sejak awal aku sudah mengingat kalian meskipun samar-samar. Leo dan Fernand! Aku tau sebenarnya kalian itu bertiga. Dan salah satu pengawal bayangan pribadiku tewas saat melawan tanaman Dendreich… Benar kan?”
“ Tu… Tuan Putri?”
“ Furu! Kau adalah hewan peliharaanku. Dulu aku pernah memeliharamu. Tapi di ambil paksa oleh lelaki itu. Aku betul lagi?”
“ Majikan…”
“ Xion~ Aku selalu mengingatmu. Kau adalah kekasih masa kecilku. Saat di hutan aku merasakan bahwa aku sudah mengenali tempat itu dan pergi ke air terjun. Dan membuat sumpah itu. Karena aku yakin ibumu memiliki tujuan yang tidak baik… Benar?”
“ A… Apa?”
“ Dan… Dessy… Kau adalah adik dari pengawal bayangan yang meninggal itu—Harith? Iya kan? Untuk menebus kesalahanku. Aku mengambilmu yang masih kecil karena kalian berdua adalah yatim piatu dan menjadikanmu pelayan pribadiku. Kau sudah ku anggap sebagai adik kandungku sendiri”
__ADS_1
“ Hiks… Hiks… Nona…”
“ Ibumu memberikan aku Kristal ini. Sebenarnya Kristal ini satu. Dan di bagi dua oleh ibumu. Aku sudah mengenal Kristal ini. Benar kan?”
“ Kau?”
“ Aku masihlah Tuan Putri kalian yang dulu. Aku juga tau kenapa aku dihilangkan dari dunia ini. Ingatanku dihapus dan dibesarkan di dunia lain. Tapi aku tetap bisa menguasai kekuatan ini”
Mereka semua terdiam karena melihat diriku yang sama seperti dulu. Tapi sebenarnya aku tidaklah sebegitu ingat tentang memoriku dahulu. Tapi samar-samar aku mulai mengingatnya.
Bagai menyusun puzzle aku menyatukan semua potongan-potongan memori itu. Dan benar seperti dugaanku. Mereka mencurigaiku dan menanyakanku hal ini.
“ Sudahlah… Untuk hari ini lupakan saja. Aku tidak suka dianggap spesial. Oh iya. Aku mau keluar sebentar… Nanti aku akan kembali lagi”
Jujur saja. Aku sebenarnya tidak tau apa yang tadi aku katakan. Tapi saat semuanya sudah keluar rasanya sangat lega. Tapi masih ada satu memori yang tidak bisa ku ingat.
Belum semuanya bisa aku ungkap. Dan saat mengingat suatu kenangan. Kepalaku menjadi sangat pusing. Tiba-tiba kekuatanku tidak berfungsi dan seperti hilang sementara.
“ Keluarlah kalian berdua… Tidak usah bersembunyi seperti itu…”
“ Raisa… Apa kau benar-benar sudah tidak ingin bersamaku?”
“ Aku bukannya tidak ingin bersamamu… Tapi ini adalah keputusan yang paling tepat untuk mengantisipasi keinginan ibumu”
“ Majikan apakah masih mengingat Furu?”
“ Tentu saja aku mengingatmu… *mengelus kepala Furu dengan lembut*”
__ADS_1
“ Curang! Kenapa tidak mengelus kepalaku juga?”
“ Baiklah… Baik… *satu tangan mengelus kepala Xion dan satu tangan mengelus kepala Furu*”
“ Majikan?”
“ Hmm?”
“ Namaku sebenarnya adala-”
“ Namamu adalah Fufu kan? Apakah aku benarrr? Hahahaha”
“ Ya! Ternyata majikan ingat namakuu!”
“ Apakah kau suka dipanggil Fufu? Hmm?”
“ Sebenarnya Fufu lebih suka dipanggil Furu oleh majikan...”
“ Hahaha… Baiklah namamu tetap Furu yah…”
“ Raisa! Kenapa kau hanya meladeninya?”
“ Apakah Kucing kecil ini cemburu?”
“ Hmph! Perhatikan saja dia jangan perdulikan aku! *membuang muka ke arah lain*”
“ Hihihi… Imut sekaliii kucing kecilku iniii... Apa ingin ku kelitiki lagi?”
__ADS_1