Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 28


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Yoo! Ada tamu rupanya…”


“(Siapa?) *Berbalik dan melihat sekeliling*”


“ Ohh… Ini dia yang membuat musik para pohon yang indah itu berhenti… Siapa yang kalian cari disini? Ohh iya! Aku ingat beberapa jam yang lalu juga ada tamu yang datang…”


“ Apa maksudmu?”


“ Ini dia! Ayo kemari dan bawakan hadiah untuk mereka temanku..”


“(Hah? Xion! Tidak! Itu bukan Xion! Matanya… Matanya hitam! Sama seperti saat ayah kerasukan jiwa Diana!)”


“ Nah… Aku mau pergi memberikan makanan pada peliharaanku. Kau bermainlah dengan temanmu ini. Ups! Bukan… Dia adalah temanku”


Xion berjalan dengan tatapan kosong menuju kami. Kami serentak mundur selangkah. Leo dan Fernand sudah bersiap untuk bertarung. Aku meminta Dessy untuk mencari tempat yang aman.


Dan benar… Dia mengeluarkan senjata seperti tombak. Dia masih bertahan dengan wujud manusia harimaunya itu. Gerakannya sangat cepat. Bagai sudah menebak serangan kami selanjutnya.


Aliran penenangku juga tidak mempan karena dia selalu bergerak. Leo dan Fernand juga sudah mulai kewalahan dengan Xion yang dikendalikan. Aku mencoba untuk memojokkannya tapi tidak bisa.


“ Tuan Putri!”


“ Hah? Apa? *sambil menahan serangan*”

__ADS_1


“ Anda adalah elemen air kan? Pasti anda bisa menggunakan aliran penenang. Gunakanlah itu, Tuan Putri!”


“ Aku sudah menggunakannya sejak tadi! Tidak mempan! Dia selalu menghindar!”


“ Hamba dan Fernand akan memojokkannya. Anda gunakanlah kesempatan itu!”


“ Baik!”


Dengan cepat Leo dan Fernand mengecohnya dan memojokkannya. Sekarang adalah giliranku! Aku menggunakan aliran penenang. Tapi sepertinya energiku mulai terkuras.


“ Tuan Putri! Aku sudah tau! Kendalinya ada di bagian jantung! Lakukan sesuatu untuk membuat jantungnya berdetak!”


“ Apa? Jantungnya tidak berdetak?”


“ Hmph…”


“ Hah? Tu… Tuan Putri?”


“(Yah meskipun belum tentu berhasil aku harus mencobanya! Ciuman! Pasti akan membuat jantungnya berdetak kencang! Aku yakin!)”


Aku juga mengalirkan aliran penenang ke dalam tubuhnya. Beberapa menit kemudian matanya berubah kembali menjadi mata yang normal. Tidak! Aku tidak boleh menyerah! Jantungnya belum berdetak!


“ Hmph… Emh…”


“(Berapa lama lagi jantungnya akan berdetak?)”

__ADS_1


‘Deg… Deg… Deg…’


“(Akhirnya!) *melepaskan ciuman dan menjauhkan diri*”


Ahh… Ini memalukan! Aku mengorbankan ‘first kiss’ ku! Hmph… Xion! Kau harus membayarnya nanti! Aku akan membuat perhitungan denganmu! Tak akan ku lupakan!


“ Wah… Wah… Wah… Tak kusangka kalian berhasil menariknya lagi ke pihak kalian! Tapi tunggu dulu… Jangan senang dulu… Kalian masih harus bertemu dengan peliharaan kesayanganku!”


‘Gwoaarrr’


Oh tidak! Aku melupakan Guritanya! Saat tentakelnya keluar dari tebing tanah yang kami pijakkan menjadi bergetar seperti gempa bumi yang waktu itu kami alami.


Perasaan ini… Perasaan apa ini? Kenapa aku merasa sangat familiar dengan gurita raksasa ini?


“ Oh? Tuan Putri kita tidak ingat dengan peliharaannya sendiri ya? Sungguh disayangkan... Padahal peliharaanmu ini sangatlah merindukanmu. Sampai ingin menjilati wajahmu dengan semangat!”


“ Hah? Apa maksudmu? Aku tidak pernah merasa mempunyai hewan peliharaan seperti ini! (Bahkan jika aku ingin lebih baik memelihara ikan saja daripada gurita!)”


“ Hmm… Sepertinya setelah lenyap dari Kerajaan kamu sudah melupakan kami semua ya? Raisa?”


“ Apa yang kau lakukan? Berani-beraninya memanggil Tuan Putri dengan sebutan begitu?”


“ Ohh?”


“ Tu… Tuan Putri? Anda kenapa?”

__ADS_1


__ADS_2