
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“ Leo… Fernand lepaskanlah sudah sumbat telinga yang kalian pakai itu”
“ Baik. Tuan Putri”
Kami kembali ke area pohon hidup karena ada sesuatu yang ingin kulakukan. Pohon-pohonnya tidak lagi mengeluarkan suara bisikan yang menghipnotis.
Sulur-sulur yang awalnya berduri berubah menjadi indah dengan bunga yang tumbuh. Pohon ini bahagia. Aku ikut senang melihatnya. Tujuanku kemari hanya 1 yaitu…
^MENGAMBIL GURITA ITU^
Karena aku merasa gurita itu tidaklah jahat. Dan aku merasa kalau gurita itu hanya di hipnotis. Tidak mungkin dia memakan elf dan akar pohon dengan kemauannya sendiri.
Dan juga jika diperhatikan ukuran tubuhnya sangatlah tidak normal untuk seekor gurita. Pasti ada sebabnya. Aku mengambil hewan kecil seperti semut.
Lalu memasukkannya kedalam tebing. Dan benar saja semut itu menjadi mutan. Pasti ada yang salah dengan airnya. Aku menggerakkan tangan dan airnya pun membentuk gumpalan dan melayang di telapak tanganku.
Ya. Ini pasti cairan yang membuat hewan-hewan yang masuk menjadi mutan. Dan aku mengambil potongan tentakel yang aku sembunyikan. Masih ada sedikit nyawa di dalamnya.
Juga sangat aneh karena hanya seekor gurita disana. Jika memang begitu kenapa hanya seekor? Biasanya aka nada teman lain? Mungkin hanya khayalanku saja ya?
__ADS_1
Mungkin Kristal ini bisa melakukan sesuatu untukku. Untuk beberapa menit masih tidak berhasil. Tapi setelah beberapa jam. Hewan itu kembali hidup.
Leo dan Fernand yang melihat hal itu langsung membentuk formasi untuk melindungiku. Aku mendekati gurita raksasa itu dan mengelus tentakelnya dengan lembut.
“ Tu… Tuan Putri!”
“ Ahahaha… Itu geli… Tenanglah dia tidak jahat. Kemarin hanya terhipnotis saja! Ahahaha…”
“(Aku rasa Tuan Putri yang ini sedikit menarik. Aku akan tetap bersamanya)”
“ Baiklahh! Sekarang cari cara untuk mengembalikan dirimu ke ukuran semula”
“ Tuan Putri hamba rasa jika kita menyiramkan air pada tubuhnya dia akan mengecil!”
Aku membuat gelembung besar dengan air. Lalu meletuskannya di atas gurita. Dan benar seperti kata Leo. Ukurannya berubah menjadi kecil. Mungkin bisa dibilang sama dengan ukuran tutup botol! Sangat kecil!
‘Terima kasih, Tuan Putri!’
Aku terkejut saat dia bertengger di bahuku. Dan mengatakan hal itu. Aku bisa berbicara dengannya? Ada apa ini? Kenapa aku bisa berbicara dengannya?
Oh iya aku ingat. Beberapa waktu yang lalu aku juga berbicara dengan para pohon hidup. Dan itu juga sedikit mengejutkanku. Tapi untuk hewan. Aku tidak bisa berbicara dengan sembarang hewan.
__ADS_1
Kami berjalan keluar dari area pohon hidup. Beberapa pohon hidup memberikan sedikit buahnya untuk kami. Saat keluar aku melihat beberapa hewan mulai masuk ke area itu. Aku sangat senang sekali!
“ Tuan Putri?”
“ Hmm?”
“ Kenapa anda menghidupkan hewan itu lagi? *menunjuk kea rah bahu dengan gemetar*”
“ Tidak apa-apa. Aku hanya ingin memeliharanya saja. Mungkin dia akan jadi teman kita. Mungkin sangat membantu nantinya. Iya kan?”
“ Ohh..”
“ Ngomong-ngomong… Berapa lama lagi kita akan keluar dari hutan ini Leo?”
“ Mungkin beberapa hari lagi, Tuan Putri”
“ Wah… Masih beberapa hari lagi ya?”
“ Apakah anda mulai bosan, Tuan Putri?”
“ Yah… Begitulah… Oh iya! Xion? Apa kau akan ikut kami keluar dan melihat langit?”
__ADS_1
“ Tentu saja!”
“ Bagaimana dengan telingamu itu? Bukankah terlalu mencolok? Kucing kecil?”