Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
Eps. 40


__ADS_3

BACA, LIKE AND COMMENT✨✨✨


Pada malam itu aku, Xion, dan Furu keluar dari penginapan dan duduk di atas atap. Karena malam itu di desa ini sangatlah ramai. Dan yang kami tidak sangka adalah…


Pesta Kembang Api!


“ Bunga api ini biasanya dilakukan 1 tahun sekali…”


“ Bagaimana kau bisa tau itu, Kucing kecil?”


“ Biasanya aku membaca buku milik ibuku di perpustakaan terlarang. Tapi selalu diusir karena tidak boleh sembarang orang masuk kesana”


“ Utututu,… Kasihan sekali, Kucing kecil kita~”


Setelah pesta kembang api selesai aku langsung masuk ke penginapan dan merebahkan diri di kasur empuk. Dessy sudah tidur nyenyak di kasur sebelahku. Wajahnya sangat imut saat tertidur.


Leo dan Fernand masih tidak kelihatan. Mungkin mereka mengurus sesuatu di luar. Sedangkan Xion dan Furu…


“ Majikan biarkanlah aku tidur denganmuuu~”


“ Raisa aku ingin tidur bersamamuu~”


“ Apa-apaan ini?”


“ Aku mohonnn~”


“ Majikaannn~”


“ Haeh… Sungguh susah membujuk kalian ini… Baiklah… Ubah wujud kalian menjadi siluman! Kalau tidak kalian tidak boleh tidur bersamaku! Paham? Dan ini hanya berlaku untuk kali ini saja! Tidak boleh lagi. Apa kalian paham?”


“ Baik majikan!”


“ Siap, Raisa~”

__ADS_1


Xion berubah menjadi harimau yang ukurannya seperti kucing agar tidak menarik perhatian. Dan Furu mengecilkan dirinya menjadi gurita kecil. Kami tidur bersama. Awalnya aku merasa sangat lega…Tapi…


“ Kenapa rasanya sesak sekali? *membuka mata dan terkejut*”


“ Emh… Majikan jangan bergerak~”


“ Raisaaa~”


“ Dessyyy~ Tolong akuuu~ *berbisik dan meminta tolong*”


“ Maaf, Nona. Dessy mau mengurus barang-barang Nona dulu… Dahh”


“ Dessyyyyy!”


Terpaksa aku menunggu mereka sampai bangun. Oh iya! Kenapa aku membiarkan mereka tidur denganku yah? Kesambet apa ya aku semalam? Hah ini mulai terasa menyebalkan!


“ Ayolah kalian berdua bangunnnn!”


“ Hah? Raisa? Ada apa? Hoaaemm..”


“ Cepat berdiri dan keluar dari kamar ini!”


“ Ba… Baik! *lari keluar dengan serentak*”


Rambutku masih acak-acakkan saat bangun tidur. Mereka langsung bangun saat aku berteriak. Dan keluar dari kamar. Dessy masih mempersiapkan barang-barangku.


Setelah selesai bersih-bersih aku langsung keluar dari penginapan dan menemui yang lainnya. Mereka sudah menungguku. Yah kurasa menunggu agak lama yah?


“ Raisa kau darimana saja sih? Lambat sekali…”


“ Ohh… Kucing kecil ini sudah berani mengomel yahh?”


“ Apa? Kenapa menatapku dengan seram begitu?”

__ADS_1


“ Hehhehehe…”


“ Furu tangkap dia!”


“ Ini dia! Kelitik… kelitik… kelitikkk..”


“ Hahahaha… sudahlah sudah… berhenti… hahahaha..”


“ Baiklah! Ayo kita berangkat lagi!”


Sepanjang jalan terasa sangat membosankan. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Tapi rasanya moodku hilang total hari ini. Dan tidak ada yang bisa menghiburku.


“ Ayolahhh! Kalian membosankan sekali sihh”


“ Kau mau di gendong Raisa?”


“ Tidak… Tidak… Tidak… Aaaaa!”


Aku merasa semua dunia berputar di kepalaku. Melihat Xion seperti memiliki 5 kembaran. Kepalaku sakit sekali. Aku ingin muntahh. Jangan pernah gendong aku seperti itu lagi…


“ Hoekkk… Xion… Aku akan membunuhmu!”


“ Hmm… Maafkan aku Raisa…. Aku tidak bisa menahan diri untuk menggendongmu…”


“ Hah?”


“ Karena kau terlihat sangat letih…”


Srekk… srekkk…


“ Sstt… diam…”


Aku memandang Leo dan Fernand. Lalu mereka mengerti dengan perkataanku. Lalu menghilang entah kemana. Setelah beberapa lama kemudian mereka membawa turun seseorang.

__ADS_1


Aku tidak mengenalnya. Dan tidak bisa menebak siapakah dia. Dia memakai jubbah dan wajahnya tertutup tudung muka. Tapi rambutnya panjang.


Eh? Tunggu… Dia kan…


__ADS_2