Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 37


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


“ Nona? Bolehkah aku bertanya?”


“ Hmm? Apa itu? *menoleh kea rah Dessy*”


“ Apa itu Rubah Putih Kerajaan Elf Hijau?”


“ Ehehehe… Aku pikir akan memerlukan nama samara dan aku teringat hal itu. Jadi kubuat saja… Bagus tidak?”


“ Pfftt… Bwahahaha… Apa kau mencari nama julukan? Hahahaha… Nama aneh apa itu?”


“ Apa sih? Kucing kecil… Kalau tidak suka bilang saja tau!”


“ Ahahaha… Baiklah maaf… Tuan Putri~ Pfft… Rubah Putih…”


Kami berjalan sambil mengobrol dan bercanda ria. Aku sedikit menggoda Leo dan Fernand yang sepanjang jalan waspada. Huft! Kita kan lagi berjalan bersama… Tidak bisa apa bersantai sejenak?


“ Sepertinya kita istirahat disini saja. Tanahnya datar dan tidak banyak bebatuan. Rumputnya juga banyak. Badan kita tidak akan sakit jika tidur disini”


“ Baik, Nona. Hamba dan Fernand akan mencari makanan di sekitar sini”


“ Okey! Kalian berdua cari air! *menunjuk Xion dan Furu*”


“ Aku dengannya? *menatap Furu yang jauh lebih rendah darinya*”


“ Hei! Sopanlah sedikit padaku! Bagaimanapun juga aku lebih tua darimu…”


“ Aku tidak ingin pergi tanpa Raisa Titik!”

__ADS_1


“ Ohh? Kalau begitu disini dan buat api dengan Dessy!”


“ Baiklah… Baik… Aku akan cari air… Ayo Gurita! *menarik tangan Furu*”


“ Haeh… Ada-ada saja…”


Kami berkumpul lagi. Lalu menyiapkan makan malam. Sebenarnya Furu tidak bisa makan daging atau buah. Karena dia hanya bisa makan udara. Aku memaksanya untuk makan buah segigit.


Tapi setelahnya dia tidak bisa menelan dan tersedak. Lalu aku menepuk-nepuk pundaknya. Akhirnya keluarlah lagi buah yang dia gigit tadi. Aku sangat sedih karena dia tidak bisa memakan makanan yang sama dengan kami.


“ Majikan?”


“ Jangan panggil aku… Haeh… Sudahlah… Ada apa?”


“ Apakah kau masih mengingatku?”


“ Sejujurnya aku tidak ingat apapun tentangmu. Dan juga tentang yang lain. Tapi aku hanya merasa familiar dengan semuanya”


“ Jangan dekat-dekat Tuan Putri ku! *mendekap Raisa dan menarik ke pelukannya*”


“ Itu adalah majikanku, Bola berbulu!”


“ Dia adalah milikku, Kakek Gurita!”


“ Sudahlah diam! Lepaskan aku! Aku tidak ingin bersama dengan kalian berdua!”


“ Majikannn~”


“ Sayangkuuu~”

__ADS_1


“ Haehh… Bodoh sekali *menepuk dahi dengan telapak tangan*”


Malam itu jadi agak berisik dengan pertengkaran mereka berdua. Aku tidak bisa bergerak. Karena Xion tidur nyenyak di pahaku. Dan Furu tertidur pulas di tanganku.


Tolong Aku~


Dan ketika aku bergerak sedikit saja. Xion akan menggoreskan cakarnya di kakiku. Entah apa yang dia mimpikan. Tolong aku Tuhan~ Aku tidak bisa bergerak sedikitpun.


Cobaan Apa Iniii….!?


Paginya mereka bangun dengan wajah segar sedangkan wajahku dihiasi dengan lingkaran hitam di mata. Mungkin sebentar lagi aku akan jadi panda.


“ Raisa apa kau baik-baik saja? Wajahmu pucat sekali… Dan apa itu lingkaran hitam di matamu?”


“ Majikan? Kau tidak sakit kan?”


“ Ini semua gara-gara kalian bodoh! Haehh…”


“ Pfftt… Tuan Putri? Apa anda mau istirahat lebih lama lagi?”


“ Ya… Itu yang terbaik~ *merebahkan diri di atas rumput*”


“ Tidak! Ini adalah keinginan Raisa untuk melihat langit! Kita harus berjalan lebih cepat lagi!”


“ Hah? *terkejut sampai bangun tiba-tiba*”


“ Kakek Gurita! Angkat Raisa ke atas punggungku! Aku akan menggendongnya selama perjalanan!”


“ Apaaa? Tidak! Tidak! Aku akan muntah jika digendong denganmu karena terlalu cepatnya kau berjalan!”

__ADS_1


“ Ayolah tidak usah ragu denganku~”


“ Tidakkkk!!!”


__ADS_2