Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 57


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Aku hanya memiliki benda ini. Jika kau tidak ingin menukarnya denganku maka aku akan mencari orang lain saja *berbalik dan berpura-pura pergi*”


“ Tunggu! Kau menang… Kita akan saling barter!”


“ Baiklah jika Ratu memang bersedia *berbalik dan memberi hormat*”


Kami mendapatkan beberapa buah sisik Ular Merah dari peliharaan Sang Ratu. Dan kami sudah memutuskan akan langsung kembali ke Akademi Magic dan menemui pak guru dingin.


“ Tunggu dulu!”


“ Hng… Ada apa lagi? Apa kau ingin meremehkan kami lagi?”


“ Aku sungguh tak menyangka kalian berhasil menukarkan benda itu dengan Ratu. Bisa dibilang kalian cukup hebat”


“ Lalu?”


“ Aku hanya ingin mengucapkan selamat saja. Karena kalian ‘kebetulan’ berhasil membujuk Ratu”


“ Diamlah dasar peliharaan!”


“ Sudahlah Xion. Lebih baik kita langsung pergi daripada meladeninya. Hanya membuang-buang waktu saja”


Kami berjalan melewati Siluman Kucing Hitam tanpa berkata apa-apa. Dan Siluman itu hanya menatap kami pergi. Akhirnya kami bisa kembali ke Akademi lagi setelah lelah di perjalanan.


Untuk mempersingkat waktu. Aku menggunakan portal yang langsung menuju Akademi dengan bantuan kekuatan Dessy. Setidaknya kekuatan yang aku gunakan bisa berkurang sedikit.


“ Hmm… Kalian benar-benar sangat memuaskan”


“ Hehehe… Kami hebat kan!”


“*Tersenyum dan menganggukan kepala pelan*”


Aku dan Dessy kembali ke asrama kami. Dan tidak disangka Selia sudah ada di dalamnya. Dia terlihat menunduk dan sangat lelah. Mungkin karena adanya masalah di Kerajaannya.


“ Oh… Kalian sudah kembali… Maaf aku tidak menyambut kalian”


“ Ada apa denganmu? Kenapa terlihat sangat sedih?”


“ Kerajaanku mengalami masalah yang serius dan kami tidak bisa menyelesaikannya… Hiks… Hiks… *Mulai menutup wajah dengan kedua tangan*”


“ Aku tau apa yang kau rasakan… Hmm… Masa belajar kita di Akademi ini tinggal 1 minggu lagi. Tunggu selesai belajar baru bantu Kerajaanmu atasi masalah yang serius ini”


“ Benarkah?! Kalau begitu aku akan menghubungi ibu dan ayahku *sumringah dan menggenggam kedua tangan Raisa*”


Aku langsung membersihkan diri di kamar mandi. Dessy dan Selia sedang menyiapkan makan malam bersama. Aku rasa Dessy sudah terbiasa dengan suasana di Akademi.


Kami makan bersama di ruang makan. Selia menceritakan tentang masalah serius yang dia maksud. Dan akupun mendengarkan dengan cermat. Lalu kami bersiap-siap untuk tidur.


Dan besoknya aku bangun dengan dibangunkan oleh Dessy seperti biasa. Lalu menjalankan rutinitas seperti biasa. Dan belajar seperti biasa di dalam kelas. Dengan Willy dan Pak Guru yang dingin.


“ Pak guru. Sebenarnya aku sudah ingin menanyakan hal ini sejak dulu…”


“*Menatap Raisa kebingungan*”


“ Sebenarnya… Siapakah nama anda?”


“ Oh… Namaku adalah Leo”


“ Hmm… Sedikit mirip dengan nama Pak Galileo”


“ Ya… Aku rasa juga sedikit mirip ya…”


“ Oh iya… Aku lupa memberikan Sisik Ular Merah ini padamu *memberikan beberapa buah Sisik Ular Merah*”


“ Itu biarlah jadi milikmu saja. Karena kalian sangat susah mendapatkannya. Anggap saja itu kenang-kenangan”


“(Sebenarnya kami tidak bersusah payah mendapatkan ini… Tapi karena dia memberikannya lebih baik simpan saja… Kalau dijual juga tidak rugi…)”


Aku menjalankan rutinitas seperti biasa di Akademi. Seperti menemani Dessy berbelanja, belajar di kelas membosankan, menemani Willy menjahili adik kelas, mengelus ekor Xion, dan bertanya informasi pada Leo dan Fernand.


Waktu seakan berjalan begitu cepat hingga waktu belajarku di Akademi tersisa tiga hari saja. Dan dalam tiga hari ini semuanya berjalan normal. Akademi akan mengadakan pertunjukkan kembang api yang mengundang anak murid dari Akademi lain.


Dan sudah dipastikan pasti Akademi ini akan sangat padat nantinya. Aku membantu Dessy membeli pakaian yang cocok untuk pertunjukkan itu. Aku sih hanya menggunakan seragam saja karena malas memilih pakaian.


“ Raisa? Apa kau tidak memilih pakaian untuk pertunjukkan nanti?”


“ Cih… Hanya pertunjukkan biasa… Apa gunanya membuang-buang uang. Lebih baik membeli makanan saja”


“ Ayolah… Pilih pakaian yang bagus… Aku yang traktir~”


“ Eh… Tapi?!”


Aku terpaksa menggunakan pakaian yang Selia dan Dessy pilihkan. Meskipun sebenarnya aku tidak ingin menggunakannya. Tapi kurasa ini tidak buruk. Lagipula aku tidak perlu mengeluarkan uang kan?


Saat itu sebelum pertunjukkan dimulai Dessy mengajakku untuk pergi menemui Xion, Willy, Leo dan Fernand. Mereka masih tetap menggunakan seragam sekolah.


“Maaf kami terlambat, ya…”


“ Ya… Tidak apa- *membeku saat menatap Raisa*”


“ Hei? Kenapa kalian menatapku begitu?!”

__ADS_1


“ Tidak… Aku rasa kau cukup cantik dengan pakaian itu”


“*Seluruh wajah memerah bagai tomat*”


“ Ra… Raisa? Apa kau baik-baik saja? Wajahmu memerah… Apa kau demam? *menyentuh dahi Raisa*”


“ Sudahlah! Disini terlalu panas… Aku akan pergi membeli minuman”


Haeh… Kenapa tiba-tiba wajahku terasa panas? Apakah gara-gara Xion menyentuh kepalaku? Kyaaa! Ayolah Raisa! Kenapa kau bertingkah seolah-olah kau sedang jatuh cinta?


Aku membeli minuman dingin di toko seperti minimarket. Dan membeli beberapa camilan untuk dimakan saat menyaksikan pertunjukkan kembang api. Sepertinya wajahku masih sedikit panas…


‘Bruk…’


“ Oh… Maaf… Aku benar-benar tidak senga-”


“ Hai! Gadis kecil…”


“ Kau! Kau! Siluman Kucing Hitam kenapa kau disini?! *saking terkejutnya hingga barang-barang yang ia beli jatuh berserakan*”


“ Haaa? Kenapa aku ada disini? Tentu saja aku ingin melihat Pertunjukkan besar… Memangnya ada apa?”


“ Huh… Tidak apa-apa *berjalan pergi meninggalkan Siluman Kucing Hitam*”


Aku sungguh tak menyangka Siluman itu bisa datang ke Akademi ini. Apakah kedatangannya kemari ada hubungannya dengan Ratu Silma? Apa tujuan dia kemari?


Jika hanya ingin melihat pertunjukkan itu sangatlah tidak mungkin! Karena jarak Istana Ratu Silma dan Akademi Magic sangat jauh. Mungkin membutuhkan waktu berhari-hari untuk sampai kemari.


Aku kembali ke tempat kami berkumpul. Tetapi dimana mereka? Kenapa mereka pergi tiba-tiba begini? Kemana mereka pergi tanpa memberitauku terlebih dahulu?


“ Raisa! Apa kau terkejut? *berusaha mengagetkan Raisa*”


“ Kyaa! Aku sangat terkejut… Hahaha… *memandang Selia dengan cemberut*”


“ Heehh? Kenapa wajahmu cemberut begitu? Ini adalah hari yang kita tunggu-tunggu. Kenapa kau malah seperti itu… *mencubit kedua pipi Raisa*”


“ Ngomong-ngomong dimana mereka semua?”


“ Oh… Mereka membantu persiapan acara kembang api. Apa kau mau kesana juga?”


“*Mengangguk kepada Selia*”


Selia mengajakku ke tempat persiapan kembang api. Memang benar Dessy dan yang lainnya ada disana. Mereka berada di atas bangunan yang sedikit lebih tinggi. Lebih tepat disebut dengan panggung.


“ Hai… Nona… Maaf Dessy tidak menunggu Nona karena panitia tadi meminta kami untuk bergegas”


“ Tidak apa-apa *tersenyum lembut pada Dessy*”


Kami akhirnya sampai di puncak pertunjukkan kembang api malam ini. Semua murid terlihat sangat ceria dan senang dengan pertunjukkan malam ini. Hingga sampai pada hitungan mundur…


Semuanya bersorak-sorai menyemarakkan pertunjukkan kembang api di malam hari ini. Kembang api berwarna-warni menghiasi langit malam di Akademi. Sangat jarang sekali melihat ini.


Kerajaan Elf Hijau


Istana


“ Sayang… Sepertinya Raisa sedang merayakan kelulusannya… Aku mendengar kalau ada pertunjukkan kembang api di Akademi itu”


“ Benarkah? Aku harap begitu”


Akademi Magic


Raisa berada


“ Wah… Tidak bisa disangkal… Ini benar-benar menakjubkan! *memandang kembang api di langit*”


“ Raisa! *berteriak dengan kencang*”


“ Ya! *terkejut dan langsung menoleh ke belakang*”


‘Cup’


“ Kyaaa!!!”


“ Hmph…”


“ Waaaa!!! Sangat romantis!!!”


Aku tidak menyangka Xion tiba-tiba menciumku lagi. Bukan di pipi atau kening. Tapi di bibir! Ahhh… Aku rasa wajahku memerah bagai buah tomat kali ini. Wajahku terasa sangat… sangat… sangat…


Panas!!!


“ Xion! Kenapa kau tiba-tiba menciumku!”


“ Hng… Hanya iseng saja… *tersenyum jahil*”


“ Huft… Dasar kucing bodohhh… *menarik telinga Xion*”


“ Ah… Maaf… Maaf… Aku tidak akan mengulanginya lagi *berusaha melepaskan tangan Raisa dari telinganya*”


“ Dasar kucing kecil… *tersenyum dan melepaskan tangannya dari telinga Xion*”


Memang kejadian itu sedikit mengejutkanku. Juga mengejutkan para murid lain yang melihatnya. Jika kalian bayangkan sedang berada di atas panggung lalu tiba-tiba dicium oleh seseorang pasti rasanya seperti memakan cabai!!!

__ADS_1


Rasanya pedas dan panas! (Tapi ketagihan kan? :”))


Setelah pertunjukkan kembang api selesai, semuanya kembali normal seperti biasa. Murid-murid Akademi langsung ke kamar masing-masing dan beristirahat.


Aku harus berkemas karena besok aku akan pergi dari Akademi. Lalu berpamitan dan izin pada Mama & Papa di Kerajaan. Karena jika aku tidak izin terlebih dahulu pasti mereka akan khawatir.


Kami pergi ke kelas kami masing-masing untuk mengambil surat kelulusan. Lalu aku, Dessy, Xion, Leo dan Fernand dan juga Selia pergi ke Kerajaan Elf Hijau. Kerajaanku.


Aku tidak melihat Willy dimana-mana. Tapi pak Leo mengatakan bahwa Willy sudah mengambil surat kelulusan terlebih dahulu. Dan aku hanya bisa menerimanya.


“ Huft… Padahal hari terakhir bertemu tapi dia malah pergi terlebih dahulu. Apa tidak ingin mengucapkan selamat tinggal?”


“ Hmm… Aku rasa kau sepertinya mulai menyukai bocah nakal itu~ *berusaha menggoda Raisa*”


“ Haahh? Kenapa aku bisa menyukai anak seperti itu?”


“ Ayolah mengaku saja~”


Mana mungkin aku menyukai Willy?! Kami berdua itu hanya teman sekelas! Tidak lebih dari itu! Titik! Dan aku rasa Willy tidak biasanya pergi tanpa basa-basi seperti ini. Apakah dia ada sesuatu yang mendesak hingga pergi dari Akademi begitu cepat?


“(Hah… Sudahlah… Itu bukan urusanku…)”


Hanya memerlukan waktu sekitar beberapa jam hingga kami sampai di Istana Elf Hijau. Para prajurit langsung menunduk hormat saat aku memasuki Istana. Ahh… Aku masih canggung dengan keadaan ini.


“ Raisaaa!!! Akhirnya kau kembaliii!!! Aku sangat rindu padamu tauuu!!! *berdiri dari singgasana lalu memeluk Raisa*”


“ Mama… Sudahlah… Lepaskan aku… Ada banyak yang melihat disini… *berusaha melepaskan diri*”


“ Tidak mau… Mama masih rindu padamu! *tetap memeluk Raisa*”


“ Pfft… Yang Mulia memang sangat perhatian pada Putri Raisa… Hamba sangat iri… *Selia tertawa pelan*”


“ Eh? Tuan Putri Selia! Kenapa kau hanya diam saja sejak tadi? Aku tidak tau jika kau berada di situ sejak tadi… Maafkan aku… *melepaskan pelukan*”


“ Hahaha… Tidak apa Yang Mulia… Hamba paham itu karena Yang Mulia sudah lama tidak bertemu dengan Putri pasti sangat rindu”


“ Sebenarnya apa tujuanmu kemari, Putri Selia?”


“ Hamba kemari karena… *menjelaskan dengan detail kepada Mama Raisa a.k.a Yang Mulia Ratu*”


Selia menjelaskan panjang lebar mengenai masalahnya di Kerajaan Angin Selatan. Dan tentang rencana membawaku untuk pergi membantu masalah disana. Dan Mama menerimanya dengan lapang dada.


“ Huft… Aku sudah tau kau pasti akan semakin sibuk, Raisa… Tapi karena kalian baru kembali. Lebih baik istirahat saja dulu. Ini sudah hampir malam. Besok saja baru berangkat, ya?”


“*Menganggukkan kepala bersamaan*”


Aku dan Selia dibiarkan untuk tidur bersama. Dessy juga menemani kami di kamar. Meskipun Dessy sudah sering ku manjakan tapi dia tetap tau apa kedudukannya. Dia tidak pernah melampaui batasannya.


Xion, Leo dan Fernand juga dibiarkan untuk bersama. Aku rasa Mama sudah menaruh percaya sedikit pada Xion. Hihi… Aku harap Mama tidak menganggap Xion pembawa masalah lagi.


Eh?! Tunggu! Kenapa aku jadi begini?


“ Hmm… Jika dilihat benar-benar… Kau ini sedang jatuh cinta, ya?”


“ Hah?! Apa yang kau katakan ini? Apa kau bercanda? Tentu saja aku tidak sedang jatuh cinta!”


“ Pfftt… Hahaha… Kau tidak sedang jatuh cinta! Berarti kau sedang di mabuk cinta! Hayooo… Cerita padaku siapa ituuu? Hmm… Apakah si bocah nakal? Atau dua pengawal bayangan? Atau jangan-jangan kau menyukai si siluman Harimau Putih!”


“ Tidak ada! Hah… Sudahlah aku mau tidur!”


“ Hmm… Tidak seru!”


Aku masih terkejut dengan pertanyaan Selia yang menanyakan hal itu padaku. Haeh… Kenapa aku harus memikirkannya juga? Hal ini sangat… sangat… sangat… tidak penting!


Sebenarnya salah… Aku masih memikirkannya hingga pagi ini… Pertanyaan itu seperti berputar-putar di otakku. Membuatku tidak bisa tidur dan tidak bisa berpikir dengan jernih.


Sial! Pertanyaan itu menghantuiku! Kenapa aku tidak bisa menghilangkan pikiran ini jauh-jauh? Apakah karena orang-orangnya berada di dekatku? Huwaaa!!! Ini menyebalkan!!!


“ Raisa… Hati-hati, ya… Oh iya! Mama hanya bisa memberikan ini padamu… *memberikan sebuah liontin yang sangat indah berwarna kuning keemasan*”


“ Ya… Terima kasih, Ma… Isa pasti akan berhati-hati…”


“ Hati-hati, ya… Raisa…”


“ Iya, Pa…”


“ Oh iya! Jangan tunjukkan kekuatanmu yang lain pada orang tak dikenal… *berbisik pada Raisa*”


“ Hah? Apa Papa tau? *balas Raisa dengan wajah terkejut*”


“*Meletakkan jari telunjuk di mulut lalu tersenyum ringan*”


“*Menganggukkan kepala dan tersenyum*”


Kami berangkat dengan persiapan yang matang. Dengan keyakinan yang kuat akan membasmi monster di Kerajaan Angin Selatan—Tempat tinggal sekaligus Kerajaan milik Selia.


Untuk pergi kesana mungkin kami membutuhkan waktu berhari-hari atau mungkin berminggu-minggu. Karena jarak dari Kerajaan Elf Hijau dengan Kerajaan Angin Selatan cukup jauh.


Sebenarnya aku sangat ingin bertanya pada Selia kenapa dia bisa ada di dunia ini juga? Dan bagaimana dia bisa kemari? Apakah dia benar-benar makhluk dari dunia ini?


Dan sepertinya aku tidak usah bertanya hal itu padanya. Yang mungkin otomatis akan menimbulkan niatnya juga untuk bertanya padaku bagaimana aku bisa datang ke dunia ini.


Tentu saja aku tidak tau bagaimana caranya!

__ADS_1


Apa yang akan aku katakan padanya nanti?! Apakah aku akan menjawab saat itu tiba-tiba Papa menjentikkan jarinya lalu aku muncul di dunia ini dan mengenakan pakaian yang aku tidak kenal. Dan dipanggil dengan sebutan Tuan Putri!


__ADS_2