
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Siapa yang ada di cermin itu? Wajah tirus dengan bibir merah muda. Telinga! Telinga ini bukan milik manusia biasa. Ini sama seperti telinga mereka. Runcing!
Tapi telinga ini menempel dengan erat dengan kulitku. Ini pasti bukan palsu! Apa… Apa ini benar-benar wajahku? Kenapa berbeda sekali? Wajah ini begitu mulus? Apa yang terjadi?
“ Hahaha… Ternyata anakku ini begitu terkejut melihat wajah aslinya sendiri”
“ Ma… Mama? Mama telingamu juga runcing sama seperti dia! *menunjuk para dayang*”
“ Haehh… Isa… Inilah bangsa kita. Bangsa elf. Mama membawamu ke dunia manusia karena takut kamu di ganggu oleh orang itu. Mama juga yang menghapus aura elf mu agar tidak di ketahui oleh orang lain dan kita menjalani hidup biasa seperti manusia lainnya”
“ A… Apa?”
“ Huh... Tidak di sangka ternyata kamu berhasil membuka segel aura yang Mama berikan dan mengunakan kekuatanmu itu. Bahkan bisa mengendalikannya dengan baik. Sepertinya kamu memang reinkarnasi dia *berjalan menuju kursi di tengah ruangan*”
“ Siapa, Ma? Reinkarnasi siapa?”
“ Kamu pasti akan tau nanti. Oh iya! Bawakan mahkota itu untuk Tuan Putri”
__ADS_1
“ Baik, Yang Mulia”
Mama keluar dari kamarku. Dan aku kembali memandang cermin di depanku ini. Seorang dayang mendekatiku dan menangis di sampingku. Aku bertanya apa yang terjadi.
Dia malah semakin terisak-isak. Dan mengatakan kalau sudah sangat merindukanku. Aku yang menjadi Tuan Putri seperti dulu. Tapi dulu kapan? Aku saja baru tiba di sini.
Dulunya itu kapan? Papa baru saja membawaku secara mendadak ke tempat yang aku sendiri tidak tau apa ini. Tapi di lihat dari lemari, dan perabotan ruang ini semuanya dari kayu.
“ Boleh aku pergi melihat-lihat keluar?”
“ Baik, Tuan Putri”
“ Wahh! Ternyata tadi aku berada di dalam pohon oak? Besar sekali! Bisa menampung semua ruangan”
“ Ohh… Aku dengar ada seorang Tuan Putri yang sudah lama hilang kembali ke kerajaan elf hijau lagi?”
“ Siapa?”
“ Pangeran Gabriel. Anak dari Raja dan Ratu kerajaan elf biru *bisik Dessy kepadaku*”
__ADS_1
“ Apa yang harus ku lakukan? *aku balas berbisik padanya*”
“ Anda hanya perlu beri salam saja *bisiknya lagi*”
“ (Beri salam apanya? Apa yang harus aku katakan di depan seorang Pangeran dari kerajaan lain?)”
“ Eeehh? Kenapa Tuan Putri ini begitu dingin terhadapku?”
“ Ti… tidak apa-apa. Mohon maaf Pangeran aku hanya lupa bagaimana cara memberi salam pada Pangeran dengan benar"
“ … *diam membisu sambil terus menatpku dengan heran*”
“ Eh? Apa aku salah bicara? *bisikku pada Dessy*”
“ Pfft… Hahahaha… Sejak kapan Tuan Putri dari Kerajaan Elf Hijau bisa sangat beradab seperti ini? Ternyata kau sudah banyak berubah ya, Raisa”
Aku sangat terkejut dengan reaksi Pangeran Gabriel. Dan setelah Dessy perjelas ternyata aku dan dia adalah teman sejak kecil. Dan aku sudah memperlakukannya dengan sangat tidak sopan.
Katanya aku juga sering menjahilinya. Mempermainkannya dengan nakal. Seburuk itu kah dulu sikapku kepadanya? Ternyata sikapku selama ini sangatlah tidak baik.
__ADS_1
Tapi… Kenapa aku tidak memiliki ingatan tentang ini? Tapi aku punya ingatan masa kecil yang baik. Sangat baik. Meskipun rasanya Pangeran Gabriel sangat tidak asing tapi tetap saja dia tidak ada dalam ingatan masa kecilku.