
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
Setelah berjalan-jalan keluar barulah aku tau kalau Kerajaan Elf Hijau ini berada di dalam sebuah pohon oak yang sangat besar. Dessy mengatakan kalau Elf hijau adalah bangsa yang mencintai alam.
Juga untuk melindungi diri. Jadi membuat Kerajaan yang cukup untuk semuanya. Aku juga tidak menyangka ini yang terjadi. Aku hanya ingat tadi sedang makan malam bersama Mama dan Papa di rumah.
Jika jam segini mungkin masih jam 10 malam dan hal yang biasanya ku lakukan adalah membaca buku novel kesukaanku di kamar sambil ngemil keripik rasa balado kesukaanku.
“ Tuan Putri? Tuan Putri? Tuan Putri!!! *mengucapkan dengan nada tinggi*”
“ Ah… Iya? Kenapa? Iya Pak siap! Saya akan mengerjakannya! *sedang melamun dan terkejut dengan panggilan Dessy*”
“ Tuan Putri apakah lapar? Mau hamba siapkan makan malam?”
“ Ah… Maaf ya. Aku sedang tidak lapar. Tapi cukup ambilkan kue kecil saja”
“ Baik, Tuan Putri”
__ADS_1
Dessy sedang mengambilkanku kue kecil untuk cemilan. Haehh… Tadi aku menemui Mama. Mama bilang aku akan tinggal disini selamanya. Karena Mama dan Papa akan melatihku mengendalikan kekuatanku.
Huft… Memangnya apa yang akan mereka ajarkan padaku? Tapi aku lihat sepertinya tadi ada yang sedang menggunakan kekuatannya secara terang-terangan di halaman Kerajaan.
Apa semua orang disini memiliki kekuatan ya? Hingga mereka dengan santai menggunakan kekuatannya dengan terang-terangan. Haehh… Aku baru beberapa jam disini sudah dibuat sangat bingung.
“ Ini Tuan Putri. Kue kecil yang anda inginkan”
“ Ya. Terima kasih ya. *mengunyah* Uhm… ini enyak syekalii *mengatakan dengan mulut yang menggembung*”
“ Hahaha… Tidak usah berterima kasih Tuan Putri. Ini sudah kewajiban hamba *mengambil selembar kain kecil lalu mengelap mulutku dengan lembut dan senyum di bibirnya. Tulus sekali*”
“ Hmm… Beberapa ada yang memiliki. Ada juga yang tidak. Orang yang memiliki kekuatan akan di masukkan ke akademi untuk melatih kekuatannya. Dan orang biasa seperti hamba hanya akan menjadi dayang, pengawal, pedagang atau rakyat biasa”
“ Ohh… Bolehkah kita berjalan-jalan untuk melihat akademi itu?”
“ Tidak Tuan Putri. Ini sudah sangat larut. Sebaiknya Tuan Putri segera tidur”
__ADS_1
“ Humm… Baiklah… Tapi besok ajak aku kesana!”
“ Baiklah Tuan Putri”
Aku menarik selimut yang lembut. Kurasakan kasur di ruangan ini. Lembut, hangat dan empuk. Kurang lebih seperti kasurku. Aku masih belum mengantuk.
Karena kebiasaan begadang jadinya aku tidak bisa tidur terlalu cepat. Tanpa di sadari aku mulai mengingat teman-temanku di SMA. Apakah mereka masih mengingatku?
Saat Mama bilang aku harus tinggal di sini selamanya apakah mereka sudah tau? Atau Mama yang bilang ke semuanya selamat tinggal begitu? Mengapa buru-buru?
Apakah aku akan bertemu lagi dengan Fire? Dengan Selia? Apakah mereka merindukanku? Kira-kira sekarang mereka sedang apa ya? Hah… Benar-benar! Sudahlah aku harus cepat-cepat tidur.
Waktu berjalan begitu cepat. Aku juga tidak berasa sudah tidur lama. Dessy sudah ada di sampingku. Mengajakku pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
“ Huuu… Dingin sekalii… Dessy? Apakah aku harus mandi di sini? *menyentuh air dengan ujung kaki dan menariknya lagi karena dingin*”
“ Ya. Tuan Putri”
__ADS_1
Kolam besar. Ada aliran airnya. Jernih, bersih, dan harum. Tapi dingin. Jam segini menyuruhku mandi? Bulan saja belum mengundurkan diri. Dan Matahari. Ahh Matahari saja masih malu menunjukkan wajahnya.