
♡BACA, LIKE AND COMMENT♡
Kami hanya mampir sebentar. Berpamitan pada Ai lalu berangkat lagi. Kali ini ada beberapa tambahan bekal makanan untuk kami bawa. Yah… cukuplah untuk beberapa hari.
Setidaknya kami tidak repot mencari buah liar dan daging yang aku sudah sangat bosan menyantapnya.Di perjalanan aku teringat dengan percakapan antara diriku dengan Ai. Percakapan yang membuatku bingung memikirkannya.
Beberapa saat yang lalu…
“ Ada apa Ai? Kenapa kau membawaku kemari?”
“ Apakah kau membawa potongan Kristal?”
“ Ya… Aku membawanya. Ada apa?”
“ Xion sebenarnya membawa Kristal itu. Hanya saja dia tidak mengetahuinya”
“ Tapi… Dia sangat ceroboh… Dimana kemungkinan dia akan menyembunyikan Kristal itu?”
“ Ayolah Raisaaa~”
“ Iya iya sabarr…”
“ Aku juga tidak tau dia menyimpan dimana. Tapi seingatku dia menyimpan di dalam bagian yang paling berharga dalam hidupnya”
“ Apa maksudnya?”
“ Pahamilah itu. Pasti kau akan menemukan jawabannya… Jangan sampai orang lain yang mengetahui lebih dulu! Baiklah… Sudah sana pergi… Mereka sudah menunggumu… Dahh”
“ Dahh… Kapan-kapan aku akan mampir yahh~”
Kembali ke saat ini…
Kami sudah sampai di lapisan kota terakhir sebelum kami bisa melihat langit. Akhirnyaaa… Sudah lama aku tidak melihat bintang dan bulan.
Pasti sangat menyenangkan bisa melihatnya. Baru kali ini aku benar-benar merindukan bulan dan bintang. Padahal di dunia manusia aku bisa melihatnya sepanjang waktu.
Tapi sebelum itu kami harus beristirahat sebentar karena Dessy sudah tidak kuat berjalan. Untuk beberapa menit suasananya masih tenang dan menyenangkan hingga batang pinggiran pohonnya mulai terbelah.
“ Apakah ini dunia luar? Jika dilihat seperti ini kita seperti semut saja”
“ Ya… Sepertinya kau keluar saja untuk tau bagaimana rasanya… *mendorong Xion kearah retakan pohon oak*”
“ Xion! Apa yang kau lakukan? *menarik tangan Xion*”
“ Terima kasih Raisa…”
“ Kau tidak apa-apa?”
__ADS_1
“ Ya aku tidak apa-apa…”
“ Apa maksudmu dengan mendorong Xion hah?”
“ Huh! Kejadian sepele seperti ini saja di besar-besarkan… Sudahlah biarkan saja bola berbulu itu merasakan dunia luar Cessa…”
“ Kalau begitu biar kau saja yang merasakannya! *menarik kerah baju dan melemparnya ke retakan pohon* ”
“ Hahaha… Terima kasih yah… Sudah lama aku tidak merasakan udara luar”
“ Xion? Apa yang kau lakukan? Kita jadi tidak bisa mengetahui tujuannya!”
“ Tapi dia sudah keterlaluan!”
Kami melanjutkan perjalanan lagi. Hanya membutuhkan waktu 48 jam kami sudah sampai di puncak pohon oak. Akhirnya aku sampai di puncak petualanganku…
“ Selamat Tuan Putri… Sudah berhasil mencapai puncak pohon oak ini dengan selamat…”
“ Furu? Bukan! Kau bukan Furu! Sudah kuduga ada yang salah!”
Furu mengeluarkan tentakelnya dan mulai menyerangku. Dia menambah dirinya. Mengkloningkan dirinya sendiri. Membuat kami kewalahan mengalahkannya. Apa tujuannya? Kenapa dia juga ingin menyerangku?
Tunggu! Sepertinya ini salah! Tidak ada memoriku yang berisi tentang Furu! Ingatanku tak pernah salah. Apakah yang ada dalam ingatanku hanya ilusi? Kenapa bisa aku terkena ilusi seperti ini?
Yang lain sudah tidak bisa menyerang Furu dan sudah tergeletak lemas di bawah. Bagaimana dia bisa semakin kuat begini? Sebelumnya kekuatannya tidak sebesar ini!
Tiba-tiba angin berhembus agak kencang. Menggoyangkan daun dan ranting pohon oak. Dan tentakel Furu mulai bertambah besar dan kencang mencengkram leherku. Apa yang dia inginkan dariku? Jika menggunakan sepotong Kristal saja tidak akan bisa menahannya.
Terlebih lagi udara di luar sini lebih banyak 5 kali lipat daripada di dalam pohon. Menjadi nilai tambah untuknya. Waktunya tidak banyak lagi. Aku harus mengecohnya dulu agar dia melepaskanku.
Lalu mencari dimana letak pasangan Kristalku ini. Dengan hati-hati aku mengambil buah yang tergeletak di sampingku. Dengan kekuatan yang tersisa aku membelahnya dan membuat pelindung untuk yang lain.
Lalu menggunakan Kristal untuk menambah sedikit kekuatanku. Furu terkecoh dan melepaskanku. Kloningnya tersembunyi didalam pelindung. Dia tidak bisa melewati pelindungnya. Lalu aku memikirkan cara untuk menemukan dimanakah potongan Kristal yang tenyata disembunyikan oleh Xion.
“ Xion? Dimana kau menyimpan potongan Kristal itu? *berteriak dengan energy yang tersisa*”
“ Aku… Menyimpannya di… di… tidak… Aku memberikannya pada seseorang… yang ber… ugh…”
“ Xion!”
Aku masih memikirkan apa yang dimaksud oleh Xion. Dimana dia menyimpan Kristal itu? Tidak… sepertinya dia bilang memberikannya pada seseorang… Tapi siapa?
Tiba-tiba kepalaku sakit. Seketika sekelebat ingatan masalalu terlintas di pikiranku. Begitu cepat. Aku tidak bisa menyimpulkan apa-apa.
Didalam memori Raisa…
“ Raisa lihat! Ibuku memberikanku ini… Kau mau?”
__ADS_1
“ Wah! Cantik! Benda apa ini?”
“ Kau menginginkannya? Aku sudah memikirkannya! Ini adalah tanda persahabatan kita. Jangan melupakanku yah!”
“ Tidak akan! Aku tidak akan melupakannya!”
“ Xion! Jangan berikan benda itu padanya! Kembalikan itu padaku! *mengambil dengan paksa*”
“ Tapi ibu!”
“ Arrgghhhh!”
“ Kau lihat! Kristal itu merasukinya! Dia belum cukup untuk menerima energy Kristal ini!”
Kembali ke saat ini…
“(Kristal! Kristal itu ada padaku! Menyatu dengan jiwaku! Itulah yang Ai maksud Xion menyimpan pada seseorang yang paling berharga semasa hidupnya!)”
“ Hng… Ada apa? Kenapa tiba-tiba kau tersenyum seperti itu?”
“ Kau meremehkanku Furu!”
“ Apa? Ini tidak mungkin!”
Yah… Meskipun aku harus merelakan nyawaku. Setidaknya aku sudah melindungi mereka yang ku sayangi sekuat tenagaku. Mungkin dengan membiarkan kedua potongan Kristal ini menyatu dalam tubuhku aku bisa menyelamatkan mereka.
Selamat tinggal Papa… Mama… Maaf aku masih belum bisa membuat kalian berdua bangga. Perlahan-lahan pandanganku mulai pudar dan buram. Lalu aku tidak tau apa-apa lagi.
Tapi yang ku lihat terakhir adalah mereka yang selamat di dalam perisai air yang aku buat. Terima kasih Ai. Sudah bereksperimen membuat buah itu. Aku jadi bisa membuat mereka tetap hidup dan melihat bintang.
Sepertinya aku merasakan angin sepoi-sepoi untuk terakhir kalinya. Melihat bintang untuk terakhir kalinya. Kira-kira apakah aku akan masuk Neraka karena membunuh Furu?
Aku tidak berharap begitu…
Kerajaan Elf Hijau
“ Sayang aku rasa ada yang masalah yang dihadapi anak kita… Aku merasa khawatir…”
“ Tidak usah begitu. Dia sudah membawa ketiga kantung yang berharga. Dia pasti bisa melewati apapun masalahnya”
“ Kenapa kau yakin akan hal itu? Apakah kau tidak merasakan khawatir sedikitpun pada Raisa kita?”
“ Bukannya begitu… Bukannya kamu yang suruh dia keluar dan melihat bintang?”
“ Iya. Tapi… Perasaanku kali ini berbeda… Seperti ada yang akan menyerang Raisa… Aku… Aku sangat takut…”
“ Tidak usah khawatir… Dia adalah reinkarnasi dari Peri Dunia Elf ini. Dia akan memimpin semuanya nanti. Tidak mungkin dia akan mati begitu saja, sayang… Cobalah untuk percaya pada anak kita”
__ADS_1
“ Ya… Aku akan mencoba harap dia segera pulang dan menemui kita,… Aku sangat rindu padanya”