
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Seperti biasa. Selesai pelajaran terakhir berakhir aku langsung pulang ke rumah. Biasanya Papa pulang malam karena saat ini ada proyek yang harus dikerjakan. Dan proyek itu cukup menguras waktu Papa.
Sampai di rumah aku langsung menemui Mama di belakang rumah yang sedang mengeringkan baju aku dan Papa. Selesai membantu Mama aku langsung membantu Mama membuat makan malam.
Hari ini Papa lembur jadi hanya aku dan Mama saja yang menghabiskan makan malam. Tidak banyak yang kami perbincangkan. Hanya tentang ruang kerja Papa yang agak berantakan karena adanya proyek itu.
Selesai makan malam bersama Mama aku naik ke kamarku dan mengerjakan tugas yang Pak Hari berikan tadi. Tentang biologi. Aku suka biologi karena bercerita tentang alam.
Tiba-tiba aku teringat obrolanku dengan orang yang paling bodoh di kelas saat jam istirahat tadi. Sesaat kukira orangnya sangat pendiam. Tetapi ternyata aku salah besar karena semangatnya yang membara saat membahas hal itu tadi.
Beberapa Saat Yang Lalu…
“ Kamu? Apa benar kamu menemukan Kristal Pantai Selia yang terpendam itu?”
“ A… Aku masih belum bisa memberi tau kamu”
__ADS_1
“ Baik… Baik… Aku tau hal itu sangat rahasia. Tapi tentang Kristal ini aku hanya bisa memberi taumu bahwa itu adalah benda yang sangat berharga. Aku hanya pernah dengar bahwa Kristal itu milik salah satu penguasa di suatu tempat”
“ Be… Benarkah?”
“ Yap! Oh iya… Namaku Fire. Kau Raisa kan? Aku sering memperhatikanmu dari belakang tapi karena kamu orangnya pendiam aku tidak berani buat mengganggumu. Hehe… Salam kenal yah”
“ Iya”
Saat bersalaman dengannya kurasa tangannya agak panas. Mungkin hanya perasaanku saja. Untuk menghilangkan kebosananku aku bermain-main lagi dengan air susu yang ada di meja.
Hingga membentuk gumpalan. Lalu kembali lagi membentuk tempat ia di letakkan. Aku suka bermain-main seperti itu. Karena sangat membantu di saat aku merasa resah atau bosan.
‘ Krukkk~’
“ Ah sepertinya aku lapar. Aku akan turun dan mengambil beberapa cemilan untuk dimakan”
Sampai di anak tangga terakhir. Kulihat TV di ruang keluarga masih menyala. Mama. Mungkin karena Papa belum pulang jadi Mama menunggu dia pulang dulu.
__ADS_1
Aku berusaha untuk tidak menimbulkan suara sedikitpun. Tapi secara tidak sengaja aku mendorong kursi di meja makan hingga menimbulkan suara.
“ Ah… Isa. Masih belum tidur? Mau makan?”
“ Iya, Ma. Perutku tiba-tiba bunyi”
“ Ya udah ambil cemilan yang baru Mama beli tadi. Kita makan sambil nonton TV”
“ Siap, Maa”
Mama nyuruh aku buat tidur duluan. Aku mengiyakan dengan menguap dan menginjak anak tangga pertama. “Selamat tidur, Ma” itu adalah ucapanku sebelum naik ke atas.
Dan Mama masih menunggu Papa hingga larut malam. Maklum saja Mama begitu karena Papa masih tidak kasih kabar lewat pesan atau telepon. Jadi Mama sedikit khawatir.
Aku juga merasa sedikit khawatir dengan Papa. Semoga aja Papa selamat sampai tujuan. Aku langsung terlelap di kasur empuk milikku. Dan suara jangkrik menjadi nina bobo bagiku.
Besoknya aku terbangun dengan wajah semrawut dan acak-acakkan. Peluh di pipi dan kening menjadi buktinya. Ya! Aku mimpi buruk.
__ADS_1