Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 45


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Sial! Kenapa disaat seperti ini aku tidak bisa bergerak? Apakah aku akan mati lagi? Bagaimana nantinya? Aku harus cari cara untuk melepaskan diri. Furu semakin dekat denganku.


“ Furu! Apa kau ingat aku? Kau selalu memanggilku majikan! Apa kau ingat?”


Furu semakin dekat hingga tinggal selangkah lagi baginya untuk menyerang diriku yang tidak berdaya. Tapi dia malah berhenti. Aku tidak tau apa yang akan dia lakukan setelahnya.


Saat wajahnya menatapku. Aku tidak bisa membaca apa-apa. Tatapannya kosong. Tidak ada apa-apa disana. Apa yang Diana lakukan padanya hingga menjadi seperti ini.


“ Ugh…”


Furu mencekik leherku. Kekuatannya sekarang lebih besar dari cekikan yang sebelumnya. Entah apa yang sudah Diana lakukan padanya. Tidak ada lagi Furu yang lugu. Yang bodoh dan polos.


Hanya ada Furu yang tidak aku kenal. Yang berniat membunuhku dengan tangannya sendiri. Ayolah… Kenapa aku sesial ini? Tidak bisa menggerakkan tubuh lagi! Benar-benar sial!


“ Fu… Ru… Egh”


“ Akhirnya… Hahaha…”


“ Selesai juga… Cepat sekali?”


“ Hah? Apa? Tidak mungkin!”


“ Hahaha! Sangat bodoh ya… Hai Diana~ Sudah bersenang-senang belum?”


“ Ba… Bagaimana? Kau… Tapi kau sudah…”


Beberapa saat yang lalu…


Leo dan Fernand menarikku dari tameng pengawal. Aku merasakan ada yang tidak beres di Istana ini. Ada yang akan datang. Kekuatan besar. Sangat besar. Dan ada aura yang aku kenal. Itu adalah…


Furu!


Bukannya dia sudah lenyap di puncak pohon ini? Kenapa bisa hidup lagi? Siapa yang bisa mengendalikan Furu? Tapi aku merasakan bahwa Furu tidak sama lagi seperti sebelumnya. Kekuatannya bertambah!


*Di dalam ingatan Raisa…


“ Siapa yang mengurusmu saat di Area Pohon Hidup, Furu?”


“ Hmm… Ada seorang lelaki dan seorang perempuan”


“ Perempuan?”


“ Ya… Perempuan”


“ Jangan-jangan*…”

__ADS_1


Setelah aku mengingat-ingat perkataan Furu itu. Aku mulai memahami sesuatu. Selama ini Furu masih dikendalikan. Hanya saja saat perjalanan dia bersikap biasa saja. Pemantau!


Seorang wanita yang mengendalikan. Hmm… Siapa ya kira-kira? Apa mungkin… Diana? Dia ada di mana-mana? Apa dia bisa membuka portal antardunia?


Hanya Mama dan Papa yang bisa membuka portal antardunia. Berarti kekuatannya setara dengan Papa dan Mama. Dan jika dia sudah menjelajahi dunia. Tidak mungkin kekuatannya tidak bertambah.


Apa yang harus kulakukan? Apa kira-kira yang akan dia keluarkan nanti? Di dalam Istana ini ada banyak pengawal dan orang yang pintar dalam menggunakan elemen. Tidak mungkin langsung menyerang.


Harus ada satu kekuatan yang dia gunakan. Untuk menahan orang-orang. Tidak mungkin Papa dan Mama diam saja. Tapi dengan benda pusaka yang hilang pastilah kekuatan mereka berdua sedikit melemah.


Kemungkinan terbesar adalah membuat cloning terhadap diriku sendiri untuk mengecoh Furu dan Diana agar aku mengetahui apakah mereka yang mencuri benda pusaka itu?


Dan setelah menunggu lama. Benar saja. Dia menggunakan senjata pamungkas. Yaitu menggunakan Furu untuk menyerangku. Aku menggunakan kloning yang terbuat dari air dan darah.


Sedikit darah untuk memancarkan auraku. Dan itu cukup untuk mengecoh Furu. Yang sudah mengenal auraku. Sebagai gantinya aku melindungi diri dengan menggunakan perisai air yang tahan terhadap serangan yang membekukan ini.


Setelah beberapa lama akhirnya dia mengeluarkan benda pusaka milik Kerajaan Elf Hijau ini. Kristal yang berwarna kuning keemasan. Memancarkan cahaya yang sangat cantik.


Hng… Menurutku ini sangat mudah. Aku tidak perlu membunuhnya. Hanya perlu mengambil kembali Kristal itu. Dan membunuhnya belakangan itu bisa saja. Apalagi dengan Kristal Elf Hijau ini.


Hap! Aku mendapatkannya. Dengan bantuan Leo yang larinya cukup cepat karena dia adalah pengawal bayangan. Ternyata jika dilihat dari dekat cukup indah juga.


Setelah mendapatkannya kembali. Aku membebaskan para pengawal dan para elf yang ada di Istana. Tak terkecuali Papa dan Mama. Juga Xion dan Ibu angkatnya.


“ Diana? Kau sudah puas? Padahal aku ingin bermain sebentar lagi…”


“ Ya! Terima kasih sudah mengingatku~”


Semuanya kembali normal. Mama dan Papa buru-buru memelukku. Dan aku meminta mereka berdua untuk tidak menghukum Xion dan Sang Ratu Peri. Dan setelah sekian lama. Akhirnya Mama membebaskannya dari tuduhan.


“ Tapi aku akan tetap mengawasi kalian berdua! Ingat itu”


“ Terima kasih yang mulia…”


“ Baiklah… Lebih baik kita obati dulu dinding Istana ini. Takutnya akan datang yang lain lagi”


“ Baik Yang mulia!”


Aku memperhatikan para elf muda yang masuk ke Istana lalu memperbaiki dinding Istana yang berlubang karena ulah Diana. Setelah pertempuran tadi tidak mungkin dia tidak kembali lagi.


“ Mama? Apa aku boleh membantu mereka?”


“ Memangnya kau bisa?”


“ Mama meremehkanku ya?”


“ Bukan begitu… Hanya saja mereka adalah murid akademi. Kekuatan ini khusus, Raisa… Mama takut kamu tidak bisa melakukannya”

__ADS_1


“ Biarkan saja dia membantu, Ma… Kau tau dia siapa kan?”


“ Yah… Baiklah. Silahkan mencobanya”


Dengan memperhatikan dan mencobanya sebentar. Aku bisa menggunakannya. Mula-mula hanya bisa menambal 1 cm. Kemudian 1 m. Lalu 10 m. Hingga aku sendiri yang bisa menambal dinding Istana itu.


Memang mengeluarkan banyak tenaga. Tapi aku bisa membantu mereka itu sangatlah menyenangkan. Apalagi melihat mereka menganga di sampingku. Aku sangat puas!


“ Ugh…”


“ Raisa? Kamu sudah sadar! Apakah merasa tidak enak badan?”


“ Tidak, Ma… Isa baik-baik saja…”


“ Kamu ini terlalu memaksakan diri!”


“ Tidak… Isa benar tidak apa-apa. Lihat… Kristal ini yang menambah kekuatan Isa *menunjukkan dua Kristal*”


“ Ka… Kamu berhasil? *terkejut setengah mati*”


“ Yap!”


Mama langsung memelukku dengan erat. Sampai rasanya aku akan kehabisan napas. Bukan kehabisan napas sih. Tapi kehabisan nyawa. Hahaha… Bercanda kok. Aku masih hidup!


Saat aku ingin mengembalikan Kristal Elf Hijau. Mama mengatakan bahwa itu adalah milikku. Tapi kenapa milikku? Bukannya Kristal ini yang menambah kekuatan Mama dan Papa?


“ Itu memang milikmu. Kamu menitipkannya pada kami. Kami hanya menyimpannya. Bukan menggunakannya”


Berarti kekuatan itu bukan disebabkan oleh Kristal ini. Tapi karena apa? Kenapa tadi kekuatan Mama dan Papa melemah? Apa mungkin perasaan? Ah tidak mungkin…


“ Perasaan yang mempengaruhi kekuatan Mama dan Papa, Raisa…”


“ Tapi? Kenapa bisa perasaan?”


“ Kami mengira kamu sudah tidak hidup lagi. Dan itu membuat kami merasa lemah. Oleh karena itu kekuatan kami melemah”


Benar-benar tidak disangka! Ternyata benar-benar perasaan yang mempengaruhi kekuatan! Tapi… perasaan apa yang digunakan Diana untuk memanipulasi Furu?


Kenapa dia menginginkan Kristal? Apa sebenarnya yang bisa dilakukan Kristal-kristal ini? Kenapa begitu banyak diincar? Baik jika semua Kristal-kristal itu dikuasai oleh orang baik. Jika jahat?


Apa yang akan dilakukan mereka? Aku harus mewaspadai Diana. Siapa yang bisa aku andalkan untuk ini?


“ Tuan Putri… Tuan Putri! *masuk ke kamar dengan tergesa-gesa*”


“ Kenapa kamu berlari seperti itu?”


“ Oh… Ada Yang mulia… Maafkan hamba… Tuan Putri… Ada seseorang yang ingin menemui anda”

__ADS_1


“ Siapa?”


__ADS_2