Penguasa Yang Bereinkarnasi

Penguasa Yang Bereinkarnasi
PENGUMUMAN


__ADS_3

Hai, Readers…


Aku tau kebanyakan dari kalian cuman mampir buat promosi novel kalian. Dan aku memaklumi itu, karena kalian juga lagi berjuang keras buat novel kalian masing-masing.


Aku bilang gitu, karena aku juga mampir ke novel kalian cuman buat promosi. Dan mungkin yang pernah aku kasih saran. Berarti aku emang baca novel kalian.


Udah banyak hari aku up eps. Tapi semakin lama aku up eps. Ideku makin melayang terbang pergi dari otakku. Aku akui novelku nggak sebagus milik kalian.


Aku juga masih perlu banyak perbaikan. Baik kata-kata. Juga tanda bacanya. Aku juga sering baca komentar kalian. Banyak yang bilang kalau aku perlu perbaikan.


Terutama tanda baca petiknya. Juga siapa yang ngomong itu. Aku memang sudah kebiasaan begitu. Jadi maklumi untuk sementara, yah. Aku juga masih mencoba buat menghilangkan kebiasaan itu.


Aku juga mau berterima kasih buat yang mau vote novel aku. Aku juga mau terima kasih buat semua yang sudah mau dukung novelku yang ampas ini(.


Aku juga mau minta maaf kalau ada komentar yang kelewat dan novelnya nggak sempat aku kunjungi. Pasti aka nada saatnya aku kunjungi. Okeh?


Dan untuk novel-novel aku yang lain juga bakalan hiatus sementara. Juga chat storynya. Yang kecewa karena aku ganti cover. Mohon maaf yah.


Itu aku lakuin karena aku takut kena denda karena pakai karya orang. Dan aku nggak bisa ngemastiin kalau cover yang pertama itu ada hak ciptanya atau nggak.


Takut aja gitu kalau belum apa-apa udah kena denda. Aku kan belom kerja. Masa iya bayar denda pakai uang orang tua? Kan bakalan ngerepotin.

__ADS_1


Apalagi aku dengar-dengar, kalau fotonya kena copyright bakalan kena denda yang lebih mahal. Jadi, untuk menghindari insiden itu. Aku mencoba menggambar sesuai kemampuanku.


Dan menghasilkan cover yang menurutku lumayan cocok buat dipakai. Yah… Meskipun nggak bagus-bagus amat. Tapi aku benar-benar puas dengan karyaku sendiri.


Sebenarnya, untuk mengetik selama ini. Aku sama sekali nggak ngetik di hp. Karena layarnya yang kecil buat aku jadi pusing. Dan beralih untuk ngetik di laptop.


Meskipun kenyataannya malah jadi makin ribet.


Laptop (Kirim) -> Hp (Copy-Paste) -> NT (Noveltoon) -> Upload!


Jadi makin ribet kan? Hahaha… Menurutku juga jadi sedikit lebih ribet. Nggak kayak ngetik di hp yang langsung upload. Tapi inilah aku.


Kalau ada yang ribet kenapa harus yang mudah? (


Aku juga manusia yang bisa capek( Dan oleh karena itu. Mohon maklumi author ya. Untuk dua bulan ini author bakalan istirahat. Dan tepat saat tahun baru.


Author akan kembali membawakan eps yang baru dan kemungkinannya akan semakin menarik. Jika kalian ingin feedback. Boleh. Hanya saja. Jangan spam ya. Please. Karena author hanya akan hiatus di novel. Bukan di NT.


Oke deh. Menurut aku, Cukup segini aja pengumumannya. Tunggu kelanjutan eps nya ya:> Para readers yang setia( I Love You!!!


Tunggu dua bulan lagi. Dan aku akan bawakan episode yang fresh! Akan ada banyak kejadian-kejadian di kehidupan Raisa! Tunggu ya!!! Muach!:*

__ADS_1


Spoiler…


Raisa, Rey, Dessy, Leo dan Fernand melanjutkan perjalanan dari Desa Itu. Menuju tujuan perjalanan mereka sebelumnya!


“Dessy? Apa kau baik-baik saja?”, ucap Raisa menggerakkan tubuh Dessy.


“Ugh… Dessy… Tidak… Apa-apa… Nona… Pergilah…”, ucap Dessy pada Raisa.


Rey segera menghalangi monster itu yang berusaha mendekati Raisa dan Dessy. Leo dan Fernand tergeletak lemah tak berdaya. Raisa berusaha membangunkan Dessy yang tak sadarkan diri.


“Dessy! Cepat sadarlah!”, teriak Raisa mencoba membangunkan Dessy sambil mengalirkan energy penyembuhan.


“Raisa awas!!!”, teriak Rey.


Perjalanan Raisa semakin menegangkan. Dan dia hampir kehilangan semua orang yang dicintainya. Pertempuran besar yang pernah diramalkan pun semakin dekat.


“Rey? Apakah aku benar-benar seorang reinkarnasi sang penguasa?”, ucap Raisa lirih.


“Tentu saja!”, balas Rey meyakinkan Raisa.


“Lalu kenapa… Hiks… Kenapa semuanya pergi meninggalkanku? Argh! Aku ingin mati saja!”, teriak Raisa.

__ADS_1


“Raisa! Jangan!”


__ADS_2