
BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨
“ Tuan Putri? Tuan Putri? Tuan Putri!!”
“ Ahh? Dessy? Apa kamu baik-baik saja?”
“ Ya! Tuan Putri lanjutkan saja perjalanannya untuk melihat matahari. Hamba baik-baik saja”
“ Tapi Dessy?”
“ Gwoarrr!!! *tiba-tiba Dessy dimakan oleh tumbuhan Dandreich tak bermata banyak sekali jumlahnya*”
“ DESSYYYY!!!”
Sial! Aku mimpi buruk. Dan sekarang Leo dan Fernand sudah cemas di sampingku. Aku merasa buruk. Sangat buruk. Memimpikan Dessy yang dimakan seperti itu membuatku merasa buruk.
Dalam sejarah mimpi burukku. Aku tidak pernah merasakan perasaan mengalami mimpi buruk seburuk buruk buruk ini. Aku berjalan mencari ail untuk membasuh wajah.
__ADS_1
Kalian pasti bertanya kenapa aku tidak menggunakan kekuatanku? Karena menggunakan kekuatan terang-terangan seperti itu sama saja dengan cari mati.
Aku masih tidak tau mana orang yang baik dan mana orang yang berniat jahat tapi bermuka dua padaku. Aku baru saja kembali mana mungkin aku bisa menebak dengan benar.
Selesai membasuh wajah. Kami bertiga melanjutkan perjalanan. Tidak di sangka kami bertemu dengan perkampungan. Perkampungan di tengah hutan begini?
Memangnya mungkin? Aku semakin ragu saat masuk ke perkampungan itu. Eh? Apa itu? Seperti peri kecil? Sangat kecil! Para pengawal bayangan tidak dapat melihat perkampungan ini.
Mungkin sekarang Leo dan Fernand sedang mengatai kalau aku ini mulai gila. Tapi aku jelas melihat mereka. Cantik sekali. Bagai menyambutku. Mereka membawaku menuju satu bangunan yang lebih besar dibanding yang lainnya.
“ (Ini? Hanya mereka berdua yang menggunakan mahkota. Apakah mereka Raja dan Ratu?)”
“ Selamat datang, Tuan Putri Raisa. Apa yang kamu lakukan di dalam hutan ini sendirian?”
“ Maaf, Yang Mulia. Aku tidak bermaksud mengganggu kalian. Tapi tujuan kami kemari karena ada seseorang yang di culik oleh tumbuhan. Tumbuhan Dendreich!”
“ Hah? Apa? Kamu pernah kesana sebelumnya! Untuk apa kamu kesana lagi? Itu sangatlah berbahaya!”
__ADS_1
“ Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menyelamatkannya”
“ Hmm… Baiklah. Kamu memang sama seperti yang dulu. Ini akan ku berikan padamu. Hanya bantuan kecil saja. Sebagai tanda terima kasih kamu sudah kembali berkunjung”
“ Tapi, Yang Mulia. Aku tidak pantas menerima ini”
“ Tidak. Kamu pantas! Sangat pantas! Karena ini adalah milikmu yang tertinggal di sini. Seharusnya kami yang minta maaf tidak menyerahkannya padamu dulu”
Sang Ratu memberikanku sebuah Kristal berwarna biru muda. Mirip seperti Kristal yang kutemukan di Pantai Selia. Ah! Aku mengingat Selia. Aku rindu padanya. Apa kabar ya dia sekarang?
Setelah aku menerima Kristal itu. Tiba-tiba perkampungan peri kecil tadi hilang dalam sekejap mata. Aku mengusap-usap mataku beberapa kali. Tapi mataku masih bagus dan tidak salah dalam apapun.
Leo dan Fernand kembali mengikutiku di belakang. Dan aku menanyakan berapa lama mereka sudah menjadi para pengawal bayanganku. Dan mereka mengatakan bahwa sudah menjadi pengawalku sejak 10 tahun yang lalu.
“ Apakah ada yang terjadi selama aku menghilang dari Kerajaan Elf Hijau ini?”
“ Menjawab, Tuan Putri. Tidak ada yang terjadi di Kerajaan Elf Hijau ini”
__ADS_1
“ Jangan berbohong padaku! Apa kalian selalu menemaniku saat perjalanan keluar?”
“ … *saling berpandangan dan menunduk*”